Tampilkan postingan dengan label LEADERSHIP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LEADERSHIP. Tampilkan semua postingan

Tips Ice Breaking

Tips Ice Breaking
Apa itu ice breaking? Ice breaking adalah suatu teknik untuk memecah kesunyian. Dalam hal ini, Anda dapat menggunakan teknik ice breaking untuk memulai percakapan dengan orang lain yang baru Anda temui. 

Ketika Anda bertemu atau berkenalan dengan orang baru di bus atau di stasiun kereta, mungkin Anda akan merasa kesulitan dalam memulai sebuah percakapan. Bahkan dengan orang yang sudah Anda kenalpun hal itu kerap terjadi dan Anda benar-benar dalam keadaan bingung dan tidak tahu apa yang harus dibicarakan.

Dalam keadaan ini, kadang orang melakukan hal-hal bodoh dengan pertanyaan atau basa basi yang mungkin malah membuat lawan bicara Anda merasa terganggu. Anda harus memerhatikan beberapa hal ketika memulai suatu percakapan.

Tips Ice Breaking:

Pertama. Ketika Anda bertemu dengan seseorang di stasiun kereta dan Anda berniat untuk mengajaknya berkomunikasi. Anda harus memerhatikan, apakah dia tidak sedang melakukan sesuatu seperti membaca buku atau bermain dengan smartphonenya. Jika iya, ajakan Anda akan dianggap sebagai sebuah gangguan.

Kedua. Anda harus dapat membaca bahasa tubuh orang yang ingin Anda ajak berbincang. Jika dia terlihat bosan maka Anda dapat mengajaknya bicara, jika dia terlihat gelisah maka akan percuma jika Anda mengajaknya bicara.

Ketiga. Anda harus memerhatikan sekitar Anda, melihat apa yang menarik untuk dijadikan bahan pembicaraan. Usahakan jangan mengajak bicara hal-hal yang mengharuskan lawan bicara Anda berpikir, tetapi bicarakan hal santai seperti keadaan di sekitar Anda, cuaca, pedagang asongan dan lain sebagainya.

Keempat. Ketika Anda bertemu orang asing, JANGAN memberi komentar tentang apa yang digunakan. Seperti smartphone bagus atau hal-hal lain yang sifatnya merupakan kepunyaan dia, karena hal ini akan memicu kecurigaan. Bahkan jika Anda ingin mengajak suatu keluarga berbincang misalnya memberi komentar tentang anaknya yang lucu. Kecuali jika sang anak itu memang mencolok dan orang dapat memberi komentar.

Kelima. Anda tidak perlu langsung memperkenalkan nama dan jati diri Anda untuk membuka pembicaraan, karena hal ini juga memicu kecurigaan. Biarkan pembicaraan mengalir secara spontan, sehingga Anda merasa sudah waktunya menginformasikan siapa Anda. Ketika menginformasikan siapa Anda, pastikan Anda tidak terlihat seperti mengejar yang bersangkutan. Katakan dengan elegan bahwa Anda senang bicara dengan dia.

Keenam. Jangan mengajak atau membujuk apapun pada saat pertama Anda berkenalan dengan seseorang. Bahkan, suatu kesalahan jika Anda langsung menceritakan apa pekerjaan Anda, apalagi dengan cara yang salah.

Pada saat Anda ingin membuka pembicaraan dengan orang asing, pada intinya Anda harus mempelajari dahulu situasi dan kondisi serta bagaimana gesture dari calon lawan bicara Anda.

Jika Anda dapat menangkap semua tanda-tanda tersebut, Anda akan lebih mudah untuk memulai pembicaraan dan mendapatkan pembicaraan yang mengalir dengan baik.

Atasi Gugup Saat Presentasi

Gugup presentasi
Saat gugup, seringkali kita lupa dengan semua yang telah kita rencanakan dan akibatnya, presentasi kita tidak maksimal. Gugup bisa membuat Anda kehilangan peluang bagus dan kesempatan emas. 

Mari kita membahas bagaimana cara mengatasi gugup saat presentasi.

Berhenti Menghindar

Anda perlu menghadapi ketakutan Anda. Kemungkinan terburuk adalah presentasi Anda ditolak, tapi setidaknya Anda bisa belajar sesuatu dari kejadian itu. Adalah sebuah fakta bahwa hampir semua orang merasakan takut ketika pertama kali presentasi.

Jadi, Anda tidak sendirian, di luar sana banyak yang merasakan yang Anda rasakan. Jika mereka bisa melewatinya, Anda pasti bisa melewatinya. Dan, bukankah kita semua pernah ada di sebuah situasi “serba pertama kali”, seperti pertama naik sepeda, pertama kali pacaran, pertama kali bernyanyi di depan umum, dan banyak lainnya.

Ya, Anda pernah melewati hal seperti ini sebelumnya, Anda pasti bisa.

Jangan takut salah

Akibat takut salah terkadang, kita jadi terlalu kuatir kalau presentasi kita buruk, dan biasanya kita jadi dipusingkan dengan hal-hal yang kecil yang menghabiskan energi. Lebih jauh, biasanya presentasi jadi terlalu serius dan kurang menarik.

Untuk mengatasi hal ini, Anda perlu memberi ruang kepada diri Anda sendiri untuk belajar dari kesalahan-kesalahan yang mungkin timbul di depan nanti. Tidak ada yang salah dengan berbuat salah, yang salah adalah ketika Anda enggan belajar dari kesalahan-kesalahan Anda.

Tegang

Biasanya ini terjadi sesaat sebelum presentasi berlangsung dengan ditandai jantung berdetak lebih kencang. Atasi dengan belajar mengatur napas. Tarik napas panjang, tahan sebentar, dan hembuskan seperlahan mungkin.

Ingat, untuk selalu mengharapkan yang baik dari presentasi Anda, jangan memikirkan yang tidak perlu dipikirkan.

Jangan Spontan

Jangan anggap remeh setiap presentasi Anda, berapa pun jumlah orang yang mendengarkan Anda. Anda tidak pernah tahu dampak setelah orang tersebut mendengarkan Anda. Itu sebabnya jangan melakukan hal-hal yang spontan.

Anda perlu merencanakan semua yang akan Anda bicarakan. Kadang improvisasi yang tidak tepat dapat menyebabkan kegugupan dan akibatnya presentasi Anda keluar terlalu jauh dari rencana awal.

Berargumen atau Debat

Berargumen
Berargumen bertujuan mendapatkan solusi haruslah etis, profesional, dan smart. Etis berarti isi perdebatan tidak boleh menghina atau merendahkan pihak lain. Hargailah pendapat mereka dan berikan waktu yang cukup untuk lawan bicara menyelesaikan pembicaraan. 

