Tampilkan postingan dengan label FINANSIAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FINANSIAL. Tampilkan semua postingan

Punya Mobil

ingin punya mobil
Apa motivasi Anda bekerja dan mengumpulkan uang? Tentunya kita semua memiliki tujuan, baik itu jangka pendek dan jangka panjang. Memenuhi kebutuhan sehari-hari, menghidupi keluarga, dan menabung untuk masa tua, adalah kebutuhan primer.

Setelah semua kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi, pastinya ada kebutuhan tersier yang ingin Anda miliki. Salah satunya mobil. Kenapa tidak?

Memiliki mobil adalah cara menunjukkan status sosial dan simbol kesuksesan yang paling mudah karena terlihat oleh orang-orang. Tidak mungkin ‘kan, kita membawa rumah ke mana-mana, atau pamer ke orang-orang kalau kita punya banyak uang di bank.

Apalagi jika pekerjaan Anda memang memerlukan mobilitas yang tinggi sehingga akan lebih praktis jika Anda memiliki mobil.

Memiliki tujuan jangka pendek seperti ini tidak ada salahnya karena akan membuat Anda semakin termotivasi dan giat dalam bekerja atau berusaha, namun perlu diingat juga untuk realistis dan memiliki tahapan-tahapan yang terencana dalam proses menuju ke sana. 

Anda juga perlu memiliki persistensi dan tidak kehilangan semangat di tengah-tengah ketika mendapat banyak hambatan.

Ketika mempunyai suatu tujuan, yang harus kita lakukan adalah menyiapkan rencana bagaimana untuk bisa mencapainya. Jangan pesimis duluan ketika tujuan tersebut memang baru bisa terlaksana dalam jangka waktu yang cukup lama, seperti harus mencicil dalam jangka waktu tertentu. Perhitungkan kemampuan finansial Anda.

Ada faktor-faktor yang perlu diperhitungkan sebelum Anda membeli atau mencicil mobil, antara lain:
  • Anda sudah memiliki penghasilan tetap. Jika penghasilan Anda tidak tetap setiap bulannya, amati berapa penghasilan minimal Anda setiap bulan dan apakah setelah dikurangi pengeluaran tetap, sisanya masih cukup untuk membayar cicilan mobil. Jangan andalkan pendapatan yang tidak pasti datangnya seperti bonus. Jangan sampai Anda kewalahan ketika tidak sanggup membayar.

  • Anda sudah memiliki rumah atau sedang mencicilnya (dengan dana yang aman). Memiliki rumah adalah investasi yang jauh lebih baik dibanding memiliki mobil yang harganya terus turun.

  • Anda tidak memiliki utang.

  • Anda sudah memiliki investasi untuk pensiun dan darurat.

  • Pekerjaan Anda membutuhkan mobilitas tinggi.

  • Jika Anda sudah bisa membeli atau mencicil mobil, dana yang dikeluarkan tidak berhenti sampai di situ. Pikirkan juga asuransi mobil, biaya operasional yang akan Anda keluarkan setiap harinya seperti bensin, parkir, tol, dan servis. Semua biaya ini harus Anda perhitungkan juga dan tidak boleh mengganggu pos pengeluaran lainnya.
Mungkin Anda merasa penghasilan Anda masih pas-pasan untuk bisa membayar cicilan mobil setiap bulannya. Jangan patah semangat karena justru hal tersebut harus bisa memotivasi Anda untuk berbuat lebih dan bekerja lebih keras dari biasanya.

Jika Anda memiliki penghasilan tetap, mungkin Anda bisa mencoba pekerjaan sampingan, dan jika Anda seorang wirausahawan, bisa bekerja lebih giat lagi untuk menambah penghasilan. Anda juga bisa mengurangi pos-pos pengeluaran lain yang masih bisa dihemat.

Terakhir, tetaplah bersyukur dengan apa yang Anda punya dan dapatkan selama ini. Terus berjuang untuk meraih kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya dengan tetap realistis. Raih mimpi sesuai kemampuan dan potensi diri.

Lima Kantong

lima kantong
Ketika masih muda Anda tidak perlu takut menjadi miskin. Anda hanya perlu mengetahui bagaimana berinvestasi pada diri Anda sendiri dan meningkatkan kebijaksanaan dan kualitas diri Anda. Berusaha untuk mengetahui hal-hal apa saja yang penting dalam hidup ini di mana kita perlu berinvestasi di dalamnya. 

Berapapun penghasilan yang bisa Anda dapatkan dalam sebulan, mulailah agar memisahkan ke dalam 5 kantong. Selalu menjadikan diri Anda bermanfaat bagi orang lain, selalu meningkatkan investasi sosial Anda, membangun relasi dan jaringan pertemanan serta hubungan bisnis, terus mengikuti pembelajaran yang meningkatkan kepercayaan diri Anda, buat rencana liburan ke luar negeri dan laksanakan, karena itu bisa mengembangkan cara pandang Anda, dan terus tingkatkan penghasilan Anda.

Membagi Penghasilan Anda dalam 5 kantong

Sebagai contoh, saat ini Anda mempunyai pendapatan sebulan Rp. 4.000.000,- (4 juta), standar hidup yang cukup baik untuk saat ini. Maka mulailah dengan memisahkan kedalam 5 kantong finansial Anda dengan pembagian sebagai berikut:
  • Kantong pertama isikan sekitar Rp.1.200.000,-
  • Kantong kedua sekitar Rp. 800.000,-
  • Kantong ketiga sekitar Rp. 600.000,-
  • Kantong keempat sekitar Rp. 400.000,-
  • Kantong kelima sekitar Rp. 1.000.000,-

Kantong pertama (Rp.1.200.000,-)

Anda pergunakan untuk biaya hidup. Dengan gaya hidup sederhana, Anda akan membiasakan diri dengan menghabiskan Rp. 40.000,- sehari. Mungkin bisa mulai dengan sarapan semangkuk Mie, sebutir telur dan segelas susu, Kemudian dilanjutkan dengan makan siang sedikit camilan dan sepotong buah, dan ketika makan malam Anda bisa memasak di dapur sendiri dengan 2 macam sayuran dan segelas susu sebelum tidur.

