Difteri

Difteri

Difteri
Difteri adalah penyakit infeksi serius dan menular pada hidung dan tenggorokan yang juga dapat memengaruhi kulit serta dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini dapat dicegah secara dini dengan pemberian imunisasi DTP (difteri, tetanus, dan pertusis). Imunisasi DTP wajib diberikan kepada balita.

Penyebab mewabahnya kembali penyakit difteri ini akibat minat orangtua yang lalai memberikan imunisasi pada anak.

Anak harus mendapat vaksinasi DTP 5 kali pada usia :
  • 2-4-6-18 bulan – (4-6) tahun atau
  • 2-3-4-18 bulan – SD kelas 1
Vaksin DTP dapat diberikan bersama dengan vaksin lain.

Jika anak sudah berusia > 7 tahun diberikan vaksinasi Td atau Tdap. Vaksin Td/Tdap melindungi terhadap tetanus, difteri, dan pertusis harus diulang setiap 10 tahun sekali.

Penyebab Difteri

Difteri merupakan penyakit pada selaput lendir pada hidung serta tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Lapisan tebal keabu-abuan yang muncul pada tenggorokan, membuat anak sulit makan dan bernapas. Bila infeksi ini terlambat ditangani, toksin yang dihasilkan oleh bakteri tersebut dapat menyebar dalam aliran darah dan sistem syaraf sehingga dapat menyebabkan lumpuh dan gagal jantung.

Meskipun terkadang Difteri awalnya dapat tidak menunjukkan gejala apapun, tetap perlu diwaspadai karena masuk dalam kelompok penyakit serius yang juga dapat memengaruhi kulit, serta dapat menular.

Penularan Difteri yang perlu diwaspadai:
  • Terhirup percikan ludah penderita di udara saat penderita bersin atau batuk. 
  • Memakai barang-barang yang sudah terkontaminasi oleh bakteri, misalnya mainan, alat makan dan handuk.
  • Bersentuhan langsung pada luka borok (ulkus) akibat difteri di kulit penderita.

Gejala Difteri

Penyakit Difteri biasanya memiliki masa inkubasi 2 - 5 hari sejak bakteri masuk ke dalam tubuh sampai gejala mulai muncul. Gejala-gejala tersebut meliputi:
  • Terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel.
  • Demam dan menggigil.
  • Sakit tenggorokan dan suara serak.
  • Sulit bernapas atau napas yang cepat.
  • Pembengkakan kelenjar limfe pada leher.
  • Lemas dan lelah.
  • Pilek. Awalnya cair, tapi lama-kelamaan menjadi kental dan terkadang dapat bercampur darah.

Pencegahan Difteri 

Langkah pencegahan paling efektif untuk penyakit Difteri adalah dengan vaksin atau imunisasi sejak dini. Pencegahan difteri tergabung dalam vaksin DTP (difteri, tetanus, dan pertusis).

Penyakit difteri, tetanus, dan pertusis adalah tiga penyakit berbeda yang masing-masing memiliki risiko tinggi dan bahkan bisa menyebabkan kematian. Pemberian vaksin DTP termasuk dalam imunisasi wajib bagi anak-anak di Indonesia.

Produk HDI untuk Difteri

Difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan menghasilkan racun serta membunuh sel-sel yang sehat dalam tubuh sehingga dapat merusak jantung, ginjal hingga ke sistem syaraf.

HDI Propoelix hadir untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan meningkatkan aktivitas sel-sel imun tubuh. Produk ini juga ampuh melawan proses oksidasi yang merugikan dan menghambat peradangan (anti-inflamasi), terutama peradangan pada organ tubuh bagaian dalam.

Cegah dan Atasi Difteri dengan HDI Propoelix
Konsumsilah HDI Propoelix sebagai terapi tambahan karena dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, serta terbukti ampuh melawan oksidasi yang merugikan.
DAFTAR ISI | DAFTAR PENYAKIT | DAFTAR PRODUK HDI | DAFTAR MEMBER HDI

PEMESANAN:
Tlp./WA. 0821 9496 6109


0 komentar :
Posting Komentar

COVID-19 Masih Mengintai

Meski berbagai aktivitas di ruang publik perlahan diperbolehkan dengan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), kita harus tetap waspada karena a...

PROMO BULAN INI!

Dapatkan Diskon harga yang menarik!
===============
GRATIS ONGKIR (GOSEND/GRAB, DLL) SETIAP BELANJA MINIMAL 800 RIBU
===============
INFO CEPAT
Hub. Tlp/WA 0821 9496 6109







  1. Promo-Promo lain yang tersedia (EASI STARTER SET), bisa langsung menghubungi WA Admin:

POPULAR POSTS

Recent Comments

DAFTAR MEMBER HDI Scan / klik disini:

Panduan Registrasi Online:
Cara Mendaftar Menjadi Member HDI