Tampilkan postingan dengan label PENYAKIT DEGENERATIF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENYAKIT DEGENERATIF. Tampilkan semua postingan

Kanker Leher Rahim

kanker serviks
Kanker Serviks atau Kanker Leher Rahim adalah kanker yang terjadi pada area leher rahim yaitu bagian rahim yang menghubungkan rahim bagian atas dengan vagina. Usia rata-rata kejadian kanker leher rahim adalah di sekitar 52 tahun.

Kanker Serviks atau Kanker Leher Rahim merupakan penyebab kematian yang terbesar bagi wanita di negara-negara berkembang. Secara global terdapat 600.000 kasus baru dan 300.000 kematian setiap tahunnya, yang hampir 80% terjadi di negara berkembang. Fakta-fakta tersebut membuat kanker leher rahim menempati urutan pertama di negara berkembang.

Saat ini, kanker leher rahim menjadi kanker terbanyak pada wanita Indonesia yaitu sekitar 34% dari seluruh kanker pada perempuan dan sekarang 48 juta perempuan Indonesia dalam resiko menderita kanker leher rahim.

Tanda dan Gejala

Gejala paling umum dari kanker leher rahim adalah pendarahan abnormal dari vagina atau flek (bercak) vagina. Pendarahan abnormal ini terutama terjadi setelah berhubungan seksual, namun dapat muncul juga pendarahan diantara 2 siklus menstruasi, menoragia, atau bercak postmenopause

Bila pendarahan berlangsung dalam jangka waktu lama, maka pasien dapat mengeluh lelah dan lemas. Karena anemia yang dialaminya. Bercak kekuningan yang encer diikuti dengan bau amis dapat merupakan tanda-tanda keganasan. Gejala biasanya baru muncul ketika sel yang abnormal berubah menjadi ganas dan menyusup ke jaringan sekitarnya.

Pada stadium lanjut, pasien dapat mengeluh bercak vagina yang berbau, penurunan berat badan, dan obstruksi (sumbatan) dalam berkemih. Apabila kanker sudah menyebar ke panggul maka nyeri punggung dapat terjadi diikuti dengan hambatan dalam berkemih serta hidronefrosis (pembesaran ginjal).

Untuk menjadi kanker serviks,  dibutuhkan waktu sampai belasan tahun. Lesi (luka atau tanda) dini pada kanker leher rahim dapat berupa lesi indurasi (keras), ataupun ulserasi (luka bernanah), atau daerah yang sedikit benjol dan bergranul yang mudah berdarah bila tersentuh.

Penyebaran Penyakit

Kanker leher rahim dapat menyebar ke berbagai macam organ. Diantaranya ke kalenjar getah bening, vagina, kandung kemih, rektum, endometrium (selaput dinding rahim) dan ovarium (indung telur). Masing-masing memberikan gejala yang berbeda-beda. Penyebaran kanker leher rahim pada umumnya melalui peredaran kalenjar getah bening, penyebaran melalui peredaran darah jarang terjadi.

Faktor Resiko

Ras
Pada ras Afrika-Amerika kanker leher rahim meningkat sebanyak 2 kali dari Amerika-Hispanik. Sedangkan untuk ras Asia-Amerika, memiliki kejadian yang sama dengan warga Amerika. Hal ini berkaitan dengan faktor sosioekonomi.

Faktor Seksual Reproduksi
Hubungan seksual pertama kali sebelum usia 16 tahun berkaitan dengan peningkatan resiko kanker leher rahim 2 kali dibandingkan wanita yang melakukan hubungan seksual setelah usia 20 tahun. Kanker leher rahim juga berkaitan dengan jumlah partner seksual. Semakin banyak partner seksual maka semakin meningkat resiko kanker leher rahim. Peningkatan paritas (jumlah kehamilan) juga merupakan faktor kanker leher rahim.

Merokok
Merokok merupakan penyebab penting terjadinya kanker leher rahim jenis karsinoma sel skuamosa. Faktor resiko meningkat 2 kali dengan resiko tertinggi didapatkan pada orang yang merokok dalam jangka waktu lama dengan intensitas yang tinggi (jumlah banyak).

Kontrasepsi
Penggunaan kontrasepsi pil dalam jangka waktu lama (5 tahun atau lebih) meningkatkan resiko kanker leher rahim sebanyak 2 kali. Penggunaan metode kontrasepsi barrier (penghalang), terutama yang menggunakan kombinasi mekanik dan hormon memperlihatkan penurunan angka kejadian kanker leher rahim yang diperkirakan karena penurunan paparan terhadap agen penyebab infeksi.

Kondisi Imunosupresi (Penurunan Kekebalan Tubuh)
Pada wanita imonokompromise seperti transplantasi ginjal dan HIV, dapat mengakselerasi (mempercepat) pertumbuhan sel-sel kanker dari noninvansif menjadi invansif (tidak ganas menjadi ganas).

Infeksi HPV (Human Papilloma Virus)
Penelitian epidemiologi memperlihatkan bahwa infeksi HPV terdeteksi menggunakan penelitian molekular pada 99.7% wanita dengan karsinoma sel skuamosa karena infeksi HPV adalah penyebab mutasi neoplasma (perubahan sel normal menjadi sel ganas). Terdapat 138 strain HPV yang sudah diidentifikasi, 30 diantaranya dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Dari sekian tipe HPV yang menyerang anogenital (dubur dan alat kelamin), ada 4 tipe HPV yang biasa menyebabkan masalah seperti di 2 subtipe HPV dengan resiko tinggi keganasan yaitu tipe 16 dan 18 yang ditemukan pada 70% kanker leher rahim serta tipe 6 dan 11, yang menyebabkan 90% kasus genital warts (kutil kelamin).

Tidak seperti penyekit menular seksual (PMS) lainnya yang menyebar melalui cairan tubuh, HPV merupakan virus yang menyebar melalui kontak dari kulit ke kulit, karena itu penggunaan kondom tidak sepenuhnya efektif karena kondom tidak meliputi seluruh area kulit dimana HPV dapat ditemukan.

Skrining

Pemeriksaan secara berkala bagi seluruh wanita, terutama yang memiliki faktor resiko. Menggunakan pap smear adalah cara yang efektif untuk mendeteksi dini kanker leher rahim dan penanganan lebih awal serta adekuat. Selain pap smear, metode lainn adalah inspeksi visual dengan asam asetat (VIA) atau dengan Lugol's Iodine (VILI) serta HPV-hybrid capture.

Tes tersebut mudah dilakukan dan memiliki hasil yang efektif. Skrining dilakukan 3 tahun setelah aktif secara seksual dan diulangi setiap tahunnya.

Stadium

International of gynecology and Obstetrics (FIGO) digunakan untuk mengevaluasi dan mendiagnosis kanker leher rahim berdasarkan gejala yang terjadi.

Stadium 1. Kanker leher rahim hanya terdapat pada daerah leher rahim (serviks).
  • Stadium 1A. Kanker didiagnosis melalui mikroskopik (menggunakan microskop), dengan penyebaran sel tumor mencapai lapisan stroma tidak lebih dari kedalaman 5 mm dan lebar 7 mm.
  • Stadium 1B. Tumor yang terlihat hanya terdapat pada leher rahim atau dengan pemeriksaan mikroskop lebih dalam dari 5 mm dan lebar 7 mm.

Stadium 2. Kanker meluas keluar leher rahim namun tidak mencapai dinding panggul. Penyebaran melibatkan vagina 2/3 bagian atas.
  • Stadium 2A. Kanker tidak melibatkan jaringan penyambung (parametrium) sekitar rahim, namun melibatkan 2/3 bagian atas vagina.
  • Stadium 2B. Kanker melibatkan parametrium namun tidak melibatkan dinding samping panggul.
Stadium 3. Kanker meluas sampai ke dinding samping panggul dan melibatkan 1/3 vagina bagian bawah. Stadium 3 mencakup kanker yang menghambat proses berkemih sehingga menyebabkan timbunan air seni di ginjal dan berakibat gangguan ginjal.

Stadium 4. Tumor menyebar sampai ke kandung kemih atau rectum, atau meluas melampaui panggul.

Pencegahan dan Deteksi Dini

Kanker leher rahim sendiri merupakan penyakit yang dapat dicegah karena:
  1. Memiliki masa preinvasif (sebelum menjadi keganasan) yang lama.
  2. Pemeriksaan sitologi (sel) untuk mendeteksi dini kanker leher rahim sudah tersedia.
  3. Terapi lesi preinvansif (bibit keganasan) cukup efektif.

Deteksi dini terutama melakukan pemeriksaan skrining secara teratur 1 tahun sekali untuk mengetahui lesi prekanker. Pencegahan yang dilakukan adalah menghindari faktor resiko diatas.

Modali Tubuh dengan Vaksinasi

Vaksinasi HPV diberikan pada wanita yang belum pernah mengalami kontak seksual dan kondisi rahimnya normal, dan tidak ada lesi prakanker. Di Amerika vaksinasi ini biasa diberikan pada usia 9 - 13 tahun, untuk Indonesia rentang usia bisa 14 - 27 tahun. Kendala utama dari vaksinasi ini adalah harganya yang masih cukup mahal, sekitar 950.000 dengan 3 kali suntikan secara serial untuk mendapatkan perlindungan optimal.

Vaksin HPV saat ini sudah digunakan untuk mencegah kanker leher rahim dan kutil kelamin karena HPV. Vaksin tersebut bekerja dengan cara melindungi dari 4 tipe HPV yang paling banyak menyebabkan penyakit, yaitu tipe HPV 6, 11, 16, dan 18, tipe yang menyebabkan 70% kanker leher rahim dan 90% kutil kelamin. Vaksin tersebut dikeluarkan oleh U.S. Foods and Drugs Administration (FDA) pada tahun 2006 dan sudah dinyatakan aman untuk wanita berusia 9 - 26 tahun.

Vaksinasi diberikan dalam 3 dosis dalam periode 6 bulan yaitu pemberian awal, 2 dan 6 bulan berikutnya. Belum diketahui keefektifannya pada wanita yang hanya menerima 1 atau 2 dosis saja. Karena itu, sangat penting diberikan 3 dosis penuh untuk para wanita. Keefektifan vaksin HPV menurut penelitian diperkirakan selama 5 tahun.

Sebaiknya vaksin diberikan sebelum kontak seksual pertama atau sebelum wanita terekspos dengan HPV. Hal ini disebabkan karena vaksin mencegah penyakit pada wanita yang belum terkena satu atau beberapa tipe HPV yang dapat dilindungi oleh vaksin. Vaksin ini tidak bekerja terlalu efektif pada wanita yang sudah memiliki virus HPV di dalam tubuhnya sebelum menerima vaksin. Efek samping paling umum adanya nyeri ketika disuntikan.

Vaksin ini belum direkomendasikan pada wanita hamil. Perlu ditekankan bahwa vaksin HPV ini hanya bersifat melindungi dari paparan yang belum terjadi dan bukan untuk mengobati. Skrining tetap diperlukan setelah memperoleh vaksin HPV karena vaksin tidak melindungi untuk semua tipe HPV.

