Tampilkan postingan dengan label KARDIOVASKULAR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KARDIOVASKULAR. Tampilkan semua postingan

Anemia

Anemia
Kita semua tentu pernah mendengar istilah Anemia. Istilah medis itu memang kerap masuk ke telinga kita, namun tentu masih banyak dari kita yang belum benar-benar memahami apa itu sebenarnya Anemia. Atau jangan-jangan kita sendiri yang mengalami gangguan kesehatan ini? Wah, kalau itu terjadi, jangan tunggu berlarut, kita harus siap sedia melawannya.

Anemia = Kurang Darah?

Banyak orang beranggapan jika memiliki tekanan darah rendah, misalnya 90/60 mmHg, artinya itu kurang darah. Istilah kurang darah tentu sangat berbeda dengan tekanan darah rendah. Sebenarnya, kurang darah adalah istilah awam untuk menyebutkan keadaan Anemia, yaitu kadar hemoglobin (hb) darah rendah atau kurang dari normal. jadi, tekanan darah rendah adalah tekanan darah dalam pembuluh darah yang berkurang. sedangkan darah rendah adalah zat dalam darah yang berkurang.

Hemoglobin adalah pigmen yang membuat sel darah merah berwarna merah yang pada akhirnya akan membuat darah manusia berwarna merah dan berfungsi sebagai media transportasi oksigen dari paru-paru keseluruh jaringan tubuh.

Oksigen merupakan unsur terpenting dari metabolisme tubuh untuk menghasilkan energi. Karena itu, apabila seseorang mengalami kurang darah akan mengeluh lemah (fatique) karena oksigen yang seharusnya masuh ke jaringan organ tubuh berkurang. Hemoglobin juga berfungsi membawa karbondioksida hasil metabolisme dari jaringan tubuh ke paru-paru untuk selanjutnya dikeluarkan saat bernafas.

Cari Sebabnya, Temukan Solusinya

Anemia dapat terdeteksi dengan pemeriksaan darah lengkap di laboratorium. Ada beberapa hal penting yang terkait dengan Anemia, yaitu beberapa bentuk Anemia. Ada yang herediter (turunan) dan ditemukan sejak bayi. Selain itu, perempuan usia subur sering mengalami Anemia terkait defesiensi zat besi akibat kehilangan darah pada saat haid (menstruasi) dan pada saat proses melahirkan.

Berikut adalah beberapa penyebab Anemia yang sering ditemukan:

Kekurangan Zat Besi

Dalam tubuh manusia, terkandung kurang dari 5 gram zat besi. Meski hanya sedikit, namun zat besi merupakan zat gizi yang penting untuk kelangsungan hidup sel-sel tubuh manusia. Zat besi berperan dalam peredaran dan metabolisme oksigen, fungsi kekebalan tubuh, perkembangan kognitif, pengaturan suhu tubuh, metabolisme energi, dan meningkatkan performa kerja seseorang. Pada bayi dan anak-anak, Anemia kekurangan zat besi biasanya disebabkan karena kurangnya asupan makanan yang mengandung zat besi.

Perdarahan

Perdarahan yang banyak, baik di dalam maupun di luar tubuh, akan menyebabkan Anemia  dalam waktu relatif singkat. Perdarahan dalam jumlah banyak biasanya terjadi pada maag kronis yang menyebabkan dinding lambung luka. Perempuan akan lebih mudah menderita Anemia  bila dibandingkan dengan laki-laki, karena perempuan kehilangan darah tiap bulan saat menstruasi. Anemia juga bisa disebabkan oleh karena perdarahan usus yang disebabkan oleh karena konsumsi obat-obatan yang mengiritasi usus.

Genetik

Kelainan herediter atau keturunan juga bisa menyebabkan Anemia. Kelainan genetik ini terutama terjadi pada umur sel darah merah yang terlampau pendek sehingga sel darah merah yang beredar dalam tubuh akan selalu kekurangan. Anemia jenis ini dikenal dengan Sickle Cell Anemia. Gangguan genetik juga bisa menimpa hemoglobin yang mana produksi hemoglobin menjadi sangat rendah. Kelainan ini kita kenal dengan nama Thalasemia.