Akhir-akhir ini, kita sering melihat tayangan adu pendapat di televisi yang ditayangkan secara live, apalagi menjelang pemilihan umum. Banyak tema yang diangkat, terutama mengenai isu politik dan kriminalitas. Dua isu itu memang menarik untuk dibahas dan diperdebatkan sehingga acara debat tersebut saat ini menjadi acara pilihan di stasiun-stasiun televisi berkat angka rating dan sharing penonton yang terus meningkat.

Karena disiarkan secara langsung di jam-jam premium, tentu banyak yang menonton, tak terkecuali anak-anak. Masalahnya, tidak semua narasumber bisa berargumen dengan baik, elegan, dan benar. Jauh dari itu, mereka justru gontok-gontokan, ‘debat kusir’ yang tak disertai dengan alasan rasional, atau bahkan ada yang sampai menyiram air minum ke lawan bicaranya. Ujung-ujungnya tak ada satu solusipun yang berhasil didapat. Jika sudah seperti itu, kita harus bijak membedakan mana adu argumen yang berkualitas dan yang tidak.

Adu Argumen Berakhir Solusi

Berargumen yang bertujuan mendapatkan solusi haruslah etis, profesional, dan smart. Etis berarti isi perdebatan tidak boleh menghina atau merendahkan pihak lain. Hargailah pendapat mereka dan berikan waktu yang cukup untuk lawan bicara menyelesaikan pembicaraan. Jangan sekali-kali memotong pembicaraan lawan karena Anda pun tidak suka diperlakukan demikian, bukan?

Ciri orang yang profesional dalam mengemukakan pendapat bahwa dia bisa menempatkan diri dengan baik dengan cara menguasai topik. Topik yang kita utarakan harus mempunyai dasar dan bukti, tidak sebatas opini. Dan, yang tak kalah penting, dalam berpendapat adalah kita harus kritis dan pendapat kita mudah dipahami oleh pihak lain.

Dengan demikian, akan lebih mudah mencari solusi karena diskusi sejatinya untuk mencari solusi, bukan pemenang. Jadi, hindarkan diri dari tujuan untuk menjadi pemenang dalam berargumen, namun pastikan untuk jadi problem solver.

Smart yang dimaksud tentu saja terkait penguasaan topik dan timing dalam mengungkapkan pendapat saat berdebat. Penguasaan topik sangat penting namun berbicara pada saat yang tepat juga tak kalah penting. Kemampuan membaca situasi sekaligus mengungkapkan argumen yang tepat sangat dibutuhkan agar diskusi menghasilkan sesuatu. Satu hal lagi ciri berargumen yang cerdas adalah tidak melenceng dari topik pembicaraan.

Adu argumen yang baik tidak hanya digunakan di forum resmi. Di dalam keluarga, adu pendapat yang baik juga bisa diajarkan pada semua anggota keluarga. Sebagai orangtua, kita juga harus mau mendengarkan opini anak dan sebaliknya, anak juga diharapkan mau mengerti pertimbangan orangtua. Intinya sama-sama menciptakan kehidupan berkeluarga yang lebih baik, bukan?

Tips Berargumen

Lembut dan solid

Ketika berargumen kita tidak perlu sampai meninggikan suara. Jika salah satu meninggikan suara, hal itu memicu konflik diskusi. Ingat, yang dicari bukanlah siapa yang berargumen paling lantang, tapi siapa yang paling tepat memberikan solusi.

Tak ada lawan, yang ada kawan mencari solusi

Jangan jadikan lawan diskusi sebagai musuh. Agar solusi segera teraih, jadikan mereka sebagai kawan. Bahkan jikapun secara pemikiran berlawanan, tetaplah anggap mereka sebagai partner dalam memecahkan masalah. Misalnya memberikan persetujuan atas pendapatnya dengan memberikan negasi dan alasan rasional kita. Hal ini akan membuat teman diskusi kita tidak diposisikan debagai musuh.

Jangan menyerang

Menyerang kawan bicara akan semakin menjauhkan solusi yang dicari. Mengedepankan logika daripada nafsu memenangkan adu pendapat akan membuat pembicaraan lebih berbobot dan tidak melukai teman bicara.

Kendalikan emosi

Adu argumen bukan “adu otot leher”. Tetap tenang, kalem, dan berpikir jernih, meski dalam didesak atau ditekan. Jika perlu, mengalahlah untuk menang. Artinya, dengarkanlah lawan bicara hingga selesai barulah kembali berargumen.

Kepemimpinan

Good Leadership
Apakah Anda seorang pemimpin? Ya! Setiap orang adalah pemimpin. Anda adalah seorang pemimpin dalam keluarga, pemimpin bagi saudara-saudara Anda, pemimpin dalam komunitas Anda, pemimpin rekan kerja Anda di bisnis HDI.

Anda tidak perlu memenuhi banyak persyaratan untuk menjadi seorang pemimpin. Anda tidak perlu sukses di HDI untuk menjadi seorang pemimpin. Anda hanya perlu melakukan yang terbaik untuk menjadi seorang pemimpin.

Memimpin dengan hati

Seorang pemimpin yang baik adalah seseorang yang dapat memimpin dengan hati, seseorang yang dengan ikhlas memperhatikan orang lain dan memberikan contoh yang baik untuk diikuti oleh yang lain. Seorang pemimpin yang baik harus penyabar dan baik hati, tidak iri hati pada orang lain, tidak membanggakan diri namun lemah lembut dan rendah hati. Pemimpin yang hebat adalah seorang pelayan kelas wahid.

Seorang pemimpin yang baik tidak akan berpikir bahwa dirinya selalu benar dan yang lain salah. Seorang pemimpin yang baik akan menjunjung tinggi ketulusan, kejujuran, integritas, dan tidak mengambil keuntungan dari pihak lain. Seorang pemimpin yang baik tidak akan melakukan hal-hal yang tidak ingin orang lain lakukan padanya.

Terdengar sulit? Memang tidak mudah. Tapi, kita tidak dapat bekerja sendirian. Tuhan telah mengantarkan kita pada keluarga besar HDI untuk bekerja bersama orang lain dan membantu orang lain. Tuhan telah memberi kita kemampuan untuk saling menyayangi. Ia telah menentukan keyakinan dalam hati kita dan menghendaki kita untuk berdoa. Untuk itu, setiap orang dapat belajar untuk menjadi pemimpin yang baik dan berusaha sebaik mungkin untuk menjadi seorang pemimpin yang baik.

Kita tidak dapat menyia-nyiakan kesempatan dan tanggung jawab yang telah dipercayakan oleh Tuhan kepada kita dan kita tidak dapat menikmati semua anugrahNya tanpa bersyukur. Jangan menunjuk orang lain. Semua ini adalah tentang Anda, bukan yang lain, Anda.

