Bipolar Disorder

Bipolar Disorder

Bipolar Disorder
Sebenarnya apakah Bipolar Disorder itu? Banyak yang akhirnya merasa dirinya menderita Bipolar karena tahunya Bipolar itu adalah berubah-ubah mood dari senang ke sedih atau sebaliknya.

Bipolar Disorder, nama penyakit yang tidak cukup umum sebelumnya ini pun mulai banyak dibicarakan orang-orang. Hidup memang kadang di atas kadang di bawah. Wajar kalau kita sedang merasa senang, tiba-tiba terjadi hal buruk yang mengakibatkan kita sedih. Sampai batas seperti apa yang bisa dibilang kalau kita adalah penderita Bipolar?

Manic Depressive

Bipolar disorder atau gangguan bipolar adalah salah satu jenis gangguan kejiwaan di mana seseorang memiliki periode-periode bergantian antara sangat bahagia atau sangat berenergi yang disebut manik dengan periode depresi. Masing-masing periode bisa berlangsung beberapa hari atau beberapa minggu, bisa juga berganti secara ekstrim hanya dalam beberapa detik saja. Kata bipolar sendiri berasal dari bi (dua) dan polar (kutub) yang berarti memiliki dua kutub yang berlainan, yaitu kutub manik dan kutub depresi. Sebelum disebut bipolar disorder, penyakit ini juga disebut Manic Depressive.

Gangguan bipolar bisa terjadi pada pria ataupun wanita, biasanya mulai terjadi pada umur antara 15 sampai 25 tahun. Diagnosa pada wanita terutama yang masih berumur sangat muda, biasanya lebih lama, karena adanya perubahan hormon dan episode yang muncul seringkali depresinya saja sehingga sering didiagnosa sebagai gangguan depresi mayor. Sampai saat ini, penyebab dari gangguan ini belum diketahui, meskipun rata-rata pengidap gangguan bipolar memiliki anggota keluarga lain yang mengalami hal yang sama.

Gejala Bipolar Disorder

Ciri-ciri ketika seseorang sedang mengalami episode depresi adalah:
Merasa sedih, tidak mood, susah berkonsentrasi dan mengingat sesuatu, tidak nafsu makan, letih, lesu, merasa tidak berharga, merasa tidak memiliki harapan, tidak berminat melakukan aktivitas yang biasanya ia nikmati, tidak percaya diri, susah tidur atau terlalu lama tidur, tidak ingin bertemu teman-teman, dan memiliki keinginan untuk bunuh diri.

Orang-orang yang memiliki gangguan bipolar memiliki risiko tinggi untuk bunuh diri. Mereka bisa terjerumus kepada alkohol atau obat-obatan terlarang, yang akan membuat gejala tambah buruk dan risiko bunuh diri tambah tinggi.

Ciri-ciri ketika seseorang mengalami episode manik adalah:
sangat berenergi dan merasa bisa melakukan segalanya, tidak ingin tidur, gampang teralihkan perhatiannya, memikirkan banyak hal dalam sekali waktu, temperamen, tidak memiliki kontrol terhadap dirinya sendiri sehingga mabuk-mabukan, menggunakan obat terlarang, seks bebas, membelanjakan banyak uang.

Bisa Berbahaya

Banyak orang beranggapan episode depresi berbahaya karena penderita bisa melakukan bunuh diri, dan episode manik tidak terlalu berbahaya karena penderita gangguan ini sedang merasa bahagia. Tapi jangan salah, meskipun mood-nya sedang bahagia, penderita gangguan bipolar yang sedang dalam episode manik bisa melakukan hal yang berbahaya seperti ngebut-ngebutan di jalan atau bekerja terus menerus tanpa henti karena merasa berenergi padahal badannya tidak kuat sehingga akhirnya drop.

Cara untuk mengetahui apakah seseorang memiliki gangguan ini adalah dengan memeriksakannya ke dokter spesialis kejiwaan atau psikiater. Hanya dengan wawancara komprehensif saja seorang psikiater bisa mendiagnosa penyakit ini.

Kejujuran sang pasien sangat penting karena kalau tidak psikiater bisa salah mendiagnosa. Psikiater juga perlu mengetahui riwayat kesehatan keluarga pasien, rekam medis pasien, masalah kesehatan pasien dan obat apa saja yang dikonsumsi. Kadang tes laboratorium juga diperlukan untuk mengetahui apakah pasien menderita penyakit lain yang gejalanya mirip gangguan bipolar.

Sama seperti penyakit diabetes dan hipertensi, penderita gangguan bipolar harus mengonsumsi obat seumur hidup. Pemberian obat tersebut untuk mencegah episode manik dan depresi datang dan terlalu ekstrim, sehingga pasien bisa memiliki hidup normal seperti orang biasa.

Obat yang dikonsumsi akan mengontrol suasana hati sehingga mood lebih stabil meskipun ada pemicu-pemicu yang menyebabkan bahagia atau sedih. Pasien gangguan bipolar juga diberi wawasan dan penyadaran oleh psikiater sehingga ketika ia mengalami salah satu episode ia lebih mampu mengendalikan dirinya.


DAFTAR ISI | DAFTAR PENYAKIT | DAFTAR PRODUK HDI | DAFTAR MEMBER HDI

PEMESANAN:
Tlp./WA. 0821 9496 6109


0 komentar :
Posting Komentar

COVID-19 Masih Mengintai

Meski berbagai aktivitas di ruang publik perlahan diperbolehkan dengan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), kita harus tetap waspada karena a...

PROMO BULAN INI!

Dapatkan Diskon harga yang menarik!
===============
GRATIS ONGKIR (GOSEND/GRAB, DLL) SETIAP BELANJA MINIMAL 800 RIBU
===============
INFO CEPAT
Hub. Tlp/WA 0821 9496 6109







  1. Promo-Promo lain yang tersedia (EASI STARTER SET), bisa langsung menghubungi WA Admin:

POPULAR POSTS

Recent Comments

DAFTAR MEMBER HDI Scan / klik disini:

Panduan Registrasi Online:
Cara Mendaftar Menjadi Member HDI