Kekurangan Vitamin B12

Anemia yang diakibatkan oleh karena kekurangan vitamin B12 dikenal dengan nama Anemia Pernisiosa. Pada Anemia ini, sel darah merah yang diproduksi, lebih besar dari biasanya. Akibatnya, sel darah merah tersebut sulit untuk keluar dari sumsum tulang belakang.

Kekurangan Asam Folat

Kekurangan asam folat juga sering menyebabkan Anemia  terutama pada ibu-ibu yang sedang hamil.

Pecahnya Dinding Sel Darah Merah

Anemia yang disebabkan oleh karena pecahnya dinding sel darah merah dikenal dengan nama  Anemia  Hemolitik.  Reaksi antigen antibodi dicurigai sebagai biang kerok terjadinya Anemia jenis ini.

Gangguan Sumsum tulang

Sumsum tulang sebagai pabrik produksi sel darah juga mengalami gangguan, sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik dalam menghasilkan sel darah merah yang berkualitas. Gangguan pada sumsum tulang biasanya disebabkan oleh karena mestatase sel kanker dari tempat lain.


Akibat Anemia adalah transportasi oksigen akan terganggu dan jaringan tubuh orang yang terkena  Anemia akan mengalami kekurangan oksigen untuk menghasilkan energi. Orang yang mengalami  Anemia akan merasa cepat lelah, lemas, pucat, gelisah dan terkadang sesak nafas.

Beberapa kasus penderita Anemia juga ditemukan pada orang dengan mengkonsumsi makanan (diet) yang kurang sehat atau karena keadaan medis tertentu seperti penderita kanker yang harus menjalani kemoterapi, pengidap hipotiroidisme (mengecilnya kalenjar tiroid), penyakit ginjal tahap lanjut, lupus, rheumatis artritis, dan sebagainya.

Bagaimana Mencegah dan Mengobati Anemia?

Seperti halnya penyakit lain, pengobatan Anemia juga harus ditujukan pada penyebab terjadinya Anemia. Misalnya Anemia yang disebabkan oleh pendarahan pada usus, maka pendarahan itu harus kita hentikan untuk mencegah berlanjutnya Anemia. Jika memang diperlukan, operasi dapat dilakukan pada keaadan tertentu.

Aspek utama penyebab Anemia adalah kekurangan zat besi. Karenanya, perbanyak konsumsi makanan yang kaya akan zat besi, seperti bayam. Tambah pula dengan makanan yang banyak mengandung vitamin C. Kandungan asam askorbat dalam vitamin C bisa meningkatkan penyerapan zat besi. Hindari mengkonsumsi makanan atau minuman yang menghambat penyerapan zat besi di dalam tubuh, misalnya kopi.

Produk HDI Untuk Anemia

Makanan yang bernutrisi tinggi sangat dibutuhkan bagi penderita Anemia. Masalahnya, kita tidak tahu apakah makanan yang kita konsumsi sudah mengandung nutrisi yang cukup. Untuk itu, sempurnakan komposisi makanan Anda dengan suplemen kesehatan yang terjamin nutrisi, sehingga sel-sel darah kita tidak kekurangan makanan.

HDI Pollenergy 520

Mengandung bee pollen yang terbukti secara medis kaya akan zat besi, asam folat, dan vitamin B12. Penelitian laboratorium membuktikan bahwa bee pollen memiliki dampak positif terhadap komposisi darah karena sel darah merah dan sel darah putih menunjukkan perkembangan yang baik. Dr.W.H. Griggs dari Universitas California, Amerika membuktikan bahwa pollen juga mengandung

semacam enzim yang berfungsi mengubah karbohidrat, lemak, dan protein menjadi partikel terkecil sehingga mudah berasimilasi dalam darah. Alhasil, kualitas darahpun meningkat, kaya akan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

HDI Royal Jelly

Royal Jelly telah dikenal sebagai produk perlebahan yang sangat berperan dalam regenerasi sel tubuh. Karena itu, makanan yang kaya vitamin B kompleks ini dapat meningkatkan produksi sel dan trombosit dalam sumsum tulang. Mr. Allin Caillas dari Institut Sains Perancis sudah membuktikan bahwa royal jelly meningkatkan pembentukan sel darah merah dan hemoglobin.