Operasi dan terapi radiasi adalah dua metode utama dalam penanganan kanker leher rahim invansif. Pada umumnya, operasi terbatas pada pasien dengan stadium 1 dan 2A, sementara radiasi dapat dilakukan pada semua stadium dari penyakit. Kemoterapi merupakan penanganan pada pasien dengan stadium IVB atau mereka dengan kanker yang rekuren (sering kambuh) yang tidak dapat dilakukan terapi radiasi maupun operasi. Masing-masing stadium memiliki pilihan terapi utama yang dilakukan.

Produk High Desert Untuk Kanker Leher Rahim

Kanker merupakan pertumbuhan sel-sel tubuh yang abnormal sehingga mengakibatkan rusaknya jaringan sel-sel tubuh normal yang lain. Pada kasus penderita kanker leher rahim, pemicunya disebabkan oleh virus (Human Papilloma Virus) sehingga ada dua kebutuhan yang perlu diperhatikan agar tubuh dapat terhindar atau mengatasi penyakit tersebut, yaitu ketahanan tubuh terhadap virus dan kemampuan sel tubuh menggantikan sel-sel yang rusak oleh kanker.

HDI Fourstars dengan yakin menjawab kebutuhan tubuh Anda tersebut dan membantu Anda menghadapi serangan kanker leher rahim.

Sebagai sumber nutrisi lengkap, HDI Pollenergy 520 merupakan nutrisi yang sangat berguna untuk meningkatkan kekuatan tubuh menghadapi HPV dan penyakit yang lain. Kemampuan produk ini memperbaiki metabolisme tubuh dan sirkulasi darah mendongkrak fungsi darah dalam menyalurkan nutrisi ke bagian tubuh yang rusak tergerus sel kanker.

Karena virus tidak dapat mati, untuk menghadapinya tubuh membutuhkan sistem imunitas tinggi. Karenanya, konsumsilah HDI Bee Propolis untuk meningkatkan sistem imunitas. Sifat antivirus dan antibakteri produk ini menjadi senjata untuk menangkal HPV. Propolis juga berfungsi menghambat proses peradangan.

Ketika sel-sel tubuh rusak saat melawan sel kanker, HDI Royal jelly membantu proses regenerasi sel tubuh sehingga mempercepat metabolisme sel dan pembentukan sel yang sehat. Royal Jelly juga berfungsi sebagai antioksidan sehingga bahu membahu bersama propolis melawan sel kanker.

Sebagai sumber energi instan, produk ini sangat berguna selama masa pengobatan kanker yang sangat menguras stamina tubuh. HDI Clover Honey juga berfungsi meningkatkan sirkulasi darah dan mendukung metabolisme tubuh.

Hipertensi - Darah Tinggi

Hipertensi
Hipertensi adalah kondisi medis kronis dengan tekanan darah di arteri meningkat. Peningkatan ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya untuk mengedarkan darah melalui pembuluh darah. Tekanan darah melibatkan dua pengukuran, sistolik dan diastolik, tergantung apakah otot jantung berkontraksi (sistole) atau berelaksasi di antara denyut (diastole).

Tekanan darah tinggi atau Hipertensi adalah kondisi medis saat terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis. Penderita ukuran tekanan darah yang melebihi 140/90 mmHg saat diam, tergolong mempunyai tekanan darah tinggi.

Tekanan darah normal pada saat istirahat adalah dalam kisaran sistolik (bacaan atas) 100–140 mmHg dan diastolik (bacaan bawah) 60 - 90 mmHg.

Pada saat pemeriksaan tekanan darah akan didapat 2 angka. Angka yang lebih tinggi diperoleh pada saat jantung berkontraksi (sistolik), angka yang lebih rendah diperoleh pada saat jantung berelaksasi (diastolik).

Untuk pasien Diabetes Mellitus atau Penyakit Ginjal, penelitian telah menunjukkan bahwa tekanan darah diatas 130/80 mmHg sudah harus dianggap sebagai faktor risiko dan harus diberi perawatan.

Tekanan darah tinggi terjadi bila terus-menerus berada pada 140/90 mmHg atau lebih.

Tingkat tekanan darah harus konsisten, bukan sekadar rekaman sporadis. Untuk menentukan apakah Hipertensi hadir, yang terbaik adalah mengukur tekanan darah Anda sendiri, yang diperoleh di luar ruang dokter. Hal ini menghilangkan kemungkinan “sindrom jas putih” (tekanan darah berubah-ubah karena stress dan kecemasan saat bertemu dokter).

Hipertensi  jika berkelanjutan adalah faktor resiko utama untuk stroke, infark miokard (serangan jantung), gagal jantung, gagal ginjal, aneurisma arteri (misalnya aneurisma aorta), penyakit arteri perifer, dan penyebab penyakit ginjal kronik. Bahkan peningkatan sedang tekanan darah arteri terkait dengan harapan hidup yang lebih pendek.

Perubahan pola makan dan gaya hidup dapat memperbaiki kontrol tekanan darah dan mengurangi resiko terkait komplikasi kesehatan. Meskipun demikian, obat seringkali diperlukan pada sebagian orang bila perubahan gaya hidup saja terbukti tidak efektif atau tidak cukup.

Gejala Hipertensi

Hipertensi jarang menunjukkan gejala, dan pengenalannya biasanya melalui skrining, atau saat mencari penanganan medis untuk masalah kesehatan yang tidak berkaitan. Beberapa orang dengan Hipertensi antara lain sakit kepala (terutama di bagian belakang kepala dan pada pagi hari), serta pusing, pendarahan dari hidung, wajah kemerahan, vertigo, tinitus (dengung atau desis di dalam telinga), mudah lelah dan gangguan penglihatan atau pingsan.

Gejala yang jelas saat Hipertensi mulai akut dan kronis:
  • Sakit Kepala
  • Kelelahan
  • Mual
  • Muntah
  • Sesak Nafas
  • Gelisah
  • Pandangan menjadi kabur karena adanya kerusakan pada otak, mata, jantung dan ginjal.
Pada pemeriksaan fisik, Hipertensi juga dicurigai ketika terdeteksi adanya retinopati Hipertensi pada pemeriksaan fundus optik di belakang mata dengan menggunakan oftalmoskop. Biasanya beratnya perubahan retinopati Hipertensi dibagi atas tingkat I - IV, walaupun jenis yang lebih ringan mungkin sulit dibedakan antara satu dan lainnya. Hasil oftalmoskopi juga dapat memberi petunjuk berapa lama seseorang telah mengalami Hipertensi.

Penyebab Hipertensi

Hipertensi terbagi menjadi Hipertensi Primer (esensial) atau Hipertensi Sekunder. Sekitar 90 - 95% kasus tergolong "hipertensi primer", yang berarti tekanan darah tinggi tanpa penyebab medis yang jelas. Kondisi lain yang mempengaruhi ginjal, arteri, jantung, atau sistem endokrin menyebabkan 5 - 10% kasus lainnya (hipertensi sekunder).

Hipertensi Primer

Hipertensi Primer (esensial) adalah jenis Hipertensi yang paling umum, meliputi sebanyak 90 - 95% dari seluruh kasus Hipertensi. Dalam hampir semua masyarakat kontemporer, tekanan darah meningkat seiring penuaan dan risiko untuk menjadi Hipertensi di kemudian hari cukup tinggi.

Hipertensi diakibatkan oleh interaksi gen yang kompleks dan faktor lingkungan. Berbagai gen yang sering ditemukan sedikit berpengaruh pada tekanan darah, sudah diidentifikasi, demikian juga beberapa gen yang jarang yang berpengaruh besar pada tekanan darah  tetapi dasar genetik dari Hipertensi masih belum sepenuhnya dimengerti.

Beberapa faktor lingkungan mempengaruhi tekanan darah. Faktor gaya hidup yang menurunkan tekanan darah di antaranya mengurangi asupan garam dalam makanan, meningkatkan konsumsi buah-buahan dan produk rendah lemak (Pendekatan Diet untuk Menghentikan Hipertensi (diet DASH). Olah Raga, penurunan berat badan dan menurunkan asupan alkohol juga membantu menurunkan tekanan darah.

Kemungkinan peranan faktor lain seperti stres, konsumsi kafein, dan defisiensi Vitamin D kurang begitu jelas. Resistensi insulin, yang umum ditemukan pada obesitas dan merupakan komponen dari sindrom X (atau sindrom metabolik), juga diduga ikut berperan dalam mengakibatkan Hipertensi.

Studi terbaru juga memasukkan kejadian-kejadian pada awal kehidupan (contohnya, berat lahir rendah, ibu merokok, dan kurangnya air susu ibu) sebagai faktor risiko bagi Hipertensi esensial dewasa. Namun, mekanisme yang menghubungkan paparan ini dengan Hipertensi dewasa tetap tidak jelas.

Hipertensi Sekunder

Hipertensi Sekunder disebabkan oleh adanya penyakit lain. Penyakit ginjal adalah penyebab sekunder tersering dari Hipertensi. Hipertensi juga bisa disebabkan oleh kondisi endokrin, seperti sindrom Cushing, hipertiroidisme, hipotiroidisme, akromegali, sindrom Conn atau hiperaldosteronisme, hiperparatiroidisme, dan feokromositoma.

Penyebab lain dari Hipertensi Sekunder di antaranya obesitas, berhenti bernafas saat tidur, kehamilan, koarktasio aorta, konsumsi akar manis (licorice) yang berlebihan, serta obat resep, obat herbal, dan obat-obat terlarang.

Penyebab Hipertensilainnya yang jarang terjadi adalah feokromositoma, yaitu tumor pada kalenjar adrenal yang menghasilkan hormon epinefrin (adrenalin) atau norepinefrin (non adrenalin).

Dari sisi faktornya, penyebab Hipertensidibagi menjadi Hipertensiyang bisa dikendalikan dan yang tidak bisa dikendalikan. Beberapa faktor tersebut antara lain:

Faktor yang tidak bisa dikendalikan:
1. Keturunan.
Jika seseorang memiliki orang tua atau saudara yang memiliki tekanan darah tinggi, maka kemungkinan ia menderita darah tinggi lebih besar. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ada bukti gen yang diturunkan untuk masalah tekanan darah tinggi.

2. Usia.
Penelitian menunjukkan bahwa ketika usia seseorang bertambah, tekanan darahpun akan meningkat. Anda tidak dapat mengharapkan bahwa tekanan darah Anda saat muda akan sama ketika Anda bertambah tua. Namun, Anda dapat kendalikan agar jangan melewati batas yang normal.

Faktor yang bisa dikendalikan:1. Makanan: Garam dan Kolesterol
Garam dapat meningkatkan tekanan darah dengan cepat pada beberapa orang, khususnya bagi penderita diabetes, penderita Hipertensi ringan, orang dengan usia tua, dan mereka yang berkulit hitam. Selain itu, kandungan lemak yang berlebih dalam darah Anda, dapat menyebabkan timbunan kolesterol pada dinding pembuluh darah. Hal ini dapat membuat pembuluh darah menyempit dan akibatnya tekanan darah akan meningkat.