Jika dibuat kira-kira biaya untuk makan ini dalam sebulan sekitar Rp. 1.000.000,- sampai Rp. 1.200.000. Untuk Anda yang masih muda, kondisi tubuh Anda tidak akan memiliki banyak persoalan dengan gaya hidup seperti ini.

Kantong kedua (Rp. 800.000,-)

Digunakan untuk memperluas jaringan relasi pergaulan Anda, pertemanan dan hubungan bisnis. Sisihkan sekitar Rp. 200.000,- untuk biaya pulsa Telpon/Handphone, Rp. 600.000,- untuk mentraktir teman Anda 2 kali dalam sebulan. Selalu pastikan bahwa teman yang akan Anda traktir ini adalah orang yang lebih berpengetahuan dari Anda, lebih kaya atau orang yang telah membantu/menolong dalam karir Anda.

Selalu lakukan kebiasaan ini setiap bulannya. Setelah satu tahun, akan terlihat lingkaran pergaulan Anda akan memberi nilai tambah yang sangat besar, reputasi, pengaruh dan nilai Anda semakin dikenal sekaligus Anda juga dikenal sebagai orang yang baik dan murah hati.

Kantong ketiga (Rp. 600.000,-)

Sisihkan setiap bulannya sekitar Rp. 100.000,- hingga Rp. 200.000,- untuk belajar dan menambah pengetahuan, misalnya dengan membeli buku, mengikuti training atau pelatihan tertentu. Karena Anda saat ini belum memiliki banyak uang, Anda harus banyak belajar.

Dengan rajin membaca buku dan mendapatkan pelajaran dan strategi-strategi yang diajarkan dalam sebuah buku atau pelatihan dan training tersebut, buatlah sebuah cerita rangkuman dengan bahasa Anda sendiri, mengingat dan mempraktekkan apa yang sudah Anda pelajari, kemudian membagikan hasil pembelajaran Anda kepada orang lain sehingga dapat meningkatkan kredibilitas dan daya tarik Anda.

Anda bisa menyisihkan secara bertahap hingga Rp.1.000.000,- untuk mengikuti berbagai pelatihan lanjutan, dengan semakin meningkatnya penghasilan dan simpanan yang lebih besar ikuti pelatihan yang lebih tinggi, karena ketika Anda selalu mengikuti pelatihan-pelatihan yang lebih baik, Anda bukan hanya memperoleh peningkatan pengetahuan, tapi juga bertemu teman-teman yang sejalan dengan Anda yang susah ditemukan ketika tidak dalam event seperti itu.

Kantong keempat (Rp. 400.000,-)

Mulai rencanakan liburan Anda saat ini. Memberi hadiah bagi diri sendiri setidaknya sekali dalam setahun. Dapatkan pengalaman dari apa saja yang Anda amati, mencari cara agar dapat tinggal di penginapan yang dapat menghemat biaya.

Dalam beberapa tahun ke depan, Anda sudah mengunjungi beberapa negara yang tentu saja banyak memberi Anda pengalaman yang berbeda-beda, pergunakan pengalaman tersebut untuk mengisi ulang diri Anda, yang dapat membuat Anda selalu memiliki semangat dan gairah dalam bekerja serta rencana lain yang lebih menantang.

Kantong kelima (Rp. 1.000.000,-)

Berinvestasi. Jadikan 1 juta ini modal usaha. Misalnya Anda gunakan untuk usaha kecil-kecilan, atau mencari peluang bisnis dengan modal yang kecil tapi tetap bisa mendapat peluang penghasilan yang besar, karena dengan modal yang kecil, tentu lebih aman. Anda bisa mulai dengan mencari toko atau agen grosir dan temukan barang yang bisa dijual lagi.

Sekalipun misalnya nanti ternyata usaha Anda tersebut tidak jalan, Anda tidaklah terlalu banyak kehilangan uang, namun bila ternyata justru mulai menghasilkan, hal tersebut sangat membantu meningkatkan kepercayaan diri dan keberanian Anda dan mendapatkan sebuah pengalaman baru dalam berbisnis atau membuka usaha.

Saat penghasilan semakin meningkat, mulailah membeli produk investasi jangka panjang dan lindungi kondisi keuangan dan keluarga Anda sehingga apapun yang terjadi Anda akan selalu memiliki cukup uang dan kualitas hidup Anda tidak merosot.

Nasehat

Setelah Anda lakukan cara hidup seperti diatas selama 1 tahun dan ternyata penghasilan Anda masih tetap Rp. 4.000.000,- artinya Anda tidak bertumbuh, atau Anda dengan sengaja telah merubah skenario diatas sedemikian rupa sehingga melenceng dari target yang diharapkan.

Maka seharusnya Anda malu dengan diri sendiri, jadi sekarang pergilah ke supermarket dan beli sepotong tahu yang paling keras. Bawa pulang ke rumah, kemudian lemparkan itu ke kepala Anda sendiri karena Anda pantas mendapatkannya!