Angina Pektoris

Angina Pektoris
Angina Pektoris adalah nyeri dada yang terjadi akibat kurangnya aliran darah ke bagian otot jantung (iskemia miokardium) yang erat hubungannya dengan gangguan pembuluh darah coroner (aterosclerosis). Nyeri ini pada umumnya terjadi perlahan-lahan dan bertambah buruk setiap menitnya, tetapi pada akhirnya menghilang.

Angina Pektoris atau Angin Duduk, sebenarnya lebih merupakan gejala daripada penyakit. Saat kita mengalami Angina Pektoris, itu menjadi pertanda awal, walau hanya bersifat sementara bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan kinerja jantung kita. Bahkan, beberapa sumber medis mengatakan bahwa Angina Pektoris adalah tiruan “serangan jantung”.

Angina Pektoris Sekilas, gejalanya mirip dengan orang masuk angin sehingga kadang “angina” dikaitkan dengan masuk angin. Padahal, tidak ada kaitannya sama sekali.

Angina Pektoris, Nyeri Dada seperti gejala Masuk Angin

Stabil, Tidak Stabil dan Variant

Penderita dengan Angina Pektoris dapat dibagi dalam beberapa subset klinik, yaitu Angina Pektoris Stabil (AP) dan Angina Pektoris tidak Stabil, dan Angina Prinzemental.

Angina Pektoris Stabil adalah angina yang terjadi di kala aktivitas dan membaik dengan obat-obatan atau istirahat. Episode gejala klinis yang terjadi tergantung dari iskemia miokardium akut. Laki-laki yang mengalami gejala ini berkisar 70% dari semua pasien dengan Angina Pektoris dan bahkan lebih besar pada mereka dengan usia di bawah 50 tahun.

Angina Pektoris tidak Stabil umumnya terjadi perubahan-perubahan pola dengan meningkatnya frekuensi nyeri dan semakin parah, dan atau lama sakitnya dan faktor pencetusnya. Sering termasuk disini sakit pada waktu istirahat, pendeknya terjadi crescendo kearah gejala yang semakin memburuk.

Angina Prinzemental (Variant) yang terjadi karena kejang pada arteri koronaria yang dapat terjadi saat seseorang beristirahat atau tidur.

Dada Seperti Tertimpa Beban

Karakteristik gangguan kesehatan ini adalah rasa nyeri, terutama di dada bagian kiri, yang kemudian dapat menjalar ke bagian leher, pundak, dan lengan bagian atas. Nyeri juga dapat menembus ke punggung, regio interskapula, dasar dari leher, rahang, gigi, dan ulu hati. Angina jarang terlokalisasi di bawah pusar atau di atas rahang bawah. Nyeri tersebut bersifat tumpul, seperti tertimpa beban berat dan diremas, bukan nyeri yang cenderung perih.

Perlu diperhatikan juga bahwa Angina Pektoris hanya bersifat sementara (kurang lebih 20 menit). Jika nyeri dialami dalam jangka waktu yang lama atau bahkan berhari-hari, berarti gejala itu tidak mengindikasikan Angina Pektoris.

Mayoritas pasien penderita angina adalah laki-laki berusia 50 tahun ke atas atau wanita dengan berusia 60 tahun ke atas yang sering mengeluhkan nyeri dada. Dada terasa seperti tertimpa benda berat, ditekan, atau diremas.

Angina umumnya dipicu runtuhnya plak kolestrol dalam pembuluh darah sehingga menyumbat aliran darah. Gangguan otot jantung ini kerap terjadi pada saat beraktivitas fisik berat (olahraga, aktivitas fisik, aktivitas seksual) dan emosi (stres, marah, ketakutan, frustrasi). Karena bersifat sementara, angina dapat hilang dengan beristirahat atau dengan obat-obatan, semacam nitrogliserin sublingual.

Tingkat keparahan Angina Pektoris bervariasi pada setiap individu. Pada seseorang, terkadang nyeri bertambah hebat, baik intensitas maupun durasinya pada aktivitas fisik yang sama. Gejala tersebut dapat timbul dan hilang dalam hitungan hari, minggu, atau bulan. Gejala sesak napas, mudah lelah, dan pingsan adalah gejala angina yang umum ditemukan pada orang lanjut usia dan penderita Diabetes Melitus. Pasien dengan gejala angina sebaiknya dibedakan dengan mereka yang mengalami penyakit penyumbatan arteri, Stroke, atau Transient Ishemic Attack (TIA).