2. Kegemukan (Obesitas)
Orang yang memiliki berat badan diatas 30% berat badan ideal, memiliki kemungkinan lebih besar menderita tekanan darah tinggi.

3. Stres
Stres dan kondisi emosi yang tidak stabil dapat memicu tekanan darah tinggi.

4. Rokok
Merokok juga dapat meningkatkan tekanan darah menjadi tinggi. Kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko diabetes, serangan jantung dan stroke. Karena itu, kebiasaan merokok yang terus dilanjutkan ketika memiliki tekanan darah tinggi, merupakan kombinasi yang sangat berbahaya yang akan memicu penyakit-penyakit yang berkaitan dengan jantung dan darah.

5. Kafein
Kafein yang terdapat pada kopi, minuman penambah stamina, maupun minuman cola bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah.

6. Olahraga
Kurang olahraga dapat menyebabkan peredaran darah tidak lancar sehingga tekanannya dapat naik.

Pencegahan

Cukup banyak orang yang mengalami Hipertensi tetapi tidak menyadarinya. Diperlukan tindakan yang mencakup seluruh populasi untuk mengurangi akibat tekanan darah tinggi dan meminimalkan kebutuhan terapi dengan obat anti-hipertensi. Dianjurkan perubahan gaya hidup untuk menurunkan tekanan darah, sebelum memulai terapi obat.

Untuk mencegah darah tinggi bagi Anda yang masih memiliki tekanan darah normal atau mengatasi darah tinggi bagi Anda yang sudah mengidap Hipertensi, maka saran praktis berikut ini dapat Anda lakukan.

Pencegahan utama bagi Hipertensi sebagai berikut:
  • Kurangi konsumsi garam dalam makanan Anda
  • Menjaga berat badan normal (misalnya, indeks massa tubuh 20 - 25 kg/m2).
  • Mengurangi asupan diet yang mengandung natrium sampai < 100 mmol/ hari ( < 6 g natrium klorida atau < 2,4 g natrium per hari).
  • Melakukan aktivitas fisik aerobik secara teratur, misalnya jalan cepat ( ≥ 30 menit per hari, pada hampir setiap hari dalam seminggu).
  • Batasi konsumsi alkohol tidak lebih dari 3 unit/hari pada laki-laki dan tidak lebih dari 2 unit/hari pada perempuan.
  • Mengonsumsi makanan yang kaya buah dan sayuran dan yang mengandung kalium, magnesium dan kalsium (misalnya, sedikitnya lima porsi per hari).
  • Hindari merokok
  • kendalikan kadar kolesterol dan gula darah Anda.
Perubahan gaya hidup yang efektif dapat menurunkan tekanan darah setara dengan masing-masing obat anti-hipertensi. Kombinasi dari dua atau lebih perubahan gaya hidup dapat memberikan hasil lebih baik.

Produk HDI Untuk Hipertensi

Sejak dulu, madu sudah dikonsumsi untuk meningkatkan stamina dan membantu dalam proses penyembuhan penyakit. Produk perlebahan secara garis besar terdiri dari 4 produk utama (Four Stars Product), yaitu Bee Pollen, Bee Propolis, Royal Jelly dan Madu. Kandungan dalam 4 produk utama antara lain adalah asam amino, protein, vitamin, mineral serta enzim-enzim yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita.

HDI Pollenergy 520
Memiliki kandungan yang kaya akan asam amino esensial, protein, vitamin, mineral dan enzim serta co-enzim yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Selain sebagai antioksidan yang baik, juga membantu meningkatkan stamina dan imunitas tubuh. Bee Pollen cukup dikonsumsi 1 x 1 tablet/hari dan dapat ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan.

HDI Bee Propolis
Memiliki kandungan asam amino, vitamin dan mineral. HDI Bee Propolis juga mengandung Bioflavonoid dan CAPE (Caffeic Acid Phenethyl Ester) yang sangat bermanfaat sebagai antioksidan dan memperkuat serta menjaga kelenturan pembuluh darah. HDI Bee Propolis dapat dikomsumsi 3 x 1 tablet/hari.

HDI Royal Jelly Liquid
Kandungann Royal Jelly Liquid sangat unik dan terdiri dari asam amino esensial, protein, vitamin dan mineral. Juga banyak mengandung zat-zat yang diperlukan untuk  proses regenerasi sel seperti gelatin yang dapat memperbaiki jaringan kolagen. Terdapat pula Gamma globulin dan asetilkolin, yaitu zat yang dapat membantu meningkatkan antibodi tubuh, juga membantu memperbaiki fungsi syaraf. HDI Royal Jelly Liquid direkomendasikan untuk dikonsumsi cukup 2 x 1 cth/hari.

HDI Clover Honey Madu HDI Clover Honey banyak mengandung vitamin dan mineral. Madu HDI Clover Honey juga dapat membantu memberikan efek relaksasi terhadap pembuluh darah/arteri sehingga pembuluh darah akan melebar dan tekanan darah akan turun secara alami. Aduk Madu HDI Clover Honey secukupnya dalam satu gelas air putih dingin.

Osteoartritis - Radang Sendi

osteoartritis
Apabila Anda pernah mengalami nyeri pada sendi yang biasanya kebanyakan orang menyebut rematik atau asam urat atau bahkan Osteoporosis perlu segera dilakukan pemeriksaan lebih lanjut agar dapat dipastikan Anda bukan terkena Osteoartritis. Karena kenyataannya penyebab utamanya nyeri sendi (umur 45 tahun keatas) adalah Osteoartritis.

Osteoartritis (Osteoarthritis) adalah radang pada sendi atau kerusakan pada tulang rawan sendi. Penyakit ini dapat terjadi pada seluruh sendi, baik sendi kecil maupun sendi yang besar di antara dua tulang. Sebetulnya tidak ada kapur. Kondisi ini membuat orang jadi salah kaprah. Mereka jadi takut minum kalsium sebab khawatir kapurnya bertambah besar, padahal sama sekali tidak ada hubungannya.

Kerusakan tulang rawan tersebut, dapat terjadi pada seluruh tulang rawan. Mulai dari lutut, engkel, panggul, bahu, tulang belakang, hingga siku. Tak hanya itu, stadiumnya pun berbeda-beda. Derajat ringan, tulang rawannya seperti lembek. Ada juga yang seolah berserabut dan bolong. Bahkan yang lebih berat lagi, di bawah tulang rawan terdapat tulang dan tulang itu ikut tergerus.

Umumnya Osteoartritis terjadi pada lutut dan panggul. Hal ini dikarenakan, sendi pada lutut dan panggul adalah sendi weight bearing. Sendi yang menahan beban tubuh. Tapi, penyakit ini dapat terjadi pula pada bahu, tangan, atau tempat lainnya.

Penyakit ini misterius. Misalnya Osteoartritis pada lutut. Berdasarkan rontgen, stadium satu terlihat mulai penyempitan ringan celah sendinya. Stadium dua selain penyempitan, juga ada Osteofit. Stadium tiga lebih parah, dan stadium empat jika tulang paha dan tulang kering sudah menyatu. Tapi, pada sendi-sendi lain stadiumnya bisa berbeda.

Penyebab Osteoartritis

Penyebab Osteoartritis bermacam-macam. Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara Osteoartritis dengan reaksi alergi, infeksi, dan invasi fungi (mikosis). Riset lain juga menunjukkan adanya faktor keturunan (genetik) yang terlibat dalam penurunan penyakit ini.

Faktor risiko sehingga terjadi Osteoartritis biasanya karena kelebihan berat badan, kegemukan atau Obesitas, aktivitas fisik atau olah raga yang berlebihan sehingga pernah cedera pada sendinya dan faktor keturunan atau herediter.

Osteoartritis Umumnya terjadi pada orang tua, karena Osteoartritis tergolong penyakit degeneratif.  Osteoartritis dibagi dua, primer dan sekunder.

Primer terjadi tanpa sebab yang jelas. Ini biasanya terjadi pada orang tua. Sedangkan sekunder, terjadi karena faktor yang lain, misalnya, patah tulang, yang patahannya sampai ke sendi, sedangkan perbaikannya tidak benar. Ini dapat membuat Osteoartritis terjadi lebih awal, walau usianya masih muda.

Penanganan Osteoartritis

Penanganan Osteoartritis tergantung pada stadiumnya, misalnya, dengan cara suntik, umumnya yang disuntikan adalah asam herononik atau herononik acid dan biasanya hanya untuk pasien dengan stadium awal.

Belum ada obat yang bisa mengembalikan fungsi sendi bagi pasien Osteoartritis untuk bisa kembali ke kondisi normal seperti sedia kala, tetapi bisa dilakukan pencegahan agar tidak bertambah parah.
Fungsi pencegahan yang perlu dilakukan adalah mengurangi berat badan, mengubah gaya hidup dan kebiasaan. Misalnya tidak melakukan aktivitas yang berat dan berlebihan.

Produk HDI Untuk Osteoartritis

Bila memang dokter menyatakan ada peradangan di sendi Anda, mulailah mengonsumsi produk High-Desert yang bernama HDI Dynamic Trio + Glucosamine Sulphate.

Menggabungkan Dynamic Trio ( HDI Pollenergy 520, HDI Bee Propolis, dan HDI Royal Jelly) dengan HDI Dynamic Trio + Glucosamine Sulphate adalah salah satu dari banyak langkah cerdas yang telah dilakukan High-Desert sejauh ini. HDI Dynamic Trio + Glucosamine Sulphate pun diakui sebagai suplemen kesehatan yang bermanfaat dalam membantu pembentukan kartilago baru sekaligus mengurangi rasa nyeri pada sendi.

Bukankah dengan demikian, Anda akan mendapatkan fungsi pergerakan sendi yang lebih baik?

Essential Tremor - Gemetaran

Essential Tremor
Essential Tremor adalah gangguan sistem saraf yang menyebabkan tubuh bergetar secara ritmik dengan sendirinya. Kondisi ini bisa terjadi pada bagian tubuh manapun.

Essential Tremor merupakan gerakan gemetar akibat kontraksi otot yang tidak terkontrol. Frekuensi getaran berkisar antara 4 hingga 12 kali per detik.

Essential Tremor dapat terjadi di hampir seluruh bagian tubuh, misalnya di ujung lengan atau tungkai, pinggang, bagian wajah, bahkan pita suara. Meski demikian, paling sering terjadi pada tangan. Gejala yang paling gampang dilihat, orang tangannya gemetaran saat memegang apa saja, contohnya mangkuk bakso atau gelas minum.

Gejala

Seseorang bisa saja mempunyai penyebab tremor yang berbeda dengan orang yang lainnya, itu semua tergantung dengan jenis tremor yang diderita oleh penderita, tapi yang paling sering ditemukan adalah pada tangan, terutama ketika penderita melakukan aktivitas ringan seperti minum air dari gelas, mengikat tali sepatu, menulis atau bercukur.

Essential Tremor juga bisa menyerang kepala, suara, lengan dan kaki. Meski tidak berbahaya, Essential Tremor dapat memburuk dari waktu ke waktu, bahkan bisa jadi parah pada orang-orang tertentu. Kondisi ini dapat menyerang orang dari usia berapapun tapi paling sering terjadi pada orang-orang berusia 40 tahun ke atas.