Tetapi meskipun ternyata penghasilan Anda meningkat menjadi Rp. 6.000.000,- Anda masih perlu bekerja keras lagi. Anda harus mencari kerja sambilan tambahan. Sebaiknya Anda menemukan pekerjaan dibidang penjualan (sales). Melakukan penjualan itu sangat menantang, sekaligus cara tercepat untuk Anda agar memiliki kemampuan menjual, karena ini akan menjadi ketrampilan yang sangat mendasar yang dapat dibawa sepanjang karir Anda.

Semua pengusaha sukses adalah juga seorang penjual, karena memiliki kemampuan untuk menjual mimpi dan visi mereka agar dijalankan dan menjadi kenyataan pencapaian pada akhirnya.

Saat melakukan penjualan, Anda akan bertemu dengan orang-orang yang suatu saat nanti akan sangat berguna bagi karir Anda. Begitu memasuki dunia penjualan, Anda akan segera belajar apa yang bisa dijual dan apa yang tidak.

Pergunakan ketajaman kemampuan tersebut untuk mendeteksi keinginan pasar sebagai dasar untuk menjalankan bisnis Anda dan mengidentifikasi produk mana saja yang akan sukses di masa yang akan datang.

Penampilan tentu sangat penting, tetapi belilah baju dan sepatu secukupnya saja, karena Anda bisa membelinya setiap saat setelah Anda kaya kelak. Tabunglah uang Anda dan belikan hadiah bagi orang-orang yang Anda kasihi dan ceritakanlah rencana dan target finansial Anda. Jelaskan pada mereka mengapa Anda begitu berhemat. Beritahu pada mereka bagaimana usaha dan tujuan untuk meraih impian yang Anda cita-citakan.

Setiap pengusaha membutuhkan bantuan, karena itu tawarkan diri Anda untuk bekerja paruh waktu disetiap kali ada kesempatan. ini akan mengasah Anda dan selalu meningkatkan kemampuan Anda. Anda akan merasakan mulai menjadi orang yang fasih dalam berkata-kata dan bergerak semakin dekat dengan tujuan keuangan Anda.

Setelah dua tahun, seharusnya penghasilan Anda akan meningkat setidaknya Rp. 10.000.000,- atau paling meleset sekitar Rp. 6.000.000,-. Jika kurang dari itu Anda tidak akan dapat bertahan dengan naiknya inflasi.

Dengan tetap menjaga keseimbangan ini, secara bertahap Anda akan mulai memiliki surplus. Ini adalah salah satu siklus dalam hidup Anda. Tubuh Anda akan semakin sehat dan kuat karena semakin mendapatkan banyak nutrisi dan perawatan. Teman-teman akan semakin banyak dan sekaligus akan mulai memiliki koneksi yang lebih berharga.

Anda juga akan mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan yang lebih bergengsi yang dapat membuka peluang mendapatkan proyek yang lebih besar, kesempatan yang lebih besar dan dengan segera Anda akan menyadari bahwa impian-impian Anda, kebutuhan untuk membeli rumah, mobil dan mempersiapkan dana pendidikan keluarga Anda akan mulai terwujud.

Inspirasi

Kehidupan dapat dirancang. Karir dapat direncanakan. Kebahagiaan dapat dipersiapkan. Anda harus mulai merencanakan saat ini. Ketika Anda miskin, habiskan lebih sedikit waktu di rumah dan lebih banyak waktu di luar. Ketika Anda kaya, tinggallah di rumah lebih banyak dan lebih sedikit di luar.

Ini adalah seni dalam kehidupan. Ketika Anda miskin, pergunakanlah uang Anda untuk orang lain. Ketika Anda kaya, pergunakanlah uang Anda untuk diri Anda sendiri. Banyak orang melakukan kebalikannya.

Ketika Anda miskin, berbuat baiklah pada orang lain. Jangan menghitung-hitung. Ketika Anda kaya, Anda harus belajar untuk membiarkan orang lain berbuat baik pada Anda. Anda harus belajar berbuat baik pada diri Anda sendiri lebih lagi.

Ketika Anda miskin, Anda harus terbuka dan membiarkan orang lain memanfaatkan kelebihan-kelebihan Anda. Ketika Anda kaya, Anda harus menjaga diri Anda dan jangan membiarkan orang memanfaatkan Anda. Hal-hal ini adalah cara hidup yang rumit yang tidak banyak dimengerti oleh orang.

Ketika Anda miskin, pergunakan uang Anda supaya orang lain dapat melihatnya. Ketika Anda kaya, jangan menunjukkannya untuk menyombongkan diri. Pergunakanlah uang Anda diam-diam untuk diri Anda sendiri. Ketika Anda miskin, Anda harus suka memberi.

Ketika Anda kaya, Anda tidak boleh terlihat menghambur-hamburkan uang Anda. Kehidupan Anda mungkin sudah mencapai kepenuhannya. Anda harusnya sudah mengalami ketentraman pada tingkatan ini.

Tidak ada salahnya dengan menjadi muda. Anda tidak perlu takut menjadi miskin. Anda perlu mengetahui bagaimana berinvestasi pada diri Anda sendiri dan meningkatkan kebijaksanaan dan kualitas diri Anda. Anda hanya perlu mengetahui hal-hal apa saja yang penting dalam hidup ini di mana kita perlu investasi di dalamnya.

Anda juga perlu mengetahui apa saja yang perlu Anda hindari sehingga Anda tidak perlu menghamburkan uang Anda untuk hal-hal tersebut. Ini adalah inti dari disiplin.
Usahakan untuk tidak menghamburkan uang untuk pakaian, tetapi belilah beberapa setelan yang berkelas. Usahakan untuk tidak sering makan di luar. Jika Anda harus makan di luar, pastikan Anda langsung membayar tagihannya.