Awal Ketidakberesan Jantung

Angina Pektoris sebenarnya lebih merupakan gejala daripada penyakit. Saat kita mengalami Angina Pektoris, itu menjadi pertanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan kinerja jantung kita. Selanjutnya, jika Angina Pektoris berlangsung berlarut-larut dapat mengakibatkan kematian sel otot jantung.

Faktor risiko angina adalah riwayat keluarga dengan panyakit jantung iskemik, terdapat penyakit penyerta seperti Diabetes Mellitus, Hiperlipidemia, Hipertensi, dan merokok. Selain itu, faktor usia dan jenis kelamin (pria) juga menambah faktor kemungkinan penyakit ini. Wanita postmenopause pun menjadi kalangan yang kerap mengalaminya.

Penanganan individu penderita Angina Pektoris disesuaikan dengan tujuan akhir terapi dan gejala. Saat ini, penangan angina pektoris biasa menggunakan terapi medikamentosa yang mencakup obat golongan nitrat, ß-blocker, antagonis kalsium, dan antiplatelet seperti aspirin. Selain terapi obat-obatan, terdapat juga terapi revaskularisasi yaitu terapi intervensi berupa Percutaneus Coronary Intervention (PCI) dan Coronary Artery Bypass Grafting (CABG). Terapi ini digunakan pada kasus angina yang tidak sembuh dengan pengobatan medikamentosa.

Jantung layaknya karburator dalam kendaraan bermesin. Jika karburator bermasalah, mesin itu pun akan rusak, bahkan macet. Dengan menyadari gejala Angina Pektoris, berarti kita memberi perhatian pada kinerja jantung kita yang sangat vital. Jangan anggap sepele sekecil apapun permasalahan organ tubuh kita yang satu ini.

Produk HDI Untuk Angina Pektoris (Angin Duduk)

Peran Produk High Desert dalam mengatasi Angina Pektoris sama dengan dengan penanganan Jantung Koroner atau penyakit jantung lainnya.

Hipertensi - Darah Tinggi

Hipertensi
Hipertensi adalah kondisi medis kronis dengan tekanan darah di arteri meningkat. Peningkatan ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya untuk mengedarkan darah melalui pembuluh darah. Tekanan darah melibatkan dua pengukuran, sistolik dan diastolik, tergantung apakah otot jantung berkontraksi (sistole) atau berelaksasi di antara denyut (diastole).

Tekanan darah tinggi atau Hipertensi adalah kondisi medis saat terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis. Penderita ukuran tekanan darah yang melebihi 140/90 mmHg saat diam, tergolong mempunyai tekanan darah tinggi.

Tekanan darah normal pada saat istirahat adalah dalam kisaran sistolik (bacaan atas) 100–140 mmHg dan diastolik (bacaan bawah) 60 - 90 mmHg.

Pada saat pemeriksaan tekanan darah akan didapat 2 angka. Angka yang lebih tinggi diperoleh pada saat jantung berkontraksi (sistolik), angka yang lebih rendah diperoleh pada saat jantung berelaksasi (diastolik).

Untuk pasien Diabetes Mellitus atau Penyakit Ginjal, penelitian telah menunjukkan bahwa tekanan darah diatas 130/80 mmHg sudah harus dianggap sebagai faktor risiko dan harus diberi perawatan.

Tekanan darah tinggi terjadi bila terus-menerus berada pada 140/90 mmHg atau lebih.

Tingkat tekanan darah harus konsisten, bukan sekadar rekaman sporadis. Untuk menentukan apakah Hipertensi hadir, yang terbaik adalah mengukur tekanan darah Anda sendiri, yang diperoleh di luar ruang dokter. Hal ini menghilangkan kemungkinan “sindrom jas putih” (tekanan darah berubah-ubah karena stress dan kecemasan saat bertemu dokter).

Hipertensi  jika berkelanjutan adalah faktor resiko utama untuk stroke, infark miokard (serangan jantung), gagal jantung, gagal ginjal, aneurisma arteri (misalnya aneurisma aorta), penyakit arteri perifer, dan penyebab penyakit ginjal kronik. Bahkan peningkatan sedang tekanan darah arteri terkait dengan harapan hidup yang lebih pendek.