Berdoalah dan mintalah agar Tuhan menunjukkan kepada Anda agar menjadi seorang pemimpin yang baik. Dan, senantiasalah bertanya kepada diri Anda sendiri, “Apa yang dapat saya lakukan untuk menjadi pemimpin yang lebih baik?”

Mungkin ini dapat menjadi kunci yang dapat membuka pintu kepemimpinan dan sukses yang belum pernah Anda alami sebelumnya.

Body Language

Body Language
Ketika kita melakukan presentasi di hadapan sekelompok orang, tidak hanya kata-kata yang akan kita sampaikan saja yang penting, tapi juga body language atau bahasa tubuh kita.

Oleh karena itu kalau kita gugup, pesan yang disampaikan mungkin tidak akan seefektif sebagaimana harusnya. Kalau kita tidak percaya diri, bagaimana orang akan mempercayai kata-kata kita sedangkan kitanya sendiri tidak terlihat yakin dengan apa yang kita bicarakan? Audiens melihat itu semua.

Kita bisa saja berbicara A tapi bahasa tubuh kita berkata lain, sehingga audiens menganggap kita hanya seorang pembual. Jadi, bagaimana caranya mengatur bahasa tubuh yang mantap sehingga kita menjadi pembicara yang handal dan para audiens menyukai kita dan “membeli” apa yang kita sampaikan?

Kesan Pertama

Kesan pertama adalah segalanya. Kesan pertama sangat penting untuk dipersepsi orang dan “menjerat” mereka untuk mau mendengarkan kita. Jika dari kesan pertama saja mereka tidak menaruh ketertarikan kepada kita atau menyimpan ketidakpercayaan, bisa dijamin selanjutnya apa yang kita sampaikan juga tidak akan 100% efektif.

Mengejutkan bukan, bahwa postur kita, senyum, kebersihan diri (bau badan is a BIG NO!), dan penampilan kita, adalah dasar bagaimana orang menilai diri kita untuk pertama kalinya. Singkatnya, jauh sebelum kita mengeluarkan kata dari mulut kita, tubuh kita sudah berkomunikasi dengan audiens.

Mengerti bagaimana mengolah bahasa tubuh sangat penting dalam berkomunikasi karena menggabungkan apa yang kita katakan dengan gestur fisik bisa menciptakan dampak yang maksimal untuk audiens.

Yang tidak boleh absen untuk menciptakan kesan pertama yang langsung menarik hati audiens: tersenyum dengan hangat dan tulus, kontak mata, berdirilah dengan tegak dengan dada dan lengan terbuka; jangan sekali-kali menyilangkan tangan di depan dada! Posisi ini menunjukkan bahwa Anda tertutup. Postur adalah bagian dari bahasa tubuh yang sangat penting untuk menunjukkan bahwa Anda adalah seorang yang sukses dan bangga akan diri Anda. Dongakkan kepala Anda, tarik bahu ke belakang, dada terbuka dan rileks dengan posisi tersebut akan memancarkan kepercayaan diri Anda. Sebaliknya, jika Anda membungkuk, kepala tertunduk, mencerminkan Anda tidak percaya diri.

Gesture

Agar terkoneksi dengan audiens, gunakan gestur-gestur sederhana dengan menggunakan lengan, tangan, dan kepala Anda, sambil terus melakukan kontrak mata. Orang cenderung akan terus memperhatikan apa yang Anda katakan jika Anda melakukan kontak mata. Gestur-gestur sederhana yang dilakukan juga menjaga perhatian audiens.
Penggunaan gestur positif seperti mengangguk, tersenyum, mengikuti gestur audiens juga mempengaruhi audiens untuk mempercayai kata-kata Anda.

Jika Anda memiliki space yang cukup dalam presentasi, bergeraklah agar menjaga suasana tetap hidup dan Anda pun merasa lebih rileks. Anda juga bisa menyesuaikannya dengan presentasi yang Anda sampaikan misalnya Anda menjelaskan tiga poin, Anda bisa berpindah tiga kali sesuai poin yang dijelaskan.

Melakukan presentasi tidak berarti Anda melulu yang berbicara. Ada kalanya salah satu dari audiens bertanya atau sekadar berbagi cerita. Gunakan juga bahasa tubuh untuk menunjukkan bahwa Anda adalah pendengar yang baik dan terbuka. Lagi-lagi, jangan menyilangkan tangan di depan dada. Selalu kontak mata dengan audiens yang sedang berbicara, dan sesekali mengangguk. Jangan mengetuk-ngetukkan kaki karena Anda akan terlihat bosan dan tidak sabar menunggu ia bicara.

Jangan melakukan hal-hal ini ketika Anda sedang presentasi:
  • Memainkan rambut, jari, janggut, atau anggota tubuh lainnya.
  • Kontak mata hanya dengan satu orang saja ketika audiens Anda banyak. Lakukanlah kontak mata bergantian.
  • Memandang sekeliling ke audiens Anda tapi dengan tatapan kosong.
  • Garuk-garuk kepala.
  • Membungkuk.

Menjadi Pembicara

menjadi pembicara
Seorang pembicara yang persuasif bisa meraih audiensnya untuk menyetujui opini yang ia utarakan bahkan melakukan sesuatu yang ia inginkan. Tidak semua orang memiliki bakat persuasif seperti ini, apalagi jika Anda merasa selama ini “tidak ada bakat dagang”

Namun yakinlah segala sesuatu bisa dipelajari kalau Anda mau menekuninya.
Kami memberikan beberapa tipsnya yang didapat dari riset terhadap beberapa pembicara yang persuasif.

Percaya diri

Tentu saja, kunci utamanya ada di kepercayaan diri Anda. Bagaimana orang lain bisa yakin dengan perkataan Anda jika Anda sendiri terlihat tidak yakin? Pembicara yang persuasif selalu terlihat percaya diri, melakukan kontak mata, dan berbicara dengan penuh semangat.

Bahasa tubuh

Selain cara berbicara, Anda juga harus memperhatikan bahasa tubuh karena audiens akan memperhatikan hal tersebut. Oleh karena itu penting untuk Anda selalu berpenampilan baik agar tampak meyakinkan. Selalu lakukan kontak mata kepada audiens Anda (jika audiens Anda banyak, tatap mereka bergantian), kontak mata akan membuat audiens merasa dihargai dan hal tersebut membangun kepercayaan antara pembicara dan audiens. Anda juga bisa memainkan tangan Anda untuk memperkuat apa yang Anda sampaikan.

Menyediakan jawaban untuk “Kenapa?”

Langsung sita perhatian audiens begitu Anda berbicara dengan menyediakan jawaban untuk “kenapa?”, kenapa sangat penting untuk mendiskusikan hal yang Anda ingin diskusikan. Audiens pun akan langsung terpusat perhatiannya kepada Anda dibanding Anda membukanya dengan hal yang bertele-tele dan membosankan.