Ketika Anda mentraktir orang lain makan, pastikan mereka adalah orang-orang yang memiliki impian yang lebih besar dari Anda dan bekerja lebih keras dari Anda.

Ketika biaya hidup tidak lagi menjadi masalah, ingatlah untuk menggunakan uang Anda untuk mengejar impian-impian Anda. Rentangkanlah sayap Anda dan beranilah untuk bermimpi! Pastikan Anda memiliki hidup yang luar biasa!

Tulisan ini dicontek dari pengajaran Li Ka-shing yang sangat menginspirasi 
tentang bagaimana bisa membeli mobil dan rumah dalam 5 tahun.

Mengetahui Diri Sendiri

saya, diri sendiri, aku, saya sendiri, motivasi
Semua orang pasti memiliki impian dan cita-cita dalam hidupnya. Hanya saja, semakin seseorang merasa dewasa, semakin banyak pula tantangan hidup yang akan di lalui.

Semakin bertambahnya usia, pastinya seseorang akan semakin memiliki sifat yang dewasa. Namun, semakin dewasanya seseorang akan semakin banyak pula tantangan hidup yang akan dilalui.

Hal ini akan membuat seseorang terkadang merasakan rasa kecewa, bahagia, kesulitan, putus harapan, sedih dan masih banyak lagi. Itu semua adalah rasa kehidupan yang pasti akan dirasakan semua orang selama hidupnya.

Namun, jangan sampai rasa yang tak menyenangkan membuat kamu berpikir bahwa ini adalah akhir kehidupan. Kehidupan kamu masih panjang, dan kamu harus mengetahui diri kamu sendiri agar bisa membuat hidup lebih bermakna.

Inilah dia ke lima hal yang perlu kamu ketahui pada diri kamu sendiri.

1. Masa Lalu Tidak Menggambarkan Siapa Kamu
Masa lalu yang kelam tidak mengggambarkan siapa diri kamu sebenarnya. Dan jangan jadikan masa lalu kamu tersebut sebagai penghalang untuk kamu melakukan hal yang lebih baik di hari ini atau pun esok dan hari selanjutnya yang akan datang. Kamu bisa belajar dari kesalahan kamu di masa lalu dan menjadikan hidup kamu lebih baik lagi.

2. Kamu Yang Menentukan Jalan Hidup Kamu Sendiri
Saat ada banyak orang yang meremehkan diri kamu, maka jangan buat ocehan itu sebagai gambaran kehidupan kamu. Karena hidup kamu, tidak bisa ditentukan oleh orang lain, yang menentukan hidup kamu adalah diri kamu sendiri, bukan orang lain.

3. Jangan Takut Gagal
Kegagalan merupakan awal dari kesuksesan. Tidak ada satu orang pun yang tidak pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya, jangan berpikir bahwa kamulah satu-satunya orang yang mengalami kegagalan. Jadi, jangan pernah kamu takut dengan kegagalan, karena dari kegagalan itulah akan membuat kamu semakin bijak dalam mengambil keputusan.

4. Berani Bermimpi Besar
Berani bermimpi yang besar merupakan hal yang tidak mudah di lakukan, karena kebanyakan orang merasa takut untuk bermimpi karena mereka takut dengan kekecewaan jika mimpi itu tidak terwujud. Nah, untuk itu kamu harus berusaha untuk mewujudkan semua mimpi itu. Berusahalah jangan hanya duduk diam dan memikirkan tentang mimpi kamu tersebut tanpa melakukan usaha untuk mewujudkannya.

5. Mengambil Keputusan Sulit = Pelajaran Berharga
Pelajaran yang paling berharga dalam hidup kamu sendiri, adalah saat kamu mengalami kesulitan untuk menentukan keputusan. Saat kamu mengalami salah dalam mengambil keputusan, jadikan hal tersebut sebagai pelajaran berharga, agar kamu lebih bijak lagi saat mengambil keputusan yang terbaik untuk kamu.

Sebagai manusia kita mampu untuk berjuang, tidak menyerah begitu saja kepada apa yang kita alami. Karena itu, teruslah berusaha mencapai segala aspirasi positif yang ingin kita capai. Sakit memang, lelah memang, tapi jika kita sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar.

Pada dasarnya, kehidupan kita akan lebih baik kalau kita hidup dengan cara hidup pilihan kita sendiri, bukan dengan cara yang dipilihkan orang lain untuk kita.

Nah, itulah dia ke lima hal yang harus kamu ketahui pada diri kamu sendiri.

Vemale.com

Pegawai - Buruh - Karyawan

pegawai, buruh, karyawan, gajian, anak buah, upahan, out sourcing
Menjadi pegawai, buruh atau karyawan di sebuah perusahaan, pabrik atau kantor instansi tertentu merupakan pekerjaan yang tidak gampang, karena kamu harus memiliki kecerdasan otak dan kemampuan yang lebih untuk membuat perusahaan tersebut senang dengan pekerjaan kamu.

Selain itu, para pegawai atau karyawan juga harus mengorbankan waktu mereka untuk menambah kekayaan pemilik perusahaannya tersebut. Tak jarang ada banyak pegawai atau karyawan yang harus lembur untuk kepentingan tempat mereka bekerja.

Hal ini pastinya bukan untuk menambah kekayaan pegawai tetapi untuk menambah kekayaan pemilik perusahaan. Oleh karena itu, ada pernyataan bahwa pegawai tidak bisa kaya itu benar. Karena pegawai bekerja untuk menambah kekayaan pemiliknya bukan untuk untuk dirinya.