Perubahan pola makan dan gaya hidup dapat memperbaiki kontrol tekanan darah dan mengurangi resiko terkait komplikasi kesehatan. Meskipun demikian, obat seringkali diperlukan pada sebagian orang bila perubahan gaya hidup saja terbukti tidak efektif atau tidak cukup.

Gejala Hipertensi

Hipertensi jarang menunjukkan gejala, dan pengenalannya biasanya melalui skrining, atau saat mencari penanganan medis untuk masalah kesehatan yang tidak berkaitan. Beberapa orang dengan Hipertensi antara lain sakit kepala (terutama di bagian belakang kepala dan pada pagi hari), serta pusing, pendarahan dari hidung, wajah kemerahan, vertigo, tinitus (dengung atau desis di dalam telinga), mudah lelah dan gangguan penglihatan atau pingsan.

Gejala yang jelas saat Hipertensi mulai akut dan kronis:
  • Sakit Kepala
  • Kelelahan
  • Mual
  • Muntah
  • Sesak Nafas
  • Gelisah
  • Pandangan menjadi kabur karena adanya kerusakan pada otak, mata, jantung dan ginjal.
Pada pemeriksaan fisik, Hipertensi juga dicurigai ketika terdeteksi adanya retinopati Hipertensi pada pemeriksaan fundus optik di belakang mata dengan menggunakan oftalmoskop. Biasanya beratnya perubahan retinopati Hipertensi dibagi atas tingkat I - IV, walaupun jenis yang lebih ringan mungkin sulit dibedakan antara satu dan lainnya. Hasil oftalmoskopi juga dapat memberi petunjuk berapa lama seseorang telah mengalami Hipertensi.

Penyebab Hipertensi

Hipertensi terbagi menjadi Hipertensi Primer (esensial) atau Hipertensi Sekunder. Sekitar 90 - 95% kasus tergolong "hipertensi primer", yang berarti tekanan darah tinggi tanpa penyebab medis yang jelas. Kondisi lain yang mempengaruhi ginjal, arteri, jantung, atau sistem endokrin menyebabkan 5 - 10% kasus lainnya (hipertensi sekunder).

Hipertensi Primer

Hipertensi Primer (esensial) adalah jenis Hipertensi yang paling umum, meliputi sebanyak 90 - 95% dari seluruh kasus Hipertensi. Dalam hampir semua masyarakat kontemporer, tekanan darah meningkat seiring penuaan dan risiko untuk menjadi Hipertensi di kemudian hari cukup tinggi.

Hipertensi diakibatkan oleh interaksi gen yang kompleks dan faktor lingkungan. Berbagai gen yang sering ditemukan sedikit berpengaruh pada tekanan darah, sudah diidentifikasi, demikian juga beberapa gen yang jarang yang berpengaruh besar pada tekanan darah  tetapi dasar genetik dari Hipertensi masih belum sepenuhnya dimengerti.

Beberapa faktor lingkungan mempengaruhi tekanan darah. Faktor gaya hidup yang menurunkan tekanan darah di antaranya mengurangi asupan garam dalam makanan, meningkatkan konsumsi buah-buahan dan produk rendah lemak (Pendekatan Diet untuk Menghentikan Hipertensi (diet DASH). Olah Raga, penurunan berat badan dan menurunkan asupan alkohol juga membantu menurunkan tekanan darah.

Kemungkinan peranan faktor lain seperti stres, konsumsi kafein, dan defisiensi Vitamin D kurang begitu jelas. Resistensi insulin, yang umum ditemukan pada obesitas dan merupakan komponen dari sindrom X (atau sindrom metabolik), juga diduga ikut berperan dalam mengakibatkan Hipertensi.

Studi terbaru juga memasukkan kejadian-kejadian pada awal kehidupan (contohnya, berat lahir rendah, ibu merokok, dan kurangnya air susu ibu) sebagai faktor risiko bagi Hipertensi esensial dewasa. Namun, mekanisme yang menghubungkan paparan ini dengan Hipertensi dewasa tetap tidak jelas.