Berbicaralah seperti sedang mengobrol dengan audiens Anda

Jangan hanya berbicara sendiri seperti orang yang sedang berpidato. Dengan memberi kesan bahwa Anda sedang mengobrol santai, akan membuat audiens berpikir Anda adalah orang yang bisa dipercaya.

Passion terhadap apa yang Anda bicarakan

Yakinlah terlebih dahulu kepada diri sendiri bahwa apa yang akan Anda sampaikan kepada audiens adalah sesuatu yang baik bagi mereka dan bisa mengubah kehidupan mereka menjadi lebih baik. Yakinkan mereka bahwa mereka membutuhkan ini lebih dari Anda membutuhkan mereka untuk percaya kata-kata Anda.

Ulangi perkataan Anda

Untuk memastikan bahwa audiens memerhatikan pembicaraan Anda, ulangi poin-poin penting beberapa menit sekali.

Berbagi pengalaman pribadi

Ini adalah cara paling ampuh untuk membuat audiens percaya dan yakin dengan pembicaraan Anda, dengan berbagi pengalaman pribadi Anda, mereka akan tambah yakin bahwa kalau Anda bisa mengalami dan mencapai tempat Anda sekarang, mereka pun pasti bisa.

Bergeraklah

Ketika badan Anda bergerak, otak pun mendapat lebih banyak oksigen, yang akan membantu Anda tetap fokus dan mengurangi rasa grogi. Jika Anda berada di panggung, bergeraklah dari sisi panggung ke sisi yang lain.

Selingan

Rentang perhatian manusia sangatlah pendek. Menurut John Medina dalam bukunya Brain Rules, jika berada dalam posisi pasif atau mendengarkan, manusia akan cepat mudah bosan hanya dalam waktu sepuluh menit. Oleh karena itu berilah selingan dalam presentasi Anda seperti lelucon atau pertanyaan.

Terus Belajar

terus belajar
Terus belajar hal-hal baru itu adalah rahasia supaya kita bisa terus kompetitif, juga menjaga otak tetap prima dan mengasah mental. Terus mempelajari hal-hal baru adalah rahasia kesuksesan para karyawan ataupun wirausahawan yang sukses. 
Kebanyakan orang, mungkin juga termasuk Anda, merasa proses belajar itu hanyalah ketika Anda berada di bangku sekolah, dari SD, SMP, SMA, Kuliah. Setelah lulus dan mendapatkan pekerjaan atau membuka usaha sendiri, mereka merasa ini adalah saatnya mengimplementasikan ilmu yang Anda dapat selama ini dari bangku sekolah dan sudah tidak perlu lagi belajar.

Mereka tidak tahu bahwa proses belajar tidak berhenti sampai di situ, justru masih berjalan dan lebih penting dari sebelumnya karena konsekuensi yang dihadapi juga lebih nyata, bukan hanya sekadar nilai ujian. Jangan berhenti di hal-hal yang Anda sudah ketahui sebelumnya atau bahkan merasa sudah ahli.

Mempelajari hal yang Anda belum ketahui sebelumnya bisa membawa Anda bertransformasi ke tahap berikutnya. Siapa tahu Anda mendapat kesuksesan di bidang yang berbeda, atau tetap di bidang Anda namun melakukannya dengan lebih baik lagi karena Anda menemukan cara baru atau ide-ide baru.

Belajar dari Hal-Hal Sederhana

Mungkin Anda berpikir, “Ah, saya sudah terlalu sibuk sekarang. Mana ada waktu untuk belajar lagi?” Padahal membuat otak kita tetap terasah itu tidak selalu berarti harus belajar formal dan membaca yang berat-berat saja, kok. Belajar bisa dilakukan dengan menyenangkan dan tidak harus makan waktu banyak.

Cara-cara yang bisa dilakukan cukup mudah, seperti membaca satu artikel setiap harinya, mengobrol dengan orang lain yang memiliki pekerjaan atau pemikiran yang sangat berbeda dengan Anda, mengajarkan apa yang kita tahu kepada orang lain (meskipun tujuan utama Anda adalah mengajar, Anda tidak pernah tahu apa umpan balik yang bisa Anda dapatkan dari orang tersebut).

Kuncinya adalah jadilah orang yang selalu ingin tahu dan semangat belajar hal-hal baru, dari hal-hal kecil yang Anda temui sehari-hari. Jangan menutup diri Anda dari hal-hal yang Anda tidak sukai dan membatasi diri Anda hanya mempelajari yang berkaitan dengan pekerjaan Anda saat ini. Perluas wawasan dan cakrawala Anda.

Jadikan kebiasaan

Anda siap untuk ke tahap berikutnya, yaitu menjadikan belajar suatu kebiasaan? Anda bisa memulainya perlahan. Cara paling mudah untuk menjadikan sesuatu kebiasaan adalah membuat jadwal. Tetapkan waktu yang menurut Anda terbaik. Setiap orang berbeda-beda, ada yang memilih pagi-pagi karena merasa masih “segar”, atau justru malam hari sebelum tidur.

Jadikan ritual setiap hari untuk membaca artikel-artikel dan berita-berita terbaru. Anda juga bisa membaca kisah sukses orang lain untuk menambah motivasi. Membaca kisah sukses orang lain bisa menambah motivasi Anda untuk terus maju dan mencapai kesuksesan.

Apa lagi cara terbaik selain belajar dari ahlinya? Cobalah mencari seseorang untuk menjadi mentor Anda, yang bisa membantu Anda dan memberi saran-saran. Jika Anda tidak menemukan seseorang di dekat Anda untuk dijadikan mentor, Anda juga bisa mencari secara online video-video wawancara dan pidato motivasi dari orang yang Anda anggap sukses.

Mengistirahatkan Otak

Hal “kecil” yang sering diabaikan namun sangat penting adalah, otak kita juga butuh stirahat. Pastikan Anda mendapat tidur yang cukup setiap malam 7 sampai 9 jam sehari. Juga di siang hari ketika Anda terjaga, luangkan waktu untuk beristirahat dari lingkungan sekitar, tanpa gangguan apapun, untuk berefleksi.

Ketika Anda mengosongkan pikiran seperti ini, ide-ide akan lebih mudah datang. Dengan rutin mengasah otak dengan terus belajar dan memberinya cukup istirahat, otak Anda akan selalu muda dan pintar.

“Dunia ini adalah sekolah dan semua orang di dalamnya adalah guru. Pastikan ketika Anda bangun pagi ini Anda berangkat untuk belajar.” – Bishop T.D. Jakes

Non-Teknis

cop
Beberapa hal berikut adalah hal-hal Non Teknis yang harus dimiliki / diajarkan Upline kepada Downline-Downline-nya.