Nah, mungkin ke empat alasan kenapa pegawai tidak bisa kaya ini ada benarnya juga. Seperti apa alasanya? Yuk, langsung saja kita simak ulasannya yang berikut ini.

1. Kamu terlalu sibuk menabung

Semua pegawai diketahui terlalu sibuk menabung untuk masa depan mereka. Memiliki pendapatan tetap setiap bulannya membuat mereka terlalu sibuk menyimpan uang yang akan di gunakan untuk masa depan. Hal ini tidak akan menambah kekayaan kamu, karena menabung tidak akan menambah uang menjadi banyak. Oleh karena itu, kamu harus beranikan diri untuk menginvestasikan uang kamu untuk bisnis, atau bisa membangun bisnis baru dengan memikirkan untuk menambah uang kamu semakin banyak.

2. Lebih mementingkan uang dari pada waktu

Kebanyakan pegawai lebih mementingkan uang dari pada waktu, karena mereka bekerja untuk mendapatkan uang dan menambah kekayaan pemiliknya, bukan untuk dirinya. Harus kamu ingat bahwa uang bukan segalanya tetapi waktulah yang segalanya, uang bisa kamu ambil setelah kamu menabungnya, tetapi waktu tidak bisa kamu ambil kembali setelah kamu melaluinya.

3. Takut mengambil resiko

Para pegawai biasanya sudah merasa nyaman dengan menerima gaji setiap bulannya dari perusahaan tempat bekerja. Mereka sudah terbiasa dengan hal itu sehingga mereka takut untuk mengambil risiko membuka bisnis baru yang lebih menguntungkan. Padahal harus kamu ketahui bahwa gaji kamu setiap bulan tidak akan menambah kekayaan kamu, karena orang yang kaya adalah orang yang berani mengambil resiko untuk membuka bisnis baru dan menjadikan dirinya kaya raya.

4. Membangun kekayaan orang lain

Menjadi pegawai pastinya akan menghabiskan banyak waktu untuk membangun kekayaan orang lain. Kamu akan lebih fokus untuk membangun kekayaan orang lain dari pada kekayaan kamu sendiri. Oleh karena itu, ada baiknya kamu berusaha untuk membuka bisnis baru dan menjadikan diri kamu kaya raya.

Itulah dia ke empat alasan kenapa pegawai tidak bisa kaya. Jadi, masih betah menjadi pegawai atau ingin mencoba membuka bisnis baru ?
Liputan6.com

Bekerja Aman

pekerjaan
Ketika kita mendengar kata "bekerja" seringkali yang terlintas dipikirkan kita adalah sesuatu kegiatan yang dikaitkan dengan konpensasi uang. Dan uang menjadi kriteria utama untuk mengatakan bahwa seseorang dianggap punya pekerjaan. Jadi segala aktifitas lain yang tidak menghasilkann uang seringkali dianggap bukan sebagai pekerjaan.

Lalu apakah pendapat ini benar? memang segala sesuatunya memerlukan uang, tetapi tentu kita tahu bahwa setiap pekerjaan tidak selalu didikte dengan uang sebagai kompensasi seketika.

Uang memang identik dengan pamrih dari pekerjaan yang kita lakukan. 

Misalnya saja seorang karyawan yang melakukan tugas-tugas rutin di kantor, Tenaga pengajar di sekolah, mendapat kompensasi gaji atas pekerjaannya dll.

Kegiatan apapun yang kita lakukan yang bukan demi diri kita sendiri biasanya mendapat kompensasi, seperti ketika kita menyuruh seseorang untuk melaksanakan sesuatu yang kita inginkan.

Kita kembali lagi tentang pekerjaan, tidak semua pekerjaan selalu mendapat kompensasi dalam bentuk uang, bahkan mungkin malah mengeluarkan uang, seperti ketika kita sedang bekerja untuk menolong orang lain, menjenguk kerabat atau melakukan sesuatu pekerjaan amal atau kemasyarakatan.

Jadi melakukan sesuatu pekerjaan karena sebagai bagian dari kewajiban, baik sebagai pribadi, keluarga maupun lingkungan masyarakat dimana kita tinggal.

Semua pekerjaan memiliki nilai sosial.

Baiklah sekarang kita fokus ke pekerjaan yang menyita sepertiga waktu kita setiap harinya yang disebut "bekerja". Sehingga sangat pantas untuk kita pikirkan sehingga seluruh potensi dapat kita gali dan kembangkan untuk mewujudkan impian dan harapan kita hidup di dunia ini.

Pola Bekerja Tidak Aman
Ada 90% orang diseluruh dunia yang bekerja setiap hari untuk mewujudkan rencana masa depan dan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Yang artinya mereka harus terus bekerja untuk mendapatkan uang, jika tidak bekerja otomatis juga tidak mendapatkan uang. Kalau hidup kita bergantung dengan pekerjaan seperti ini terus menerus, perlu berapa lama kita dapat mewujudkan impian, cita-cita dan kehidupan ideal yang kita idamkan? Anda bisa simulasikan dengan sesuatu yang ingin dibeli atau dimiliki oleh semua orang seperti tepat tinggal, kendaraan, pendidikan anak hingga asuransi dan rencana tabungan pensiun.

Keadaan yang harus terus bekerja ini sungguh tidak aman karena untuk mendapatkan uang Anda harus menukar waktu dan tenaga. Jika suatu saat kita sedang sakit atau berhalangan dengan waktu yang cukup lama sehingga kita tidak bekerja, kita tidak lagi mendapatkan uang dan segala rencana menjadi tertunda.