Penyebab

Penyebab gangguan ini biasanya adalah mutasi genetik dan perubahan bagian-bagian tertentu pada otak. Adapun gejala yang timbul biasanya dimulai secara bertahap, makin parah jika digunakan untuk bergerak, terjadi pada tangan terlebih dulu, baik itu satu tangan maupun keduanya.

Selain itu, terkadang kepala ikut bergerak seperti mengangguk-angguk atau geleng-geleng. Hal ini dapat diperparah dengan stres, kelelahan, konsumsi kafein atau suhu ekstrim.

Untuk menanganinya, pasien biasanya diberikan obat antikejang, terapi, dan operasi.

Kardiovaskular - Aterosklerosis

kardiovaskular
Kardiovaskular adalah sistem peredaran darah di dalam tubuh. Sistem Kardiovaskular terdiri dari darah, jantung dan pembuluh darah. Jantung terletak di dalam mediastinum di rongga dada. 2/3 nya terletak di bagian kiri, 1/3 nya terletak di bagian kanan dari garis tengah tubuh.

Penyakit kardiovaskular adalah penyakit yang memengaruhi jantung dan pembuluh darah.

Istilah ini mencakup sejumlah kondisi yang disebabkan oleh Aterosklerosis  termasuk infark miokard (serangan jantung), gagal jantung kongestif, dan stroke.

Aterosklerosis

Aterosklerosis adalah istilah umum untuk penebalan dan pengerasan arteri. Sebagian pengerasan arteri itu umumnya terjadi bila usia bertambah.

Aterosklerosis mengacu pada istilah proses pembentukan zat lemak, kolesterol, produk buangan seluler, kalsium, dan fibrin (zat penggumpal di dalam darah) pada dinding dalam pembuluh darah arteri. Zat-zat yang terbentuk tersebut dinamakan plaque.

Bila plaque terbentuk di dalam arteri, arteri perlahan-lahan menjadi tipis dan tersumbat. Arteri menjadi kurang elastis, aliran darah menjadi berkurang. Plaque dilapisi selubung keras, ukuran dan bentuknya beragam. Sebagian plaque tidak stabil dan bisa pecah. Bila plaque pecah terjadi penggumpalan darah di dalam arteri yang menyumbat arteri sehingga menghentikan aliran darah secara keseluruhan. Atherosclerosis merupakan penyebab utama kelompok penyakit yang disebut penyakit kardiovaskular, penyakit pembuluh darah dan jantung.

Apa Penyebab Pembentukan Plaque di Arteri? Meski banyak faktor risiko yang diketahui, penyebab Aterosklerosis yang tepat belumlah jelas. Terlalu banyak kolesterol dalam darah, kerusakan dinding arteri, dan peradangan tampak memainkan peran yang penting dalam pembentukan plaque.

Bagaimana Aterosklerosis Berawal?

Banyak ilmuwan yang beranggapan bahwa Aterosklerosis berawal karena lapisan paling dalam arteri rusak. Lapisan ini dinamakan endothelium. Kerusakan pada endothelium mungkin disebabkan oleh tiga hal berikut:
  • Kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah meningkat
  • Hipertensi (tekanan darah yang tinggi)
  • Asap rokok 
  • Diabetes
  • Faktor-faktor genetik
Setelah dinding arteri mengalami kerusakan, terjadi pengendapan lemak, kalsium, kolesterol yang secara keseluruhan penumpukan ini disebut plaque. Kolesterol low-density lipoprotein (LDL) diendapkan bersama dengan zat lainnya, tapi kolesterol LDL mudah dioksidasi. Bila LDL mengalami oksidasi, dinding arteri akan menghasilkan zat kimia yang bahkan menyebabkan lebih banyak penimbunan di dinding arteri pada plaque.

Di dalam darah, kolesterol beredar dalam keadaan terikat protein. Paket kolesterol-protein ini disebut lipoprotein. Lipoprotein dikelompokan dalam tiga: densitas (kepadatan) tinggi, densitas rendah, atau densitas sangat rendah, bergantung pada perbandingan jumlah protein dibandingkan dengan lemak.

1. LDL (Low density lipoprotein) cholesterol
LDL juga dinamakan kolesterol “buruk” merupakan sumber utama pembentukan dan penyumbatan arteri. Makin banyak LDL dalam darah, makin besar risiko penyakit jantung.

2. VLDL (Triglycerides/very low density lipoprotein) cholesterol
Trigliserida merupakan jenis lemak lain dalam darah yang terbawa oleh lipoprotein dengan densitas sangat rendah. VLDL sama dengan kolesterol LDL yang kebanyakan mengandung lemak tapi tidak banyak protein. Kadar trigliserida yang tinggi, bersamaan dengan kolesterol LDL yang tinggi dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

3. HDL (High density lipoproteins) cholesterol
HDL juga disebut kolesterol baik, membantu tubuh mengeluarkan kolesterol buruk dalam darah. Semakin tinggi kadar kolesterol HDL, semakin baik.

Gejala Aterosklerosis

Aterosklerosis tidak menunjukkan gejala kondisi. Namun ditemukan ketika muncul kondisi darurat lain. Karena tidak ada tanda yang jelas mengenai Aterosklerosis, seseorang mungkin tidak menyadari kondisinya selama bertahun-tahun. Akibat Aterosklerosis yang lazim terjadi adalah penyempitan arteri yang menyebabkan penurunan aliran darah ke jantung dan organ-organ tubuh. Hal ini dapat menyebabkan nyeri dada, napas terengah-engah dan keletihan.

Mendiagnosis Aterosklerosis

Sebuah pemeriksaan fisik dengan pemeriksaan lainnya, dapat menentukan apakah seseorang menderita Aterosklerosis. Para dokter mendengarkan desiran atau bisingan vaskular, untuk menentukan apakah terdapat penyumbatan pada sebuah arteri.

Uji Doppler (penggunaan suara ultra), arteriogram (penggunaan sinar x), CT angiografi dan Arteriografi Resonansi Magnetik (MRA) adalah pemeriksaan lain yang dapat menentukan aterosklerosis pada seseorang.

Perubahan gaya hidup berdampak besar pada perkembangan Aterosklerosis.

Mengobati Aterosklerosis

Karena Aterosklerosis tidak dapat dihilangkan, mengubah gaya hidup yang tidak sehat dapat membantu mencegah memburuknya kondisi. Perubahan gaya hidup yang positif seperti menghindari konsumsi makanan berlemak, membatasi konsumsi alkohol setiap hari, berolah raga dan berhenti merokok, semuanya membantu memperlambat dampak dan mencegah memburuknya Aterosklerosis.

Obat-obatan untuk mengobati kolesterol tinggi dapat memperlambat pembentukan plak di dinding arteri, sehingga memperlambat Aterosklerosis. Para dokter juga dapat meresepkan obat-obatan anti-trombosit yang mencegah pembentukan pembekuan darah. Obat-obatan ini dipadukan dengan gaya hidup sehat, dapat membantu orang menghindari masalah terkait seperti gagal jantung dan stroke.

Stroke

stroke
Stroke adalah gangguan fungsi otak yang terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung lebih dari 24 jam karena gangguan suplai darah ke otak. Gangguan suplai darah ini dapat berupa Iskemia (kekurangan suplai darah) yang diakibatkan oleh trombosit (emboli) atau pecahnya pembuluh darah otak yang menyebabkan pendarahan otak.

Sedikit berbeda, WHO mendefinisikan bahwa Stroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan syaraf yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak dan bukan oleh yang lain dari itu.

Gangguan suplai darah ini dapat mengakibatkan kerusakan sel-sel otak karena tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan sehingga daerah otak yang terlibat mengalami gangguan fungsi yang dapat berupa kelumpuhan separuh anggota tubuh, gangguan untuk mengerti dan mengucapkan perkataan serta gangguan penglihatan pada salah satu atau kedua mata.

Stroke berakibat kerusakan syaraf yang permanen, komplikasi dan kematian. Stroke adalah penyebab utama kecacatan pada dewasa di Amerika dan Eropa. Di dunia, Stroke merupakan penyebab kematian peringkat kedua setelah serangan jantung.

Walau demikian, Stroke menjadi sangat menakutkan karena efeknya yang membuat seseorang menjadi tidak bisa lagi hidup secara normal dan terbatas. Secara hitungan ekonomis, Stroke menjadikan biaya hidup menjadi sangat mahal. Dari aspek sosial, Stroke "memaksa" seseorang menjadi asosial kerena keterbatasan dalam berinteraksi dengan orang lain.

Berhulu pada Gangguan Pembuluh Darah

Otak merupakan sistem syaraf paling kompleks dan rumit. Bahkan, beberapa ahli mengatakan bahwa otaklah pusat kehidupan tubuh seseorang. Karenanya, peranan otak sangat vital. Di sisi lain, dengan kinerja seperti itu, otak membutuhkan asupan nutrisi, cairan dan oksigen sangat banyak. Semua itu bisa didapatkan otak dari darah yang mengalir melalui pembuluh darah. Nah akibat utama dari gangguan pembuluh darah otak tak lain adalah Stroke.

1. Transient Ischemic Attack (TIA)
Adalah gangguan fungsi otak sepintas yang biasanya permulaannya cepat, sementara, kurang dari 24 jam, biasanya 90% kurang dari 4 jam, tanpa meninggalkan kecacatan. Setelah otak mendapatkan suplai darah kembali, gejala dapat hilang sempurna.

2. Stroke Iskemik Trombotik dan Embolik
Adalah gangguan fungsi otak akibat gangguan aliran pembuluh darah otak yang permulaanya akut dan sub akut, lebih dari 24 jam yang menimbulkan gangguan fungsi syaraf yang dapat menetap atau sembuh dengan gejala-gejala sisa. Stroke biasanya terjadi saat bangun tidur, dapat didahului oleh serangan TIA. Gangguan aliran darah ke otak ini disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah akibat aterosklerosis (trombosis) atau penyumbatan pembuluh darah oleh bekuan lemak atau darah dari tempat lain, misalnya jantung (embolik).

3. Stroke Perdarahan
Adalah gangguan fungsi otak yang terjadi cepat/akut akibat pecahnya pembuluh darah di otak; baik pembuluh darah arteri, vena maupun kapiler secara spontan dan bukan akibat trauma (kecelakaan). Pecahnya pembuluh darah dapat terjadi karena hipertensi, kelainan dinding pembuluh darah dan kelainan faal koagulasi.

Jenis-Jenis Stroke

Stroke terbagi menjadi 2 yaitu: Stroke Iskemik dan Stroke Hemoragik.
Stroke Iskemik adalah tersumbatnya pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke otak sebagian atau keseluruhannya terhenti. 80% Stroke adalah Stroke Iskemik.
Stroke Iskemik ini dibagi menjadi 3 jenis yaitu:
Stroke Trombotik: Proses terbentuknya thrombus yang membuat penggumpalan darah.
Stroke Embolik: Tertutupnya pembuluh arteri oleh bekuan darah.
Hipoperfusion Sistemik: Berkurangnya aliran darah keseluruh bagian tubuh karena adanya gangguan denyut jantung.