KEHIDUPAN RELIGIUS
Menjalankan ibadah sesuai dengan ketentuan agamanya masing-masing

Mendoakan Bisnis HD setiap hari

Menjalankan Bisnis HD ini dengan ketentuan agamanya masing-masing


KEYAKINAN
Yakin dengan perusahaan:
  • Lihat Diskit
  • Company Profile
  • Membuka website HD di Internet (www.hdindonesia.com)

Yakin pada produk:
  • Mengkonsumsi produk
  • Mengikuti Training PK
  • Membaca Buku RKA
  • Konsultasi ke Dokter Konsultant

Yakin pada Bisnis:
  • Menghadiri ke Pertemuan (GM/Pelicant Import/MLK/RTS/DMC/BEST.dll)
  • Membaca/Meminjamkan Buku
  • Mendengarkan/Meminjamkan CD/DVD
  • Meminjamkan majalah/buletin/brosur/katalog

Yakin kepada Support System Billionaires:
  • Menunjukkan sistem pendidikan di Billionaires Support System
  • Menunjukkan majalah, kisah sukses para Enterpriser yang telah berhasil menjalankan Bisnis HD, dimana keberhasilan mereka karena mengikuti dan mendapat pengetahuan yang luar biasa dari Billionaires Support System.

ANTUSIAS
Ajarkan untuk melakukan Best Performance (tarik nafas, gerakan leher, tangan keatas, lompat dan lari-lari kurang lebih 10 detik).
Mengajak ke pertemuan
Mendengarkan CD/DVD SS
Mendengarkan lagu-lagu yang menggugah semangat (dengar lagu-lagu CD Billonaires)
Diberikan Motivasi
Pastikan pendapatan mereka meningkat.

POLA PIKIR
Berpola pikir sebagai pengusaha diperlukan dalam menjalankan bisnis ini. Sebagai seorang pengusaha diperlukan modal dan usaha untuk mendapatkan hasil. Modal yang dibutuhkan baik materi maupun non materi.

Modal non materi meliputi sikap, pengetahuan, kemampuan, waktu.
Modal materi kita pergunakan berupa investasi CD/DVD, buku, seminar, peralatan maupun untuk biaya-biaya dalam menjalankan bisnis ini.

Sedangkan usaha-usaha yang dilakukan harus meliputi kerja keras, pantang menyerah dan belajar dari kesalahan.

Untuk berhasil di Bisnis HD kita tinggal mengikuti sistem yang ada dan mengaplikasikannya.

KEPERCAYAAN DIRI
Bila seseorang memiliki kepercayaan diri, dia akan berani melakukan apapun dengan antusias dan tentunya akan membawa hasil yang maksimal.

Kepercayaan diri ditingkatkan dari penampilan luar seseorang maupun apa yang dipikirkan tentang dirinya. Prestasi yang dicapai akan membantu meningkatkan kepercayaan diri seseorang. Jadi tingkatkan pencapaian prestasi Anda di bisnis ini.

Untuk mendukung pengembangan kepercayaan diri, kita bisa mengingat prestasi yang sudah pernah kita capai sebelumnya walaupun itu tampak sederhana, misalnya, memenangkan lomba di sekolah/lingkungan rumah, berhasill naik kelas, lulus sekolah.


KOMITMEN
Untuk membuat sebuah tujuan lebih pasti tercapai kita membutuhkan komitmen.
Komitmen adalah suatu ikrar yang kuat untuk rela menjalani pekerjaan yang harus dikerjakan demi tercapainya impian yang diharapkan.

KEBERANIAN
DALAM MENGUNDANG, BLIND PROSPEK, PRESENTASI DAN CLOSING
Manusia adalah makhluk yang berani, buktinya setiap saat bisa bertemu dengan maut tetapi bisa sambil tersenyum.
Saat kita bernafas kita bisa menghirup gas beracun tapi kita tidak memakai masker. Kita tidak mempunyai kekuatiran.
Saat kita makan bisa saja mengandung zat beracun tapi kita tidak pernah melakukan tes apakah makanan itu mengandung zat beracun atau tidak.
Untuk hal-hal yang bisa merenggut nyawa, kita tidak pernah ketakutan sedikitpun.
Kenapa kita harus mengundang, blind prospek, presentasi di depan banyak orang.

Bagaimana menumbuhkan keberanian:
  • Memberi contoh mengundang, presentasi, blind prospek, closing (menunjukkan caranya)
  • Melakukan roleplay dan melakukan pendampingan di lapangan.

KETEKUNAN
RAJIN, TIDAK MEMBUANG WAKTU, TIDAK MALAS

Seorang Enterpriser bisa mendapatkan pendapatan 10 juta/bulan dalam kurun waktu 3 tahun atau 100 juta/bulan dalam kurun waktu 3 tahun ditentukan oleh ketekunan mereka dalam menjalankan bisnis ini.

Semakin tinggi ketekunan Anda semakin cepat waktu yang dibutuhkan untuk mewujudkan impian-impian Anda.

Satu hal yang membuat perbedaan antara seseorang yang berhasil mengerjakan pekerjaannya atau gagal adalah seberapa ulet dia mencari jalan untuk menyelesaikan pekerjaannya.


KEULETAN
Seekor semut tidak akan terpaku diam saati ada yang menghalangi jalan didepannya, semut akan berusaha mencari jalan membelok kekiri atau kekanan, menggali ke bawah bahkan kalau perlu naik merayapi yang menghalangi jalan itu. Demikian kita manusia, kalau kita bisa ulet seperti semut dalam bekerja, tidak mudah putus asa, fokus pada solusi, bukan masalah maka kita bisa cepat mewujudkan impian-impian kita.

Bisa menerima sesuatu yang tidak sesuai dengan  harapan dia, dengan memahami bahwa rencana Tuhan yang terbaik, orang bisa sangat kecewa, mengalami kesedihan dan kepedihan di hatinya. Saat apa yang terjadi yang dia alami tidak sesuai dengan yang dia pikirkan, rencanakan dan harapkan. Tapi kalau orang itu mau menyadari bahwa segala sesuatu didunia ini terjadi atas seijin Tuhan maka diapun akan mengerti bahwa yang tidak sesuai dengan rencananya, kalau itu terjadi berarti sesuai dengan rencana Tuhan.

Mungkin Anda menemukan rekan kerja Anda yang malas sehingga membutuhkan waktu lebih dari 5 tahun untuk mendapatkan 10 juta/bulan, tetapi setelah dia sadar pendapatannya meningkat.