Model kerja seperti ini juga berpendapatan yang cenderung linier dengan kenaikan 0 - 20% pertahun yang terkadang tidak seimbang dengan inflasi serta kebutuhan pokok yang beranjak naik lebih cepat dari gaji kita. Hidup menjadi semakin sulit lagi dengan bertambahnya anggota keluarga serta beban rumah tangga yang semakin meningkat.

Pola Wirausaha
Sisanya yaitu 10% orang menggunakan cara yang berbeda tetapi mereka mampu menguasai 90% uang di dunia, yaitu orang yang BEKERJA membangun ASET dan menghasilkan UANG untuk mewujudkan RENCANA MASA DEPAN.

Artinya Anda perlu BEKERJA yang bisa MEMBANGUN ASET. Katakanlah hanya selama 6-12 bulan. Kelebihannya, begitu aset mulai terbentuk meskipun Anda tidak lagi bekerja, Aset itu akan tetap menghasilkan uang secara berkelanjutan, selain itu pola ini memiliki potensi penghasilan yang tidak terbatas. Jadi pasti dengan sangat mudahnya Anda dapat mewujudkan Rencana Masa Depan yang Anda inginkan.

Namun tidak banyak orang yang menjalankan pola yang kedua ini. Banyak alasan yang menyebabkan mereka mengurungkan niatnya untuk membangun ASET. Salah satu diantaranya adalah merasa terbatasnya MODAL dan kurangnya keahlian.

Robert T Kiyosaki memberikan nasehatnya dalam buku The Business of the 21st Century, jika Anda masih di Pola bekerja yang tidak aman sebaiknya Anda segera mempersiapkan diri masuk ke pola wirausaha.

Galilah Sumurmu

gali sumur
Saya tidak tahu apa yang terjadi pada masa yang akan datang, tetapi yang saya tahu saya bisa melakukan yang terbaik yang saya bisa saat ini untuk berjaga-jaga, bersiap-siap menghadapi ketidakpastian pada masa yang akan datang.

Betapa pentingnya artinya dari BERJAGA-JAGA atau mempunyai PERSIAPAN dalam hidup ini. Berjaga-jaga tidak berarti hanya sekedar menunggu atau pasif sehingga tidak buat apa-apa. Berjaga-jaga juga tidak berarti menyibukkan diri dengan segala sesuatu sehingga lupa pada yang utama.

Berjaga-jaga berarti memperhitungkan dan merencanakan serta mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi hal-hal yang tidak terduga dimasa-masa yang tidak dapat kita sangka atau perkirakan.

Memiliki PERSIAPAN dan RENCANA. Karena perencanaan yang baik menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dan kegagalan kita.

BISNIS HIGH DESERT bisa dijadikan sebagai sumber pendapatan tambahan yang dikerjakan sebagai pekerjaan / bisnis / profesi sampingan, bisa juga sebagai "ban cadangan" atau "sekoci penyelamat" dari pekerjaan maupun bisnis utama kita, bahkan tidak menutup kemungkinan bisa kita jadikan sebagai SUMBER PENDAPATAN UTAMA yang berarti sebagai BISNIS UTAMA yang kita miliki.

BISNIS HIGH DESERT adalah sebuah bisnis yang tidak membutuhkan MODAL BESAR dan juga memiliki RISIKO yang sangat kecil bahkan bisa dibilang hampir tidak ada risiko yang dihadapi, tetapi memiliki potensi pendapatan yang sangat besar.

Sudah banyak terbukti jutawan bahkan milyader yang lahir dari BISNIS HIGH DESERT, sehingga bisnis ini sangat menarik untuk dijadikan sebuah pilihan.

PILIHAN UNTUK BERJAGA-JAGA

By failing to prepare, you’re preparing to fail... By failing to plan, you’re planning to fail.

Artinya Kaya

arti kaya
Apa yang Anda pikirkan pertama kali kalau mendengar kata 'kaya'? Sebagian besar orang akan mengartikan 'kaya' dengan kelimpahan akan materi. Beberapa orang bahkan berpendapat kalau kekayaan memang hanya ada dalam bentuk uang saja!

Lalu apakah itu salah? Tidak, sama sekali tidak. Tapi kelimpahan materi hanyalah sebagian kecil dari pengertian kekayaan. Kekayaan mencakup berbagai dimensi kehidupan, kelimpahan dalam dimensi-dimensi
itulah yang membentuk kekayaan sejati. Uang, hanya merupakan bagian kecil dari dimensi materi. Kita menyebutnya kekayaan finansial. Nah, konteks kekayaan yang akan saya jelaskan lebih jauh adalah kekayaan dalam bidang finansial.

Apa definisi kekayaan finansial? Mari kita bahas penjelasannya menurut beberapa ahli.

Robert Kiyosaki, Rich Dad Poor Dad

Dalam bukunya Rich Dad Poor Dad, Kiyosaki menjelaskan bahwa seseorang yang kaya adalah seseorang yang bebas secara finansial. Bebas secara finansial artinya ia bebas menggunakan uang miliknya, bebas untuk bekerja kapan saja diinginkan, dan paling penting, bebas dari segala kekhawatiran akan masalah keuangan dimasa depan.

Menurut Kiyosaki, kebebasan finansial dapat dicapai dengan mememiliki aset jauh lebih besar dari liabilitas. Dia menegaskan pentingnya mengetahui perbedaan aset dan liabilitas bila ingin kaya. Aset mengalirkan uang ke kantong Anda, dan liabilitas mengeluarkan uang dari kantong Anda. Untuk menjadi kaya, seseorang harus menemukan aset – segala sesuatu yang memasukan uang ke kantong Anda – dan memperkecil liabilitas –segala hal yang menguras uang dari kantong Anda : rumah yang ditinggali sendiri, mobil, dan seterusnya.