Stroke Hemoragik adalah Stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah otak. Hampir 70% kasus Stroke Hemoragik terjadi pada penderita Hipertensi.
Stroke Hemoragik ada 2 jenis yaitu:
Hemoragik Intraserebral: Pendarahan yang terjadi di dalam jaringan otak
Hemoragik Subaraknoid: Pendarahan yang terjadi pada ruang subaraknoid (ruang sempit antara permukaan otak dan lapisan jaringan yang menutupi otak).

Tanda dan Gejala-Gejala Stroke

Seperti penanganan Penyakit Jantung Koroner (PJK)Stroke juga harus ditangani dengan cepat. Karenanya, melihat tanda dan gejala menjadi modal utama untuk memberikan penanganan yang memadai bagi penderita Stroke.

Berdasarkan lokasinya tubuh, gejala-gejala Stroke terbagi sebagai berikut:
  1. Bagian sistem syaraf pusat: Kelemahan otot (hemiplegia), kaku, menurunnya fungsi sensorik.
  2. Batang otak, dimana terdapat 12 syaraf kranial: Penurunan kemampuan membau, ekspresi wajah terganggu, pernafasan dan detak jantung terganggu, lidah lemah.
  3. Cerebral cortex: aphasia, apraxia, daya ingat menurun, hemineglect, penderita menjadi mudah kebingungan.
Jika tanda-tanda dan gejala tersebut hilang dalam waktu 24 jam, dinyatakan sebagai Transient Ischemic Attack (TIA), dimana merupakan serangan kecil atau serangan awal Stroke.

Faktor Risiko Tertinggi

Faktor risiko Stroke adalah kondisi, penyakit atau kelainan yang terdapat pada seseorang yang memiliki potensi untuk memudahkan orang tersebut mengalami serangan Stroke pada suatu saat.
  • Usia. Semakin bertambah tua usia, semakin tinggi risikonya. Tetapi itu tidak berarti bahwa Stroke hanya terjadi pada orang lanjut usia karena Stroke dapat menyerang semua kelompok umur.
  • Keturunan. Penelitian membuktikan bahwa ternyata Stroke terkait dengan keturunan. Faktor genetik yang sangat berperan antara lain adalah tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes dan cacat pada pembuluh darah. Cacat pada pembuluh darah (cadasil) mungkin merupakan faktor genetik paling berpengaruh dibandingkan faktor risiko Stroke lainnya.
  • Jenis Kelamin. Fakta menunjukkan bahwa lebih banyak perempuan meninggal setiap tahun karena Stroke daripada laki-laki. Namun di usia muda, insiden Stroke pada pria justru lebih tinggi daripada wanita.

Mencegah Stroke

Selain faktor risiko diatas, Stroke juga disebabkan oleh beberapa gangguan kesehatan dan gaya hidup tidak sehat.
Agar terhindar dari risiko Stroke, faktor-faktor tersebut harus dikendalikan, yaitu:
  • Tekanan Darah Tinggi. Tekanan darah tinggi adalah penyebab utama Stroke dan yang paling penting untuk dikendalikan. Pengobatan yang efektif pada tekanan darah tinggi merupakan alasan utama untuk mempercepat penurunan angka kematian Stroke.
  • Rokok. Racun dalam rokok mengurangi jumlah oksigen dalam darah, menyebabkan jantung bekerja lebih keras dan memudahkan terbentuknya gumpalan darah. Nikotin dan karbon monoksida dalam asap rokok merusak sistem kardiovaskular dalam banyak cara. Cara satu-satunya adalah berhenti merokok.
  • Diabetes Mellitus. Diabetes merupakan faktor risiko independen untuk Stroke  Banyak orang dengan diabetes juga mengalami tekanan darah tinggi, kolesterol dan obesitas (kelebihan berat badan) yang hal ini dapat meningkatkan risiko. Walaupun diabetes dapat diobati, kehadiran penyakit ini masih akan meningkatkan risiko Stroke.
  • Atrial Fibrilasi atau penyakit jantung dengan denyut jantung tidak teratur di bilik kiri atas. Gangguan irama jantung ini meningkatkan risiko Stroke  Pada orang-orang berusia di atas 80 tahun. Atrial Fibrilasi merupakan penyebab utama kematian pada 1 diantara 4 kasus Stroke.
  • Kolesterol. Orang dengan kolesterol darah yang tinggi memiliki risiko Stroke.  Memperbaiki tingkat kolesterol dengan menu makan yang sehat dan olahraga yang teratur dapat menurunkan risiko aterosklerosis dan Stroke.  Dalam kasus tertentu, dokter dapat memberikan obat untuk menurunkan Kolesterol.
  • Pola Makan yang buruk. Makanan yang tinggi lemah jenuh, trans lemak dan kolesterol dapat meningkatkan kadar kolesterol darah. Makanan tinggi natrium (garam) juga berkontribusi pada peningkatan tekanan darah. Sebaliknya, diet yang mengandung lima atau lebih porsi buah-buahan dan sayuran per hari dapat mengurangi risiko Stroke.
  • Kurang Aktivitas Fisik dan Obesitas. Kurangnya aktivitas fisik dan Obesitas dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, Kolesterol darah tinggi, Diabetes, penyakit Jantung dan Stroke.

Penanganan Stroke

Ada beberapa tindakan atau prosedur medis bisa dilakukan pada saat masih berupa gejala ataupun saat sudah menjadi Stroke.
  • Jika ada gejala "prodromal" seperti pusing, sakit kepala dan insomnia maka segera periksakan diri ke dokter. Jika gejala prodromal tersebut dapat tertangani sedini mungkin, harapannya adalah serangan Stroke bisa dihindari.
  • Jika sudah terjadi stroke, penderita harus segera dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan penanganan intensif. Semakin cepat penderita Stroke mendapatkan pengobatan akan semakin baik prognosa dari penderita tersebut.
  • Rehabilitasi. Perhatian dari keluarga dan orang terdekat adalah kunci keberhasilan dari tahap rehabilitasi. Melalui rehabilitasi, penderita Stroke belajar ketrampilan dasar kembali, seperti berbicara, makan, berpakaian dan berjalan. Tujuannya adalah untuk memperbaiki fungsi sehingga penderita Stroke menjadi mandiri.
Mahalnya Penyakit Stroke: Dampak Ekonomi dan Sosial Penyakit Stroke

Stroke menimbulkan dampak yang sangat besar dari segi ekonomi dan sosial karena biaya pengobatan dan perawatan sangat tinggi.

Disamping itu Stroke juga menimbulkan dampak sosial akibat dari gejala sisa sehingga penderita tidak dapat lagi bekerja kembali seperti sediakala dan sosialisasinya dapat juga terhambat.

Penderita paska Stroke dengan gejala sisa permanen dapat menjadi beban ekonomi bagi keluarganya dan beban sosial bagi masyarakatnya karena tidak produktif lagi. Oleh sebab itu, pencegahan Stroke dengan paradigma sehat merupakan uapaya terbaik harus menjad salah satu program prioritas dalam kampanye penanggulangan Stroke.

Stroke dapat diobati dengan konsep mutakhir. Penderita Stroke akan dapat diselamatkan dari kematian dan cacat apabila dilakukan pengobatan yang cepat, tepat dan akurat pada waktu terjadi serangan, khususnya Stroke yang bukan pendarahan.

Data dari penelitian menunjukkan bahwa penderita yang dalam waktu kurang dari 12 jam setelah serangan Stroke  penyembuhannya lebih baik dibandingkan dengan penderita yang datang dalam waktu lebih dari 12 jam setelah serangan.

Produk HDI Untuk Stroke

Produk perlebahan HDI merupakan salah satu solusi yang bisa kita manfaatkan dalam fase preventif (pencegahan), terapi maupun rehabilitasi. Karena selain kandungan produk perlebahan banyak kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh kita, seperti asam amino esensial, protein, vitamin dan mineral, juga banyak mengandung antioksidan untuk menetralisir bahaya radikal bebas misalnya Polyfenol, Flavonoid, CAFE. Telah banyak penelitian yang membuktikan bahwa kandungan nutrisi tersebut mampu mengatasi dan menetralisir bahaya radikal bebas dan sekaligus membantu mempercepat pemulihan Stroke itu sendiri.

Produk HDI yang disarankan:

HDI Pollenergy 520
HDI Pollenergy 520 mengandung bee polllen. Seperti telah kita ketahui bersama di dalam bee pollen, terkandung nutrisi yang sangat lengkap. Salah satu fungsinya adalah menghambat proses degenarasi sel, memperbaiki metabolisme sel dan mempercepat pemulihan fisik. Bee pollen ini akan mempercepat pulihnya sel-sel syaraf akibat Stroke.
Anjuran pakai: 2 x 1 tablet/hari

HDI Bee Propolis
HDI Bee Propolis ini berfungsi mengurangi edema atau pembengkakan otak yang sering terjadi pada penderita Stroke  Edema otak pada Stroke menambah berat gejala yang terjadi pada penderita serangan Stroke  Bee Propolis juga berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh secara alamiah, memperbaiki gangguan pencernaan dan bersifat sebagai antioksidan.
Anjuran pakai: 3 x 1 tablet/hari

HDI Royal Jelly Liquid
HDI Royal Jelly sangat dianjurkan untuk penderita Stroke karena fungsinya adalah mempercepat regenerasi sel syaraf, sehingga sel-sel syaraf yang rusak saat serangan Stroke dapat segera pulih. Selain itu, HDI Royal Jelly juga bersifat menenangkan sehingga dapat meringankan gejala stres, seperti kecemasan dan depresi paska Stroke  HDI Royal Jelly juga bersifat neuroleptik sehingga meningkatkan kualitas tidur.
Anjuran pakai: 2 x 1 cth/hari

HDI Clover Honey
HDI Clover Honey merupakan larutan gula yang jenuh, yang sebagian terdiri dari fruktosa (38.5%) dan glukosa (31%). Selain karbohidrat, madu juga mengandung protein, asam amino, enzim, vitamin dan mineral. Madu kaya akan kandungan antioksidan seperti vitamin C, flavonoid, alkaloid dan kaya akan kandungan enzim.
Anjuran pakai: 2 - 3 x sendok makan.

Manfaat Produk HDI untuk penderita Stroke
  1. Meningkatkan stamina tubuh
  2. Membantu mengurangi faktor risiko Stroke
  3. Membantu melancarkan aliran darah
  4. Membantu memulihkan fungsi syaraf dan otot
  5. Mempercepat proses pemulihan kesehatan secara umum

ALS - Lou Gehrig

als
ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis) adalah penyakit/gangguan neuromuskular di mana sel-sel saraf di sumsum tulang belakang dan bagian bawah otak (batang otak) yang mengendalikan otot-otot gerak berlahan mengalami kematian sehingga sinyal-sinyal dari otak ke otot-otot itu tidak berjalan.