KEBESARAN JIWA
Kebesaran jiwa terhadap prospek dan downline:
  • Memahami kenapa prospek negatif thinking, hal itu dikarenakan mereka belum tahu. Justru karena itu kita lakukan presentasi karena prospek belum tahu peluang ini seperti yang Anda ketahui tentang bisnis ini.
  • Memahami bahwa mereka belum mengetahui kelebihan-kelebihan bisnis ini seperti yang Anda ketahui.

Kebesaran jiwa terhadap Upline dan Cross line:
  • Memahami mungkin terjadi kesalahpahaman dalam komunikasi atau yang bersangkutan sedang ada masalah saat itu.

KESABARAN
Kita harus menyadari segala sesuatunya butuh waktu untuk tumbuh. Demikian juga dengan bisnis kita di bisnis ini. Pohon butuh waktu untuk tumbuh dan berbuah.

Enterpriser HDI yang saat ini menerima pendapatan puluhan atau ratusan juta/bulan tidak mereka capai dalam waktu 3 bulan tapi butuh waktu hingga lebih dari 3 tahun.
Contoh Bapak Julianto
bulan ke 1 --> 125 ribu,
bulan ke 2 --> 380 ribu,
bulan ke 3 --> 1.25 juta,
bulan ke 6 -->  4.8 juta
bulan ke 12 --> 12.8 juta

KONSISTENSI
Seperti kita mengayuh sepeda, pertama kali kita memulai akan terasa berat tapi setelah mulai berjalan akan terasa ringan. Juga kalau kita memompa air dengan menggunakan pompa tangan, pertama kali memompa tidak ada air yang keluar tapi usaha itu harus terus kita lakukan. Tangan kita tidak boleh berhenti menggerakkan tangkai pompa itu sampai air keluar. Kalau kita berhenti di tengah sebelum air keluar maka kita harus mengulang dari awal.

Demikian juga waktu kita menjalankan bisnis ini, kita harus memiliki konsistensi dalam menjalankannya. Kalau kita menjalankan 1 Minggu jalan, 1 Minggu berhenti, kemudian jalan lagi maka kita tidak pernah mendapatkan hasil yang maksimal.

Ingat, lebih mudah menjalankan terus menerus daripada menjalankan, berhenti, menjalankan, berhenti, baru setelah berhenti akan terasa berat sekali memulai lagi.

KEMANDIRIAN
Hanya Tuhan dan saya yang bisa menentukan masa depan saya. Orang lain tidak berhak menentukan masa depan saya. Kalau kita setuju dengan kalimat itu maka berhasil atau gagalnya kita di Bisnis HD hanyalah atas ijin Tuhan dan bagaimana kita sendiri membayar harganya (mengupayakan atau mengusahakan sedemikian rupa) sehingga salah satu kunci keberhasilan di bisnis ini adalah bagaimana kita tidak bergantung pada orang lain dalam mengembangkan bisnis ini. Kita harus bisa melakukan sendiri/mandiri dari semua yang ada.

Pelajari POS.

KEPEDULIAN
Dalam kehidupan tidak seorangpun bisa hidup sendiri tanpa ada makhluk lain. Demikian juga kita di bisnis ini, untuk kita dapat berhasil kita membutuhkan kerjasama dengan banyak Enterpriser baik upline maupun downline.

Kerjasama yang baik harus dimulai dari kita dulu yang mau peduli pada orang-orang di sekililing kita. Kita mau menolong apa yang rekan kerja kita butuhkan untuk menghadapi permasalahan yang sedang mereka hadapi.

KEPEKAAN
Peka terhadap lingkungan atau mudah menyadari perubahan-perubahan yang terjadi disekililing kita, baik perubahan yang kearah buruk atau perubahan kearah yang baik. Dengan memiliki kepekaan kita bisa mengambil langkah yang terbaik untuk mengantisipasi perubahan yang buruk atau memanfaatkan momentum untuk perubahan yang lebih baik.

Kepekaan terhadap rekan kerja. Kepekaan yang terjadi pada diri rekan kerja kita akan membantu kita untuk cepat mengambil tindakan yang dibutuhkan oleh rekan kerja kita (dari hal-hal yang kecil seperti ulang tahun, saat melihat dia sedih kita datang padanya, bersimpati dan bertanya apa yang bisa kita bantu, kalau dia bergembira kita bertanya dan memberi ucapan selamat kalau hal itu perlu dan bersuka cita bersama).

SIKAP

Sikap kita pada Tuhan.

  • Selalu bersyukur dengan segala sesuatu yang terjadi/menimpa kita baik hal yang buruk menurut kita ataupun hal yang baik. Sebab kita menyadari yang buruk menurut kita belum tentu buruk juga menurut Tuhan, karena hal yang buruk menurut kita dalam kehidupan bisa jadi adalah proses pendewasaan/pengembangan diri kita yang dilakukan oleh Tuhan terhadap kita. Wujud dari perasaan syukur kita kepada Tuhan adalah memiliki kehidupan religius yang baik dan sebisa mungkin melakukan segenap ajaran agama yang kita anut dalam kehidupan kita.
  • Tidak bersungut-sungut terhadap keadaan yang kita hadapi. Kalau kita bersungut-sungut berarti kita sudah mengatakan Tuhan salah. Bukankah Tuhan tidak pernah salah, karena Tuhan Maha Baik dan Maha Benar.

Sikap kita terhadap diri sendiri.
  • Kita harus mencintai diri sendiri. Pertama-tama kita harus bisa mencintai diri sendiri baru orang lain. Kalau kita mencintai diri sendiri maka kita selalu memperlakukan dengan baik diri kita dengan selalu bersyukur kepada Tuhan, menerima  segala yang ada dalam diri kita (bentuk wajah, bentuk fisik, warna kulit, bentuk suara), menerima segala keadaan yang terjadi (keberhasilan, kegagalan, kebahagiaan, kesedihan) dengan begitu kita selalu mempunyai sikap yang baik atau sikap positif, bersyukur, gembira, berani, jujur, rendah hati, dsb.
  • Kalau kita memiliki sikap yang baik maka secara otomatis kita bisa memperlakukan orang lain dengan baik dan sebaliknya orang lain juga akan memperlakukan kita dengan baik pula. Bukankah kalau orang lain memperlakukan diri kita dengan baik maka kita kan bahagia dan itu adalah perwujudan bahwa kita mencintai diri kita sendiri.

Sikap kita terhadap orang lain.
  • Kita harus bisa memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Walaupun mungkin ada orang melakukan hal yang meyakiti kita atau kurang benar, kita tidak boleh melakukan hal yang sama pada orang lain. Ingat! KITA MEMPERLAKUKAN SEBAGAIMANA KITA INGIN DIPERLAKUKAN orang lain.
  • Kalau kita ingin dibantu, maka kita harus membantu orang lain walaupun kita merasa tidak ada orang lain yang membantu kita.
  • Kalau kita ingin diperhatikan, maka kita harus memperhatikan orang lain walaupun kita merasa tidak ada orang lain yang memperhatikan kita.
  • Kalau kita ingin dipahami, maka kita harus memahami orang lain walaupun kita merasa tidak ada yang memahami kita.