Hipertensi Sekunder

Hipertensi Sekunder disebabkan oleh adanya penyakit lain. Penyakit ginjal adalah penyebab sekunder tersering dari Hipertensi. Hipertensi juga bisa disebabkan oleh kondisi endokrin, seperti sindrom Cushing, hipertiroidisme, hipotiroidisme, akromegali, sindrom Conn atau hiperaldosteronisme, hiperparatiroidisme, dan feokromositoma.

Penyebab lain dari Hipertensi Sekunder di antaranya obesitas, berhenti bernafas saat tidur, kehamilan, koarktasio aorta, konsumsi akar manis (licorice) yang berlebihan, serta obat resep, obat herbal, dan obat-obat terlarang.

Penyebab Hipertensilainnya yang jarang terjadi adalah feokromositoma, yaitu tumor pada kalenjar adrenal yang menghasilkan hormon epinefrin (adrenalin) atau norepinefrin (non adrenalin).

Dari sisi faktornya, penyebab Hipertensidibagi menjadi Hipertensiyang bisa dikendalikan dan yang tidak bisa dikendalikan. Beberapa faktor tersebut antara lain:

Faktor yang tidak bisa dikendalikan:
1. Keturunan.
Jika seseorang memiliki orang tua atau saudara yang memiliki tekanan darah tinggi, maka kemungkinan ia menderita darah tinggi lebih besar. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ada bukti gen yang diturunkan untuk masalah tekanan darah tinggi.

2. Usia.
Penelitian menunjukkan bahwa ketika usia seseorang bertambah, tekanan darahpun akan meningkat. Anda tidak dapat mengharapkan bahwa tekanan darah Anda saat muda akan sama ketika Anda bertambah tua. Namun, Anda dapat kendalikan agar jangan melewati batas yang normal.

Faktor yang bisa dikendalikan:1. Makanan: Garam dan Kolesterol
Garam dapat meningkatkan tekanan darah dengan cepat pada beberapa orang, khususnya bagi penderita diabetes, penderita Hipertensi ringan, orang dengan usia tua, dan mereka yang berkulit hitam. Selain itu, kandungan lemak yang berlebih dalam darah Anda, dapat menyebabkan timbunan kolesterol pada dinding pembuluh darah. Hal ini dapat membuat pembuluh darah menyempit dan akibatnya tekanan darah akan meningkat.

2. Kegemukan (Obesitas)
Orang yang memiliki berat badan diatas 30% berat badan ideal, memiliki kemungkinan lebih besar menderita tekanan darah tinggi.

3. Stres
Stres dan kondisi emosi yang tidak stabil dapat memicu tekanan darah tinggi.

4. Rokok
Merokok juga dapat meningkatkan tekanan darah menjadi tinggi. Kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko diabetes, serangan jantung dan stroke. Karena itu, kebiasaan merokok yang terus dilanjutkan ketika memiliki tekanan darah tinggi, merupakan kombinasi yang sangat berbahaya yang akan memicu penyakit-penyakit yang berkaitan dengan jantung dan darah.

5. Kafein
Kafein yang terdapat pada kopi, minuman penambah stamina, maupun minuman cola bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah.

6. Olahraga
Kurang olahraga dapat menyebabkan peredaran darah tidak lancar sehingga tekanannya dapat naik.

Pencegahan

Cukup banyak orang yang mengalami Hipertensi tetapi tidak menyadarinya. Diperlukan tindakan yang mencakup seluruh populasi untuk mengurangi akibat tekanan darah tinggi dan meminimalkan kebutuhan terapi dengan obat anti-hipertensi. Dianjurkan perubahan gaya hidup untuk menurunkan tekanan darah, sebelum memulai terapi obat.

Untuk mencegah darah tinggi bagi Anda yang masih memiliki tekanan darah normal atau mengatasi darah tinggi bagi Anda yang sudah mengidap Hipertensi, maka saran praktis berikut ini dapat Anda lakukan.