Menariknya, Kiyosaki mengajarkan bahwa rumah yang dimiliki oleh seseorang itu bukanlah aset. Mengapa? Rumah tersebut menyebabkan pemiliknya harus mengeluarkan uang secara berkala, seperti untuk membayar pajak bumi dan bangunan, membayar biaya perawatan, ataupun tagihan-tagihan lain seperti listrik dan PAM. Walaupun nilainya dari tahun ke tahun meningkat, tetapi tidak ada pendapatan riil yang didapat.

Anda tidak akan menikmati peningkatan nilai tersebut kecuali Anda menjual atau menyewakan rumah Anda (yang membuatnya menjadi sesuatu yang memasukan uang ke kantong). Oleh karena itu rumah lebih tepat digolongkan sebagai liabilitas.

Sulit mencapai kekayaan hanya dengan bekerja bagi orang lain, bahkan yang bergaji besar sekalipun seperti dokter, pengacara.

Selain itu, Kiyosaki juga menekankan bahwa sulit mencapai kekayaan hanya dengan bekerja bagi orang lain, pekerja – bahkan yang bergaji besar sekalipun seperti dokter, pengacara --, mungkin menghasilkan uang, tapi mereka tidak menemukan sumber uang. Uang tersebut akan berhenti mengalir bila mereka berhenti bekerja. Mereka bahkan cenderung terjebak dengan apa yang disebut lomba tikus – bekerja keras, mendapat gaji lebih besar, membeli lebih banyak, tagihan lebih besar, membutuhkan utang lebih banyak, dan kembali lagi pada bekerja lebih keras.

Seseorang bisa menjadi kaya bila ia dapat keluar dari lingkaran tersebut dan memasuki jalur cepat, menemukan sumber uang – yang bisa dicapai bila memiliki pengetahuan finansial yang cukup.
Menurut Kiyosaki, ada dua hal utama yang membedakan orang kaya dengan kelas menengah dan miskin. Yang pertama adalah kepemilikan aset, orang kaya membeli aset, sedang kelas menengah dan miskin membeli liabilitas yang mereka anggap aset.

Perbedaan kedua adalah kontrol atas uang. Banyak orang yang memenangkan lotere atau ketiban rezeki besar akhirnya kehilangan rezeki itu dalam waktu singkat. Mengapa? Untuk mengontrol uang Anda harus memiliki pengendalian emosi dan pengetahuan finansial. Orang kaya pertama-tama berinvestasi pada diri mereka sendiri dengan mengembangkan kemampuan mengendalikan uang sebelum mulai membangun kekayaan materi.

Thomas J. Stanley dan William D. Danko : Millionaire Next Door

Dalam buku Millionaire Next Door, Danko dan Stanley mendefinisikan kaya sebagai kesenangan memiliki aset yang bertumbuh secara signifikan, dibandingkan hanya memamerkan gaya hidup konsumtif.
Danko dan Stanley menghapus gambaran tentang gambaran umum tentang orang kaya - mobil mewah, rumah besar, bersetelan mahal - sebaliknya, menurut riset yang mereka lakukan, seringkali, orang yang kaya adalah orang yang hemat dan sederhana.

Lalu bagaimana cara Danko dan Stanley menentukan seseorang kaya atau tidak? Salah satunya adalah dengan menilai berdasar tingkat kekayaan bersih yang diharapkan berdasarkan penghasilan dan umur seseorang. Dengan kata lain, semakin tinggi pendapatan dan semakin tua dia, maka seharusnya semakin tinggi pula kekayaan bersih yang dikumpulkan (dengan asumsi dia terus bekerja). Rumusnya adalah :

Kekayaan bersih yang diharapkan = usia dikali penghasilan tahunan sebelum pajak (semua sumber
kecuali warisan) dibagi 10

Berdasarkan rumus tersebut, Danko dan Stanley membagi masyarakat menjadi tiga jenis:
a. PAW atau prodigious accumulator of Wealth (akumulator kekayaan luar biasa).
b. UAW atau under accumulator of wealth (akumulator kekayaan yang kurang), dan
c. AAW atau average accumulator of wealth (akumulator kekayaan sedang).

PAW – orang kaya sesungguhnya -- adalah orang yang mempunyai kekayaan bersih paling tidak 2 kali lipat dari yang diharapkan berdasarkan rumus. AAW memiliki kekayaan bersih yang rata-rata hampir sama dengan jumlah yang diharapkan,sedangkan UAW biasanya memiliki hanya setengah atau kurang dari jumlah yang diharapkan.

Contoh kasus :
a. Pendapatan Adi yang berumur 40 adalah 2,5 juta rupiah sebulan – artinya 30 juta setahun. Masukkan ke dalam rumus:
Kekayaan bersih yang diharapkan = 30.000.000 * 40 / 10
Kekayaan bersih yang diharapkan = 120.000.000

Menurut rumus, Adi diharapkan memiliki kekayaan bersih 120 juta, tapi nyatanya, Adi memiliki kekayaan bersih total 293 juta. Dengan kata lain, Adi adalah PAW. Di mata masyarakat umum, mungkin saja Adi tidak dipandang sebagai orang kaya karena dia tinggal di rumah sederhana dan mengendarai mobil kijang tahun 95. Namun berdasarkan Dancoy dan Stanley, Adi tergolong kaya karena dia mampu mengakumulasikan harta dalam jumlah besar.

b. Albert, yang berumur sama memiliki penghasilan tahunan mencapai 120 juta – 10 juta perbulan. Masukkan ke dalam rumus, maka akan didapat:
Kekayaan bersih yang diharapkan = 120.000.000 * 40 / 10
Kekayaan bersih yang diharapkan = 480.000.000

Sayangnya, kekayaan bersih Albert dalam kenyataannya hanya berjumlah 196 juta rupiah. Padahal mengingat penghasilan serta usianya, ia seharusnya memiliki kekayaan bersih minimal 480 juta. Berdasarkan rumus Dancoy dan Stanley, Albert tergolong UAW. Albert bisa kita katakan miskin karena Albert tidak mampu mengakumulasikan harta.