KEJUJURAN
Seringkali jujur adalah hal yang paling menyakitkan tapi kejujuran adalah salah satu hal yang terbaik dalam kehidupan kita. Kalau kita selalu jujur dalam kehidupan kita maka orang lain akan menghargai kita.

Tidak melakukan kecurangan disaat kita berhubungan dengan orang lain.

Berikan hak orang lain yang sudah menjadi hak mereka. Kita tidak boleh serakah.

KEDISIPLINAN
Kita harus melakukan segala sesuatunya seperti yang sudah seharusnya dilakukan. Kalau kita keluar dari sistem yang sudah ada itu akan mempersulit kita sendiri.

Kedisiplinan dalam hal waktu akan membuat waktu kita menjadi efektif dan produktif, tidak akan terbuang-buang untuk hal-hal yang tidak perlu tentunya hal ini akan mempercepat tercapainya tujuan yang kita inginkan.

KERENDAHAN HATI
Tidak menyombongkan diri atas keberhasilan yang sudah diraih.

Selalu menunjukkann rasa syukur kepada Tuhan dengan menyatakan bahwa keberhasilan itu semata-mata karena kemurahan Tuhan yang dilimpahkan atas dirinya, juga atas bantuan rekan-rekan disekililing dia yang sudah mendukung prestasi yang sudah diraih (baik staf managemen, upline, crossline, downline, konsumen maupun orang lain).

Tidak marah saat mengalami penolakan, penghinaan yang ditujukan pada dirinya dengan cara memaafkan orang-orang yang telah menyakiti kita.

DREAM
Memenuhi kebutuhan akan:
  • Biaya hidup sehari-hari
  • Tabungan untuk keperluan mendadak (sakit, kecelakaan, bencana)
  • Peningkatan taraf hidup (rumah. mobil, pendidikan anak, rekreasi)

Sudahkah Anda membuat Dream Book?
Cara membuat Dream Book yang baik:
  • Tempelkann brosur kebutuhan hidup yang Anda inginkan pada buku Dream Book dan wujudkan.
  • Tempelkan Foto orang yang Anda cintai yang akan menikmati itu bersama Anda.
Cara Penggunaan:
Letakkan pada tempat yang mudah Anda raih (meja rias, meja kerja, samping tempat tidur)

PENGETAHUAN
Kalau seseorang ingin berhasil disebuah bidang maka dia membutuhkan pengetahuan dibidang tersebut. Billionaires memiliki sistem pendidikan yang menjamin seseorang akan memiliki pengetahuan yang dibutuhkan.

KEMAMPUAN
Pengetahuan yang dimiliki tidak akan berarti apa-apa kalau tidak dirubah menjadi kemampuan. Caranya dengan kita menerapkan pegetahuan yang kita miliki dan kemampuan akan semakin meningkat apabila kita mempunyai "jam terbang" yang tinggi. Misalnya kemampuan berbicara, kemampuan presentasi, kemampuan closing, kemampuan Follow Up.

KEPEMIMPINAN
Sesuai dengan motto kepemimpinan di Billionaires, pemimpin yang terbaik adalah pelayan kelas wahid maka sebagai pemimpin kita harus melayani orang lain.

Menjadi pemimpin yang melayani adalah dengan memberikan contoh kepada rekan kerjanya. Contoh dalam segala sisi aspek kehidupan (kehidupan religius, sikap, pengetahuan, skill / kemampuan, action / tindakan).

ACTION
Buat perencanaan

Lakukan apa yang sudah Anda rencanakan

Awali dengan cepat apa yang sedang kita lakukan

Evaluasi hasil dari pekerjaan yang kita lakukan.

Melakukan pembenahan apabila diperlukan serta meningkatkan yang bisa ditingkatkan

Ulangi langkah dari PACU dan didasari PAKSA untuk meningkatkan Bisnis HD Anda.

Teknis

cop
Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diketahui Upline terhadap kemampuan Downline-downline-nya tentang TEKNIS yang harus dikuasai. Kemampuan itu antara lain:

DREAM
Penggunaan Dream Book.
Tahukah Anda bagaimana cara membuat Dream Book?

Sudah tahu belum cara penggunaan Dream Book?

PENGHARGAAN YANG BISA DIPEROLEH
Apakah sudah tahu penghargaan-penghargaan yang bisa diperoleh baik non materi maupun materi?

DAFTAR NAMA
Apakah sudah bisa membuat Daftar Nama dengan baik beserta cara pengklasifikasian-nya?

Apakah sudah bisa memilih mana yang harus di presentasi terlebih dahulu?

BLIND PROSPEK
Apakah sudah bisa melakukan Blind Prospek?

Apakah selalu melakukan Blind Prospek ketika Daftar Nama Anda habis?

MEMBUAT RKH
Apakah sudah bisa membuat RKH dengan baik dan benar?

Apakah membuat RKH Anda secara rutin (setiap Minggu)?

PENGAWASAN PELAKSANAAN RKH
Apakah sudah mengetahui bagaimana melakukan pengawasan terhadap RKH yang dimiliki?

Apakah sudah mengetahui cara melakukan pengawasan RKH rekan kerjanya?

MENGUNDANG / MEMBUAT JANJI
Apakah sudah bisa mengundang/membuat janji ke prospek dengan baik dan benar?

Apakah sudah bisa mengundang Downline datang ke GM?

PRESENTASI
Apakah sudah bisa melakukan Presentasi dengan baik dan benar untuk presentasi perorangan?

Apakah sudah bisa melakukan Presentasi dengan baik dan benar di depan orang banyak?

CLOSING
Apakah sudah bisa melakukan Closing dengan baik dan benar?
(Apakah dalam melakukan Closing tidak segan untuk meminta KTP prospek?)

Apakah selalu mencoba melakukan Closing dengan Paket E2?

FOLLOW UP
Follow Up Blind Prospek
Apakah sudah bisa melakukan Follow Up dengan baik dan benar kepada Blind Prospek?
(Apakah selalu mem-Follow Up Blind Prospek paling lambat 2 x 24 jam)

Apakah sudah bisa melakukan Follow Up dengan baik dan benar kepada prospek?

Apakah sudah bisa melakukan  Follow Up dengan baik dan benar kepada konsumen?

Apakah sudah bisa melakukan Follow Up dengan baik dan benar kepada downline?

Apakah sudah bisa melakukan Follow Up dengan baik dan benar kepada rekan kerja?