Pencegahan utama bagi Hipertensi sebagai berikut:
  • Kurangi konsumsi garam dalam makanan Anda
  • Menjaga berat badan normal (misalnya, indeks massa tubuh 20 - 25 kg/m2).
  • Mengurangi asupan diet yang mengandung natrium sampai < 100 mmol/ hari ( < 6 g natrium klorida atau < 2,4 g natrium per hari).
  • Melakukan aktivitas fisik aerobik secara teratur, misalnya jalan cepat ( ≥ 30 menit per hari, pada hampir setiap hari dalam seminggu).
  • Batasi konsumsi alkohol tidak lebih dari 3 unit/hari pada laki-laki dan tidak lebih dari 2 unit/hari pada perempuan.
  • Mengonsumsi makanan yang kaya buah dan sayuran dan yang mengandung kalium, magnesium dan kalsium (misalnya, sedikitnya lima porsi per hari).
  • Hindari merokok
  • kendalikan kadar kolesterol dan gula darah Anda.
Perubahan gaya hidup yang efektif dapat menurunkan tekanan darah setara dengan masing-masing obat anti-hipertensi. Kombinasi dari dua atau lebih perubahan gaya hidup dapat memberikan hasil lebih baik.

Produk HDI Untuk Hipertensi

Sejak dulu, madu sudah dikonsumsi untuk meningkatkan stamina dan membantu dalam proses penyembuhan penyakit. Produk perlebahan secara garis besar terdiri dari 4 produk utama (Four Stars Product), yaitu Bee Pollen, Bee Propolis, Royal Jelly dan Madu. Kandungan dalam 4 produk utama antara lain adalah asam amino, protein, vitamin, mineral serta enzim-enzim yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita.

HDI Pollenergy 520
Memiliki kandungan yang kaya akan asam amino esensial, protein, vitamin, mineral dan enzim serta co-enzim yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Selain sebagai antioksidan yang baik, juga membantu meningkatkan stamina dan imunitas tubuh. Bee Pollen cukup dikonsumsi 1 x 1 tablet/hari dan dapat ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan.

HDI Bee Propolis
Memiliki kandungan asam amino, vitamin dan mineral. HDI Bee Propolis juga mengandung Bioflavonoid dan CAPE (Caffeic Acid Phenethyl Ester) yang sangat bermanfaat sebagai antioksidan dan memperkuat serta menjaga kelenturan pembuluh darah. HDI Bee Propolis dapat dikomsumsi 3 x 1 tablet/hari.

HDI Royal Jelly Liquid
Kandungann Royal Jelly Liquid sangat unik dan terdiri dari asam amino esensial, protein, vitamin dan mineral. Juga banyak mengandung zat-zat yang diperlukan untuk  proses regenerasi sel seperti gelatin yang dapat memperbaiki jaringan kolagen. Terdapat pula Gamma globulin dan asetilkolin, yaitu zat yang dapat membantu meningkatkan antibodi tubuh, juga membantu memperbaiki fungsi syaraf. HDI Royal Jelly Liquid direkomendasikan untuk dikonsumsi cukup 2 x 1 cth/hari.

HDI Clover Honey Madu HDI Clover Honey banyak mengandung vitamin dan mineral. Madu HDI Clover Honey juga dapat membantu memberikan efek relaksasi terhadap pembuluh darah/arteri sehingga pembuluh darah akan melebar dan tekanan darah akan turun secara alami. Aduk Madu HDI Clover Honey secukupnya dalam satu gelas air putih dingin.

Kardiovaskular - Aterosklerosis

kardiovaskular
Kardiovaskular adalah sistem peredaran darah di dalam tubuh. Sistem Kardiovaskular terdiri dari darah, jantung dan pembuluh darah. Jantung terletak di dalam mediastinum di rongga dada. 2/3 nya terletak di bagian kiri, 1/3 nya terletak di bagian kanan dari garis tengah tubuh.

Penyakit kardiovaskular adalah penyakit yang memengaruhi jantung dan pembuluh darah.

Istilah ini mencakup sejumlah kondisi yang disebabkan oleh Aterosklerosis  termasuk infark miokard (serangan jantung), gagal jantung kongestif, dan stroke.

Aterosklerosis

Aterosklerosis adalah istilah umum untuk penebalan dan pengerasan arteri. Sebagian pengerasan arteri itu umumnya terjadi bila usia bertambah.

Aterosklerosis mengacu pada istilah proses pembentukan zat lemak, kolesterol, produk buangan seluler, kalsium, dan fibrin (zat penggumpal di dalam darah) pada dinding dalam pembuluh darah arteri. Zat-zat yang terbentuk tersebut dinamakan plaque.