Bila direnungkan secara seksama, Danko dan Stanley punya 2 standar untuk menilai seseorang kaya atau tidak. Yang pertama adalah jumlah kekayaan bersih yang dimiliki, dan yang kedua adalah jenis akumulator apakah dia. Seorang yang kaya adalah mereka yang memiliki kekayaan jauh diatas rata-rata (> 1 juta dolar) dan termasuk PAW.

Banyak orang beranggapan bahwa yang berpendapatan tinggi, memiliki rumah mewah, mobil mewah, serta barang-barang mahal lainnya  adalah orang yang kaya.


Apa kesimpulan dari dua referensi di atas?

Masyarakat pada umumnya keliru menafsirkan kata “kaya”. Banyak yang menganggap bahwa orang yang berpendapatan tinggi, katakanlah diatas 20 juta rupiah setiap bulannya, adalah orang yang kaya.
Banyak juga yang menilai dari materi yang dimilikinya. Menurut mereka, orang kaya adalah orang yang memiliki rumah mewah, mobil mewah, serta barang-barang mahal lainnya. Apakah sekedar memiliki pendapatan besar dan barang-barang mewah sudah cukup untuk disebut kaya yang sesungguhnya?

Sayangnya jawabannya adalah tidak! Kekayaan finansial bukan sekedar gaji besar, atau materi yang dimiliki.
Kaya tidak dapat dinilai menurut satu patokan saja. Berikut syarat utama yang harus dipenuhi agar dapat disebut kaya:

1. Pendapatan lebih besar daripada pengeluaran. Ini adalah aturan yang paling dasar dan paling penting dalam keuangan. Dengan mengatur pengeluaran hingga selalu berada dibawah penghasilan, maka secara berkala Anda akan mengakumulasikan kekayaan. Akan jauh lebih baik lagi apabila Anda dapat memanfaatkan kekayaan yang telah Anda kumpulkan ini untuk memberikan penghasilan lagi bagi Anda.

2. Jumlah kekayaan bersih lebih besar dari 10 Milliar Rupiah. Salah satu undang-undang di US mengatakan bahwa orang yang tergolong kaya adalah orang yang memiliki kekayaan bersih diatas $1 juta. Jumlah ini, apabila diterjemahkan ke mata uang kita, akan menjadi 10 milliar rupiah. Coba hitung jumlah seluruh harta yang Anda miliki, lalu kurangi dengan segala hutang Anda yang belum terbayar (hutang kartu kredit,
pinjaman bank, kredit yang belum terbayar). Apabila jumlahnya diatas 10 milliar rupiah, maka Anda tergolong orang kaya.

3. Akumulasi harta lebih besar dari kekayaan bersih yang diharapkan. Patokan kaya selanjutnya adalah kemampuan untuk mengakumulasikan harta kekayaan dalam jumlah yang besar.
Gunakan rumus Danko dan Staley diatas untuk menghitung berapa jumlah kekayaan bersih Anda yang seharusnya, lalu bandingkan dengan jumlah kekayaan bersih Anda sekarang.
Walaupun Anda memiliki 10 milliar, namun kalau seharusnya kekayaan Anda berjumlah 20 miliar, Anda belum dapat disebut kaya. Sebaliknya, bila Anda hanya memiliki 100 juta, tapi kekayaan bersih minimal yang diharapkan adalah 50 juta, Anda kaya, bukan dalam jumlah harta, tapi lebih pada diri Anda yang telah memiliki sikap dasar orang kaya.

4. Memiliki kebebasan. Anda bisa saja memiliki kekayaan luar biasa besarnya, tapi Anda tidak kaya kalau Anda tidak bebas. Bebas apa saja? Bebas dari rasa khawatir, bebas menggunakan uang dan waktu Anda, bebas mengembangkan hubungan Anda dengan keluarga, bebas bekerja kapanpun Anda mau. atau singkatnya, Anda menikmati hidup Anda sepenuhnya!
Mungkin saja Anda saat ini sudah memenuhi satu, dua, atau bahkan seluruh persyaratan ‘kaya’ yang disebutkan diatas, tapi kalaupun belum, jangan khawatir. Buku akan memandu dan membantu Anda mencapai semua hal diatas. Selamat memulai langkah baru dalam hidup Anda!

COVID-19 Masih Mengintai

Meski berbagai aktivitas di ruang publik perlahan diperbolehkan dengan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), kita harus tetap waspada karena a...

PROMO BULAN INI!

Dapatkan Diskon harga yang menarik!
===============
GRATIS ONGKIR (GOSEND/GRAB, DLL) SETIAP BELANJA MINIMAL 800 RIBU
===============
INFO CEPAT
Hub. Tlp/WA 0821 9496 6109







  1. Promo-Promo lain yang tersedia (EASI STARTER SET), bisa langsung menghubungi WA Admin:

POPULAR POSTS

Recent Comments

DAFTAR MEMBER HDI Scan / klik disini:

Panduan Registrasi Online:
Cara Mendaftar Menjadi Member HDI