Apakah sudah bisa melakukan Follow Up dengan baik dan benar kepada orang kunci?

Apakah sudah bisa melakukan Follow Up dengan baik dan benar kepada leader?


MENGIKUTI PERTEMUAN & PENGEMBANGAN DIRI
Pertemuan untuk mengembangan diri kita yang diadakan oleh Billioanaires
  • 5 Training Dasar
  • GM
  • MLK
  • BSM
  • RTS / Convention
  • BMW
  • BEST
  • BIG
  • Middle
  • Diamond Summit

PENGEMBANGAN DIRI
Apakah sudah melakukan pengembangan diri:
  • 3M (Membaca buku, Mendengarkan CD/Kaset, Menghadiri Pertemuan)
  • Menjalankan Bisnis HD, dari situ kita mendapatkan pengalaman yang bisa menjadi "Guru" untuk kita.
  • Melakukan Konsultasi / Diskusi dengan Upline

KONSULTASI
Apakah selalu melakukan konsultasi dengan Upline Leader minimal sekali dalam seminggu?

Apakah selalu memberikan konsultasi secara rutin kepada downline?

Apakah selalu bisa memberikan pemecahan atas permasalahan yang dihadapi oleh downline?

Apa saja peralatan dan data yang disiapkan pada saat konsultasi?

Bagaimana cara dan gaya bicara saat melakukan konsultasi?


EDIFIKASI
Apakah sudah tahu cara mengedifikasi:
  • Upline
  • Downline
  • Cross Line yang qualified
  • 3M

MELAKUKAN OPEN MIND
Apakah selalu melakukan Open Mind awal kepada downline?

Apakah selalu melakukan Open Mind yang berkesinambungan kepada:
  • Rekan Kerja?
  • Orang Kunci?
  • Leader Anda?

TAHU PENGGUNAAN LEMBARAN BROSUR
Apakah sudah mengetahui semua penggunaan Lembaran Brosur Billionaires yang ada?

TAHU PENGGUNAAN BUKU
Apakah sudah membaca buku-buku yang disarankan oleh Billionaires?

Apakah sudah mengerti dari buku yang dibaca?

Apakah sudah mengetahui semua penggunaan buku dan bisa menggunakan buku yang disarankan oleh Billionaires dengan baik dan benar?

Buku yang disarankan untuk:
Membuka wawasan tentang bisnis MLM (The Secret Book of MLM, Business School. Cashflow Quadrant, MLM Power)

Memotivasi rekan kerja

Membentuk sikap

Menumbuhkan pengetahuan

Kepemimpinan

TAHU PENGGUNAAN KASET/CD/DVD
Apakah sudah mendengar kaset-kaset / CD/DVD yang ada di Billionaires?

Apakah Anda mengerti dari kaset/CD/DVD yang Anda dengar?

Apakah Anda sudah mengetahui semua penggunaan kaset/CD/DVD dan bisa menggunakan kaset/CD/DVD yang ada di Billonaires dengan baik dan benar?

Kaset/CD/DVD untuk:
  • Dipinjamkan kepada prospek (produk/bisnis)
  • Dipinjamkan kepada downline (produk/bisnis)
  • Kaset/CD/DVD untuk meningkatkan keyakinan dan semangat dari rekan kerjanya
  • Kaser/CD/DVD untuk mengembangkan kemampuan teknis rekan kerjanya
Tahu cara menggunakan momentum pertemuan dan cara mempromosikan pertemuan.

Apakah sudah mengetahui setiap pertemuan yang diadakan oleh Billionaires?

Apakah sudah bisa mempromosikan dengan baik dan benar setiap pertemuan yang diadakan oleh Billionaires?

MENDAMPINGI DOWNLINE
Apakah bisa mendampingi Downline dengan baik dalam hal:

Membuat RKH

Blind Prospek

Mengundang / Membuat Janji

Presentasi

Follow Up

Closing

Membuat GM Perdana (sampai bisa melakukan sendiri)

Membuat MLK Perdana (sampai bisa melakukan sendiri)

ME-ROLEPLAY DOWNLINE
Apakah sudah melakukan role play ke downline-downline?

Apakah bisa melakukan roleplay ke downline dengan baik dan benar?

MENGAKSES INTERNET
Apakah sudah bisa membuka Internet untuk membuka peta jaringan dan mengetahui kondisi bisnisnya?

Apakah sudah tahu apa saja yang harus dipelajari saat membuka peta jaringan di Internet?

EVALUASI JARINGAN
Apakah sudah tahu bagaimana melakukan evaluasi jaringan?

MEMOTIVASI REKAN KERJA
Apakah sudah tahu cara memotivasi rekan kerja Anda yang sedang down?

Apakah sudah tahu cara memotivasi rekan kerja yang sedang semangat?

Apakah sudah tahu cara memberi semangat rekan kerja Anda yang sedang mengejar targetnya?

Apakah sudah tahu alat-alat atau hal yang bisa di gunakan untuk melakukan motivasi?

MEMIMPIN GM
Apakah sudah bisa membawakan GM I dengan baik dan benar?

Apakah sudah bisa membawakan GM II dengan baik dan benar?

Apakah sudah bisa membawakan GM III dengan baik dan benar?

Apakah sudah bisa membawakan GM lanjutan dengan baik dan benar?

Apakah mengadakan GM dengan rutin setiap 2 Minggu sekali?

Apakah rekan kerja Anda rutin melakukan GM dengan:
  • Downline mereka? (seberapa sering: tiap minggu / bulan)
  • Rekan kerja mereka?
  • Orang kunci mereka?
  • Leader mereka?

TAHU PENGGUNAAN DISTRIBUTOR CARD
Apakah mengetahui fungsi Distributor Card dan tahu kapan penggunaan Distributor Card tersebut?

Apakah sudah menggunakan Distributor Card tersebut dengan baik dan benar?

MEMIMPIN MLK
Apakah bisa melakukan MLK sesuai dengan standar yang ada?

Apakah sudah melakukan MLK secara rutin?

COVID-19 Masih Mengintai

Meski berbagai aktivitas di ruang publik perlahan diperbolehkan dengan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), kita harus tetap waspada karena a...

PROMO BULAN INI!

Dapatkan Diskon harga yang menarik!
===============
GRATIS ONGKIR (GOSEND/GRAB, DLL) SETIAP BELANJA MINIMAL 800 RIBU
===============
INFO CEPAT
Hub. Tlp/WA 0821 9496 6109







  1. Promo-Promo lain yang tersedia (EASI STARTER SET), bisa langsung menghubungi WA Admin:

POPULAR POSTS

Recent Comments

DAFTAR MEMBER HDI Scan / klik disini:

Panduan Registrasi Online:
Cara Mendaftar Menjadi Member HDI