ALS (Amyotrophic lateral sclerosis) atau sering juga disebut Penyakit Lou Gehrig, sesuai dengan nama pemain bisbol terkenal yang didiagnosis menderita pada tahun 1939 di Amerika Serikat, adalah penyakit yang merusak Motor Neuron di otak dan sumsum tulang belakang.

Motor Neuron adalah sel saraf yang mengontrol gerakan otot. Neuron Motor Atas mengirim pesan dari otak ke sumsum tulang belakang, dan Neuron Motor Bawah mengirim pesan dari sumsum tulang belakang ke otot-otot. Motor Neuron merupakan bagian penting dari sistem neuromuskular tubuh, karena sistem neuromuskular memungkinkan tubuh kita untuk bergerak dan terdiri dari otak, saraf, dan otot.

Hal-hal yang kita lakukan setiap hari, seperti bernapas, berjalan, berlari, mengangkat barang, dan bahkan meraih segelas air, semuanya dikontrol oleh sistem neuromuskular. Tetapi akibat penyakit ini, sinyal-sinyal dari otak ke otot-otot itu tidak berjalan atau terganggu.

ALS (Amyotrophic lateral sclerosis) atau Lou Gehrig adalah penyakit yang merusak motor neuron di otak dan sumsum tulang belakang.

Tanda dan gejala awal dari ALS:
  • Kesulitan mengangkat bagian depan kaki dan jari kaki (footdrop)
  • Kelemahan pada kaki atau pergelangan kaki
  • Tangan lemah atau canggung
  • Pengucapan kurang jelas atau kesulitan menelan
  • Kram otot dan berkedut di lengan, bahu dan lidah
Penyakit ini sering dimulai dengan kaki, tangan atau anggota badan, dan kemudian menyebar ke bagian lain dari tubuh. Ketika penyakit meningkat, otot-otot menjadi semakin lemah hingga lumpuh. Ini akhirnya mempengaruhi cara mengunyah, menelan, berbicara dan bernapas.

Kebotakan pria di usia dini perlu juga diwaspadai. Karena, menurut suatu penelitan awal, kondisi ini bisa jadi merupakan gejala penyakit ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis)  atau  Lou Gehrig.
Tidak berarti orang yang mengalami kebotakan dini harus khawatir, hubungan ini mungkin juga tidak benar, karena ada beberapa orang dengan ALS tidak mengalami kebotakan dini.

Tapi pria yang mengalami kebotakan dini parah berisiko tiga kali lebih besar menderita ALS. Hal serupa dialami pria dengan kebotakan sedang, yang berpeluang 50 persen lebih tinggi mengalami ALS. Hasil analisa juga menunjukkan, peningkatan level kebotakan pada usia 45 tahun berbanding lurus dengan risiko ALS.

Pada ALS, sel-sel saraf yang mengendalikan gerakan otot secara bertahap mati, sehingga otot-otot  melemah dan mulai merana.

Penyebab Penyakit ALS

Pada ALS, sel-sel saraf yang mengendalikan gerakan otot secara bertahap mengalami kematian, sehingga otot-otot  melemah dan mulai merana. Lebih dari 1 dalam 10 kasus ALS diwariskan secara genetik. Namun sisanya tampaknya terjadi secara acak.

Para peneliti sedang mempelajari beberapa kemungkinan penyebab ALS, termasuk:
  • Mutasi gen. Berbagai mutasi genetik dapat menyebabkan bentuk warisan ALS, yang muncul hampir identik dengan bentuk-bentuk yang bukan diwariskan.
  • Ketidakseimbangan kimia. Orang yang memiliki ALS biasanya memiliki kadar glutamat lebih tinggi, pemberi pesan kimia dalam otak, di sekitar sel-sel saraf dalam cairan tulang belakang. Terlalu banyak glutamat diketahui menjadi racun bagi beberapa sel-sel saraf.
  • Respon imun tidak teratur. Kadang-kadang sistem kekebalan tubuh mulai menyerang beberapa sel tubuh normalnya sendiri, dan para ilmuwan telah berspekulasi bahwa hal ini dapat memicu proses yang menghasilkan ALS.
  • Kesalahan penanganan protein. Ada bukti bahwa kesalahan penanganan protein dalam sel-sel saraf dapat menyebabkan akumulasi bertahap dari bentuk abnormal protein dalam sel, akhirnya menyebabkan sel-sel saraf mati.

Penanganan

Belum ada obat yang dapat menghentikan atau menyembuhkan penyakit ini. Satu-satunya obat yang dapat memperlambat perkembangannya adalah Riluzole (merek: Rilutek). Beberapa obat lain dalam tahap uji klinis. Bantuan perangkat medis dan terapi lain seperti vitamin atau antioksidan dapat meningkatkan kekebalan tubuh untuk membantu pasien melawan penyakit.

Penyakit Degeneratif

degeratif
Penyakit Degeneratif adalah istilah medis untuk menjelaskan suatu penyakit yang muncul seiring dengan bertambahnya usia disertai kemunduran fungsi sel tubuh yang terus menurun.

Penyakit Degeneratif ini merupakan proses penurunan fungsi organ tubuh yang umumnya terjadi pada usia tua. Namun ada kalanya juga bisa terjadi pada usia muda, akibat yang ditimbulkan adalah penurunan derajat kesehatan yang biasanya diikuti dengan penyakit.

Akibat dari Penyakit Degeneratif umumnya adalah rasa sakit dan juga sangat menyita biaya terutama saat masa tua dan bisa juga akan berakhir dengan kematian.

Seiring dengan berjalannya waktu tiap orang mengalami pergantian (regenerasi) sel-sel dalam tubuhnya. Secara alamiah sel tubuh juga mengalami penurunan dalam fungsinya akibat proses penuaan. Penurunan fungsi sel juga dapat terjadi pada penyakit degeneratif. Tetapi yang dimaksud dengan penyakit degeneratif disini adalah penurunan fungsi sel yang terjadi sebelum waktunya.

Penyakit Degeratif merupakan proses berkurangnya fungsi sel saraf secara bertahap tanpa sebab yang diketahui. Kondisi ini berakibat pada sel saraf yang sebelumnya berfungsi normal menjadi lebih buruk hingga tak berfungsi sama sekali. Penyebab Penyakit Degenatif sering tidak diketahui, termasuk diantaranya kelompok penyakit yang dipengaruhi oleh faktor keturunan.

Penyakit Degeratif menunjukkan proses yang lebih cepat dari kerusakan neuron, myelin dan jaringan dengan akibat timbulnya produk-produk degeneratif dan reaksi penghancuran sel yang hebat. Penyakit seperti itu menunjukkan adanya penurunan daya tahan sel saraf dan mengakibatkan kematian sel lebih cepat.

Faktor-faktor penyebab Penyakit Degeneratif antara lain; keturunan, mutasi gen, lingkungan, makanan dan gaya hidup. Faktor makanan dan gaya hiduplah yang dituding dalam peningkatan kasus penyakit degeneratif di Indonesia.

Penyakit Degeneratif dapat dicegah dengan cara meminimalkan faktor risiko penyebabnya.

Semakin bertambahnya usia seseorang, maka semakin terasa adanya penyakit-penyakit, seperti: terasa kaku-kaku, kesulitan tidur, gemetar, hingga adanya disfungsi organ tubuh tertentu.
Inilah yang disebut Penyakit Degeneratif, yaitu penyakit yang tidak diketahui penyebabnya sehingga sulit disembuhkan dan hanya dapat dilakukan pencegahan dan diminimalisasi baik rasa maupun dampaknya bagi tubuh sebelum penyakit tersebut semakin parah.

Daftar penyakit degeneratif ini antara lain :

ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis) atau Lou Gehrig
Asam Urat
Alzheimer (Demensia)
Ataksia Friedreich
Aterosklerosis
COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease)
CTE (Chronic Traumatic Encephalopathy)
Diabetes Mellitus
Dislipidemia
Essential Tremor
Ehlers-Danlos Syndrome
Ginjal
Hepatitis
Hipertensi
Huntington
IBD (Inflammatory Bowel Disease)
Jantung
Kolesterol
Kardiovaskular
Keratoconus
Keratoglobus
Marfan's Syndrome
MD (Muscular Dystrophy)
NPD (Niemann-Pick Disease)
MSA (Multiple System Atrophy)
MS (Multiple Sclerosis)
Obesitas
Osteoporosis
Osteoartritis
Parkinson
Paru-paru
Prostatitis
PSP (progressive supranuclear palsy)
Rheumatoid Arthritis
Stroke
TSD (Tay-Sachs Disease)

Diabetes Mellitus

Diabetes Mellitus
Diabetes Mellitus adalah penyakit menahun yang dapat diderita seumur hidup, sehingga yang berperan dalam pengelolaannya bukan hanya dokter tetapi juga perawat, ahli gizi, penderita, bahkan keluarga penderita. Namun sebenarnya penyakit ini sifatnya sederhana dan tidak komplek serta dapat dirawat dengan baik.

Penyakit Diabetes Mellitus terjadi akibat sel-sel beta di kalenjar pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin yang memecah karbohidrat (glukosa) menjadi energi yang diperlukan tubuh. 

Ketidakmampuan tersebut disebabkan kerusakan sebagian kecil maupun sebagian besar sel beta pankreas akibat suatu penyakit atau sebab lain. Karena tubuh tidak dapat mengubah karbohidrat menjadi energi, maka tubuh memecah lemak untuk memperoleh energi sehingga lemak tubuh berkurang dan tubuh menjadi kurus.

Tanda dan Gejala

Penderita diabetes adalah orang yang mempunyai kadar gula atau glukosa diatas ambang normal pada darahnya (hyperglikemia). 

Kadar glukosa darah dapat diukur pada waktu berpuasa dan 2 jam sesudah berpuasa.
Kadar gula darah dikatakan normal apabila:
  • Kadar glukosa darah waktu berpuasa < 100 mg/dl
  • Kadar glukosa darah 2 jam sesudah berpuasa < 140 mg/dl
Gejala-gejala pasti penyakit DM (Diabetes Mellitus) antara lain Polidipsi (sering haus sehingga banyak minum), Polifagi (banyak makan, karena selalu lapar), serta Poliuri (sering kencing). Bahkan, di beberapa kasus seringkali air seni penderita dikerumuni semut. Gejala lainnya adalah penurunan berat badan yang sangat nyata. Gejala-gejala tidak pasti penyakit DM antara lain cepat lelah, mudah mengantuk, penglihatan kabur, kesemutan, hilang rasa di ujung-ujung jari, bisul kronis, infeksi kulit sukar sembuh, gatal-gatal, keputihan pada wanita atau disfungsi ereksi pada pria.

Pada bulan-bulan pertama, penderita biasanya belum menyadari penurunan berat badan tersebut karena merasa sehat dan program dietnya berhasil. Penderita baru melakukan check up atau memeriksa kesehatannya ke dokter setelah penyakitnya parah dan penurunan berat badan tidak terkontrol lagi.

Kelompok Beresiko

Angka kejadian penyakit DM 1,5 - 2,3% (tahun 1980) dengan prevelensi yang cenderung lebih tinggi pada masyarakat perkotaan, misalnya sampai dengan 12,8% (tahun 1983). Orang yang berisiko tinggi menderita DM antara lain: berusia lebih dari 45 tahun, berat badan melebihi 120% dari berat badan ideal, tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg, ada riwayat DM pada keluarga dan kehamilan dengan berat badan bayi yang lahir lebih dari 4000 gram.

Secara sederhana, kelompok yang berisiko terkena DM adalah sebagai berikut:
  • Penderita Obesitas
  • Berusia diatas 40 tahun
  • Mengalami Hipercholesterolaemia (kelebihan kolesterol)
  • Mengalami Hipertensi (darah tinggi)
  • Memiliki riwayat keluarga DM
  • Memiliki riwayat melahirkan bayi dengan BB > 4 kg.
  • Dislipidaemia
  • Orang yang kurang berolahraga
Klasifikasi penyakit DM dibagi sebagai berikut:
  • DM tipe 1 disebabkan kekurangan insulin absolut
  • DM tipe 2 disebabkan kekurangan insulin relatif
  • DM Gestasionel disebabkan kehamilan
  • DM tipe lain biasanya disebabkan penyakit-penyakit pada kalenjar pankreas langsung maupun tidak langsung.

Penatalaksanaan Penderita DM

DM adalah adalah penyakit menahun yang dapat diderita seumur hidup, sehingga yang berperan dalam pengelolaannya bukan hanya dokter tetapi juga perawat, ahli gizi, penderita, bahkan keluarga penderita. Namun sebenarnya penyakit ini sifatnya sederhana dan tidak komplek serta dapat dirawat dengan baik.

Karena itu, agar hasil pengobatan tepat dan berhasil diperlukan standar minimal pengelolaan penyakit DM bagi penderita. Pengaturan diet makan dengan komposisi karbohidrat, lemak dan protein yang seimbang disesuaikan dengan kegiatan penderita DM menjadi kunci sukses menangani diabetes. Yang terpenting dalam diet DM adalah disiplin akan jadwal dan jumlah jenis makanan. Lebih optimal jika diikuti dengan berolahraga.

Olahraga yang dapat dilaksanakan satu sampai dua jam setelah selesai makan dengan porsi 3 kali seminggu. Jenis olahraga yang disarankan adalah lari, berenang, bersepeda dan dayung. Porsinya disesuaikan dengan kondisi penderita. Manfaat olahraga adalah menurunkan kadar gula darah, berat badan dan mencegah terjadinya komplikasi penyakit, seperti Penyakit Jantung Koroner (PJK).

Produk HDI Untuk Diabetes Mellitus

Tubuh memerlukan insulin untuk mengubah gula dalam darah menjadi energi. Ketika jumlah insulin dalam tubuh menurun, kadar gula dalam darahpun meningkat. Untuk itu pankreas yang sehat adalah faktor utama yang memenuhi kebutuhan tubuh akan insulin.

Produk perlebahan HDI Dynamic Trio memiliki zat antioksidan yang dapat membantu memperbaiki sel pankreas yang rusak dan meningkatkan proses regenerasi sel. Sehingga sel-sel pankreas dapat memproduksi cukup insulin untuk menjaga keseimbangan kadar gula dalam darah. HDI Bee Propolis yang memiliki kandungan polifenol dapat membantu meningkatkan produksi serta aktivitas sel-sel imun sehingga sistem kekebalan tubuh dapat terjaga secara alami.

HDI Aloe Propolis Cream, dapat membantu mengatasi luka gangren pada penderita diabetes dan mempercepat pembentukan atau regenerasi sel kulit baru. Propolisnya membantu mengurangi peradangan pada luka gangren dengan efektif.

Gangguan Ginjal

Ginjal
Meskipun Penyakit Ginjal banyak sekali macamnya, tapi akibat penyakit Diabetes dan Hipertensi yang lebih sering membuat seseorang mengalami gagal ginjal. Sebab lainnya adalah insufisiensi ginjal mencakup pielonefritis akibat infeksi bakteri E.coli dan penyakit ginjal polikistik yang bersifat bawaan.

Ginjal manusia terdiri dari 2 buah, berbentuk seperti kacang polong yang terletak di belakang selaput rongga perut (retro peritoneal), pada kedua belah sisi tulang belakang agak di sebelah atas pinggang. Ginjal merupakan organ penting proses metabolisme tubuh, seperti homeostatis cairan tubuh dan pengaturan keseimbangan asam-basa. Fungsi homeostatis ginjal dimungkinkan lewat berbagai mekanisme yang terlibat dalam produksi air seni yang berlangsung di sepanjang nefron, yaitu proses penyaringan (filtrasi), penyerapan kembali (reabsorbsi), sekresi dan pengasaman (asidifikasi).

Penyakit yang sering mengakibatkan gagal ginjal mencakup 2 keadaan yang asal mulanya di luar ginjal, yaitu diabetes dan hipertensi.

Penyakit primer ginjal yang sering menimbulkan gagal ginjal adalah glomerulonefritis kronis, yang disebabkan oleh kegagalan penderita untuk sembuh total dari sindrom nefrotis akut. Keadaan penyakit yang akut biasanya terjadi setelah infeksi streptokokus yang menghancurkan membran basalis glomerulus. Penyakit ginjal lainnya yang dapat mengakibatkan insufesiensi ginjal mencakup pielonefritis akibat infeksi bakteri (biasanya bakteri E. Coli) dan penyakit ginjal polikistik yang bersifat bawaan.

Gejala Gangguan Ginjal

Pada awalnya, gagal ginjal tidak ditandai dengan beberapa gejala. Tetapi apabila fungsi ginjal menurun, maka tubuh kita kehilangan kemampuan untuk mengatur keseimbangan air, sisa-sisa makanan dan produksi sel-sel darah merah. Akibatnya kita akan merasa lemah dan tidak kuat. Bahkan mungkin mengalami sesak nafas dan pembengkakkan pada tubuh.

Jika tidak segera diatasi, penumpukan racun dalam tubuh akan mempengaruhi fungsi dari berbagai organ tubuh yang akhirnya menyebabkan kegagalan total dari fungsi organ tubuh tertentu.

Pencegahan dan Tata Laksana

Pencegahan selalu menjadi tujuan utama terhadap masalah gagal ginjal. Penyakit seperti hipertensi dan diabetes dapat mempengaruhi fungsi ginjal dan organ tubuh lainnya. Kedisiplinan sangat penting untuk mencegah agar gula darah dan tekanan darah tetap dalam angka normal.

Ketika terjadi gagal ginjal, tujuannya adalah mencegah penurunan fungsi ginjal lebih lanjut. Jika diabaikan, kerusakan pada ginjal akan menyebabkan kegagalan pada seluruh fungsi ginjal.

Tetapi jika dilakukan perawatan, fungsi ginjal dapat terpelihara walaupun tidak mungkin lagi bisa kembali ke kondisi semula.

Beberapa tindakan dapat kita dilakukan untuk mengatasi gagal ginjal, salah satunya melalui diet yang merupakan segi penting dalam pengobatan bagi penyakit ginjal. Karena ketidakmampuan ginjal untuk mengeluarkan air, garam atau kalium yang berlebih, kita perlu membatasi jumlah asupannya.

Diet yang Tepat

Tindakan diet merupakan segi penting dalam pengobatan bagi penyakit ginjal. Unsur-unsur gizi (nutrien) yang memiliki makna khusus dalam pengobatan ini dapat dikelompokkan sebagai berikut: natrium dan air, vitamin D, kalsium, fosfor, kalium dan kadang-kadang magnesium. Diet untuk setiap penderita dapat berbeda-beda menurut derajat insufisiensi ginjalnya dan apakah telah dilaksanakan terapi dialisis (cuci darah). Untuk memahami dasar tindakan diet, perlu diperhatikan interlasi antara berbagai nutrisi dan antara masing-masing nutrisi dengan fungsi ginjalnya.

Setelah keadaan insufisiensi ginjal menjadi semakin parah, volume air seni tidak lagi berlebihan. Tetapi sebaliknya, menjadi berkurang di bawah normalnya. Kalau glomerulus (GFR) turun hingga 5 - 10% dari normalnya, aliran air seni menjadi begitu terbatas sehingga masukkan natrium dan air yang lazim terjadi tidak lagi di sekresikan. Pada keadaan ini, konsumsi natrium dan air harus dibatasi karena kalau tidak, hipertensi, edema dan gagal jantung kongestif akan terjadi.

Produk HDI Untuk Ginjal

Kandungan nutrisi dalam produk perlebahan dapat membantu mengurangi kadar kolesterol dalam darah yang merupakan penyebab utama hipertensi. Produk perlebahan juga membantu para penderita hipertensi dan diabetes agar terhindar dari gagal ginjal dengan menyehatkan jantung dan membantu menyeimbangkan kadar gula dalam darah.

HDI Bee Propolis dan HDI Royal Jelly memiliki manfaat sebagai antioksidan, anti-bakteri serta membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan menstimulasi produksi sel-sel imun. Kandungan Bee Pollen dapat membantu mencukupi kebutuhan nutrisi yang kurang atau tidak seimbang serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Jantung

jantung
Jantung adalah organ tubuh vital yang berguna untuk memompa darah dari dan ke seluruh tubuh. Jantung tersusun dari jaringan otot yang sangat kuat dan elastis. Tapi karena kerjanya yang tidak pernah mengenal istirahat, jantung juga mempunyai "masa capek" dan rentan terhadap penyakit, apalagi ditambah gaya hidup tidak sehat. Akhirnya jantungpun terkena penyakit.

Ragam Penyakit Jantung

  • Gangguan pada pembuluh darah koroner (penyakit jantung koroner)
    penyakit ini adalah penyakit pada jantung yang paling umum diderita.
  • Hyperlipidemia
    Adalah peningkatan kolesterol dan trigliserida yang melebihi batas normal. Peningkatan tersebut bisa sebagai pemicu terbentuknya arterosklerosis yang membentuk plak aterosklerosis yang berlanjut dengan penyempitan lumen pembuluh darah, sehingga berpengaruh terhadap suplai oksigen pada otot jantung.
  • Penyakit Jantung Bawaan
    Kelainan (abnormalitas) dari jantung yang terdapat waktu lahir, seperti lubang didalam jantung.
  • Penyakit Otot Jantung
    Penyakit yang terutama menyerang otot jantung dari pada pembuluh darah.
  • Penyakit Klep Jantung
    Kerusakan atau kelainan dari salah satu dari 4 katup yang mengontrol aliran darah di jantung.
  • Penyakit Gangguan Irama Jantung
    Denyut jantung tidak teratur yang dapat menyebabkan debar jantung (palpitasi) dan sesak napas.

Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit jantung yang disebabkan oleh terganggunya aliran darah pada sistem koroner sehingga otot jantung mengalami gangguan sesuai dengan berat/ringannya sumbatan arteri koroner.

Dahulu, penyakit jantung koroner memang dianggap sebagai monopoli mereka yang berusia 60 tahun keatas, maklum usia merupakan salah satu faktor resiko PJK. Namun dari tahun ke tahun, penyakit tersebut "turun kelas", Mereka yang berusia produktif pun punya resiko yang sama, bahkan dilaporkan cenderung meningkat. Ini disebabkan oleh adanya perubahan pola makan dan perilaku manusia yang tidak sehat.

Gejala dan tanda-tanda PJK:
  1. Nyeri pada dada
    Lokasinya tidak bisa ditunjuk dengan jari, dirasakan seperti menyebar keseluruh dada. Bisa menjalar ke lengan kiri, rahang, seperti di cengkeram atau terbakar. Bila sudah terjadi serangan jantung, rasa nyeri bisa lebih dari 1 menit.
  2. Berkeringat dingin
    hal ini berkaitan dengan meningkatnya aktifitas syaraf simpatis yang aktif saat manusia mengalami stres baik fisik maupun psikis.
  3. Pingsan
    Hal ini terjadi karena kegagalan jantung untuk memompa darah dalam jumlah yang optimal ke otak, sehingga kehilangan kesadaran atau pingsan.
  4. Berdebar
    Sensasi berdebar timbul apabila jantung berdenyut dengan frekuensi diluar batas normal (denyut jantung normal manusia berkisar antara 60 - 100 kali per menit).
  5. Sesak Nafas
    Gejala di atas terjadi karena jantung tidak dapat memompakan seluruh isinya keluar, sehingga aliran darah dari paru yang akan kembali ke jantung mengalami hambatan. Akibatnya terjadi penimbunan darah di paru yang dapat menimbulkan sensai sesak napas.
Jika terjadi serangan, segera hentikan segala aktivitas agar denyut jantung menurun dan kebutuhan oksigen otot jantung berkurang. Diharapkan kebutuhan oksigen otot terpenuhi kembali dan jantung kembali normal.

Penyebab Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah penyempitan dan penyumbatan pembuluh arteri koroner yang disebabkan oleh penumpukan zat-zat lemak (kolesterol dan trigliserida).

Makin lama makin banyak dan menumpuk di bawah lapisan terdalam (endotelium) dari dinding pembuluh nadi. Akibatnya aliran darah ke jantung pun berkurang karena jalannya sempit atau tersumbat. Kerja jantung sebagai pemompa darah terganggu dan penderita kekurangan oksigen (dan juga zat-zat gizi) karena aliran darah ke jantung berkurang. Itu sebabnya ketika seseorang penderita mendapatkan serangan jantung biasanya akan mengalami sesak nafas.

Ada faktor-faktor yang menyebabkan seseorang diusia produktif menjadi rawan kena PJK dan Stroke. Faktor itu berkaitan dengan pola hidup kita.
  1. Pola Makan
    Zaman sekarang banyak kita jumpai makanan siap saji (fast food) yang mengandung kadar lemah jenuh tinggi. Kolesterol atau lemak tersebut akan membuat penumpukan dan menghambat pembuluh darah jantung, akhirnya terjadilah PJK dan atau Stroke.
  2. Stres
    Stres berkaitan dengan aktivitas adrenalin. Ketika seorang mengalami stres, zat adrenalin dalam tubuh meningkat. Dampaknya bisa meningkatkan manifestasi penyakit jantung di tandai dengan degup jantung yang meningkat serta dinding pembuluh darah yang kaku.
  3. Lingkungan
    Udara yang tercemar akibat asap polusi kendaraan akan terhirup oleh kita dan larut dalam darah sehingga merusak dinding dalam pembuluh darah dan keadaan ini akan rentan terjadinya PJK.

Produk HDI Untuk Kesehatan Jantung

Seperti yang telah kita ketahui, penyakit jantung dapat dipicu oleh banyak hal, diantaranya hipertensi, dimana tekanan darah yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya arterosklerosis.

HDI Royal Jelly dapat membantu mengurangi hipertensi karena mengandung asam amino yang bekerja menghambat kerja ACE (Angiotensin-1 Converting Enzyme), sumber pemicu naiknya tekanan darah. Royal jelly juga mengandung vitamin B3 yang dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. HDI Clover Honey dapat membantu mencegah terjadinya serangan jantung, karena dapat membantu menurunkan tekanan darah. Selain Royal Jelly dan Madu, HDI Bee Propolis yang kaya akan kandungan polifenolnya dapat membantu melawan radikal bebas yang disebabkan oleh faktor lingkungan.

Ketika ada gejala PJK, segera periksakan diri ke dokter. Ikuti anjuran dokter dan minumlah obat yang diberikan.

Hepatitis - Radang Hati

hepatitis
Hepatitis adalah suatu infeksi atau peradangan yang mengenai organ hati, bisa disebabkan infeksi virus, non virus, alkohol atau obat-obatan yang bersifat hepatotoksik. Ada 3 macam jenis hepatitis yang paling dikenal kaum awam, yaitu hepatitis A, B dan C.

Infeksi virus hepatitis A biasanya tidak berat, hanya membutuhkan istirahat yang cukup agar cepat sembuh. Sedangkan virus hepatitis B maupun C bisa memberikan gambaran klinis mengenai hepatitis akut maupun kronis.

Bila sudah terjangkit hepatitis B kronis maupun hepatitis C kronis, maka selanjutnya bisa menjurus menjadi Karsinoma Hepatoseluler atau kanker hati.

Karenanya para ahli terus berusaha untuk meningkatkan upaya penatalaksanaan hepatitis kronis tersebut. Hepatitis akut biasanya akan mengalami penyembuhan sempurna setelah 8 - 12 minggu. Secara umum, disebut hepatitis kronik apabila proses radang pada jaringan hati itu berlangsung terus menerus sampai 6 bulan atau lebih. Virus hepatitis B dan C merupakan kasus yang paling banyak terjadi di negara-negara Asia, termasuk Indonesia. Selain dapat berlanjut menjadi penyakit yang berat, seperti Sirosishepatic dan kanker hati primer, penderita hepatitis kronik karena virus hepatitis B dan C juga dapat menjadi sumber penularan yang berbahaya.

Sebagian besar infeksi virus hepatitis B dapat sembuh dengan sempurna dalam waktu 6 bulan. Hanya sebagian kecil, kira-kira 1 - 2 %, yang berakhir dengan kematian akibat Hepatitis Fulminan.

Kira-kira 10% infeksi terjadi pada orang dewasa dan 90% pada bayi (neonatus) akan berlanjut menjadi pembawa virus kronik. Belum diketahui secara pasti mengapa seseorang tidak mampu melenyapkan infeksi virus hepatitis B setelah infeksi akut sehingga menjadi pembawa virus kronik. Beberapa faktor predisposisi adalah faktor usia pada saat terinfeksi, status imunologik dan heterogenisitas virus. Pada bayi yang baru lahir, penyebab kronisitas yang pantas dicurigai adalah sistem imun yang masih rentan dan tertekan fungsinya oleh antibodi anti HBc si ibu.

Infeksi kronis virus hepatitis B dapat dibagi dalam beberapa fase berdasarkan pada fase hidup virus, disesuaikan dengan apa yang terjadi pada penderita:
  • Fase Replikasi virus diikuti dengan Imunotoleransi.
    Pada fase ini, terjadi replikasi virus yang amat tinggi dan ditunjukkan dengan kadar DNA-VHB (Virus Hepatitis B) yang tinggi, tetapi Nekroinflamasi sangat minimal. Pada fase ini, gejala yang terlihat adalah badan lesu, lemah, mudah capek, mual, muntah, kembung, nyeri pada otot dan sendi serta nyeri pada perut kanan bawah.
  • Fase Replikasi virus diikuti dengan Imunoeliminasi.
    Fase ini sering disebut sebagai fase serokonversi. Pada bagian besar fase ini, terjadi reaksi imunologik untuk menghilangkan VHB. Reaksi tersebut menyebabkan timbulnya Nekroinflamasi yang jelas. Penderita akan menunjukkan tanda-tanda hepatitis, misalnya kulit dan selaput lendir berwarna kuning, air seni berwarna kuning sampai kecoklatan. apabila proses ini terjadi, pasien dapat sembuh sempurna sebelum 6 bulan.
  • Fase Non-Replikasi atau laten.
    Tidak dijumpai lagi replikasi virus pada fase ini. Molekul DNA-VHB berintegrasi dengan genome hepatosit. Penderita mengalami "Immunocompetence". Fase ini berisiko tinggi untuk terjadi kanker hati.

Terapi Umum

Terapi umum meliputi usaha-usaha untuk mencegah penularan karena penderita hepatitis kronis tertentu, terutama VHB sangat mudah menular. Pengaturan diet khusus tidak diperlukan. kecuali apabila sudah timbul sirosis hati. Istirahat di tempat tidur terus menerus tidak terbukti memperbaiki perjalanan penyakitnya. Di lain sisi, olahraga berat sangat tidak dianjurkan. lakukan istirahat dan olahraga secukupnya.

Terapi Khusus

Tujuan terapi khusus adalah untuk menghentikan replikasi virus. Diharapkan dengan menghentikan replikasi sebelum terjadi sirosis hati dapat menghentikan inflamasi dan mencegah sirosis hati. Terapi khusus diberikan pada penderita hepatitis kronik yang masih menunjukkan replikasi virus dan disertai proses nekroinflamasi yang jelas, baik secara biokimiawi ataupun histopatologi. Ukuran keberhasilan terapi khusus ini adalah HbeAg dalam serum menjadi negatif, ALT (Alkali Phospatase) menjadi normal dan DNA-VHB kadarnya menurun.

Produk HDI Untuk Hepatitis

Tata laksana penderita hepatitis dengan menggunakan bahan alami produk perlebahan pun mampu memberikan hasil yang sangat memuaskan. Ini dikarenakan produk perlebahan selain mengandung komposisi sebagai antioksidan, juga berfungsi sebagai hepatoprotector dan imunostimulan.

HDI Pollenergy 520, sebagai multivitamin yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan hepatoprotector karena mengandung asam amino essensial serta mengandung antioksidan.

HDI Bee Propolis,  berfungsi selain sebagai antioksidan yang kuat berkat kandungan bio-flavonoid-nya, dapat juga membantu melemahkan virus hepatitis dan mencegah terjadinya kanker hati.

HDI Royal Jelly Liquid, membantu terjadinya regenerasi sel dan memperbaiki fungsi kerja hati.

HDI Clover Honey, untuk memberikan asupan tenaga dan memulihkan kondisi fisik secara umum.

COVID-19 Masih Mengintai

Meski berbagai aktivitas di ruang publik perlahan diperbolehkan dengan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), kita harus tetap waspada karena a...

PROMO BULAN INI!

Dapatkan Diskon harga yang menarik!
===============
GRATIS ONGKIR (GOSEND/GRAB, DLL) SETIAP BELANJA MINIMAL 800 RIBU
===============
INFO CEPAT
Hub. Tlp/WA 0821 9496 6109







  1. Promo-Promo lain yang tersedia (EASI STARTER SET), bisa langsung menghubungi WA Admin:

POPULAR POSTS

Recent Comments

DAFTAR MEMBER HDI Scan / klik disini:

Panduan Registrasi Online:
Cara Mendaftar Menjadi Member HDI