Bila plaque terbentuk di dalam arteri, arteri perlahan-lahan menjadi tipis dan tersumbat. Arteri menjadi kurang elastis, aliran darah menjadi berkurang. Plaque dilapisi selubung keras, ukuran dan bentuknya beragam. Sebagian plaque tidak stabil dan bisa pecah. Bila plaque pecah terjadi penggumpalan darah di dalam arteri yang menyumbat arteri sehingga menghentikan aliran darah secara keseluruhan. Atherosclerosis merupakan penyebab utama kelompok penyakit yang disebut penyakit kardiovaskular, penyakit pembuluh darah dan jantung.

Apa Penyebab Pembentukan Plaque di Arteri? Meski banyak faktor risiko yang diketahui, penyebab Aterosklerosis yang tepat belumlah jelas. Terlalu banyak kolesterol dalam darah, kerusakan dinding arteri, dan peradangan tampak memainkan peran yang penting dalam pembentukan plaque.

Bagaimana Aterosklerosis Berawal?

Banyak ilmuwan yang beranggapan bahwa Aterosklerosis berawal karena lapisan paling dalam arteri rusak. Lapisan ini dinamakan endothelium. Kerusakan pada endothelium mungkin disebabkan oleh tiga hal berikut:
  • Kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah meningkat
  • Hipertensi (tekanan darah yang tinggi)
  • Asap rokok 
  • Diabetes
  • Faktor-faktor genetik
Setelah dinding arteri mengalami kerusakan, terjadi pengendapan lemak, kalsium, kolesterol yang secara keseluruhan penumpukan ini disebut plaque. Kolesterol low-density lipoprotein (LDL) diendapkan bersama dengan zat lainnya, tapi kolesterol LDL mudah dioksidasi. Bila LDL mengalami oksidasi, dinding arteri akan menghasilkan zat kimia yang bahkan menyebabkan lebih banyak penimbunan di dinding arteri pada plaque.

Di dalam darah, kolesterol beredar dalam keadaan terikat protein. Paket kolesterol-protein ini disebut lipoprotein. Lipoprotein dikelompokan dalam tiga: densitas (kepadatan) tinggi, densitas rendah, atau densitas sangat rendah, bergantung pada perbandingan jumlah protein dibandingkan dengan lemak.

1. LDL (Low density lipoprotein) cholesterol
LDL juga dinamakan kolesterol “buruk” merupakan sumber utama pembentukan dan penyumbatan arteri. Makin banyak LDL dalam darah, makin besar risiko penyakit jantung.

2. VLDL (Triglycerides/very low density lipoprotein) cholesterol
Trigliserida merupakan jenis lemak lain dalam darah yang terbawa oleh lipoprotein dengan densitas sangat rendah. VLDL sama dengan kolesterol LDL yang kebanyakan mengandung lemak tapi tidak banyak protein. Kadar trigliserida yang tinggi, bersamaan dengan kolesterol LDL yang tinggi dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

3. HDL (High density lipoproteins) cholesterol
HDL juga disebut kolesterol baik, membantu tubuh mengeluarkan kolesterol buruk dalam darah. Semakin tinggi kadar kolesterol HDL, semakin baik.

Gejala Aterosklerosis

Aterosklerosis tidak menunjukkan gejala kondisi. Namun ditemukan ketika muncul kondisi darurat lain. Karena tidak ada tanda yang jelas mengenai Aterosklerosis, seseorang mungkin tidak menyadari kondisinya selama bertahun-tahun. Akibat Aterosklerosis yang lazim terjadi adalah penyempitan arteri yang menyebabkan penurunan aliran darah ke jantung dan organ-organ tubuh. Hal ini dapat menyebabkan nyeri dada, napas terengah-engah dan keletihan.

Mendiagnosis Aterosklerosis

Sebuah pemeriksaan fisik dengan pemeriksaan lainnya, dapat menentukan apakah seseorang menderita Aterosklerosis. Para dokter mendengarkan desiran atau bisingan vaskular, untuk menentukan apakah terdapat penyumbatan pada sebuah arteri.

Uji Doppler (penggunaan suara ultra), arteriogram (penggunaan sinar x), CT angiografi dan Arteriografi Resonansi Magnetik (MRA) adalah pemeriksaan lain yang dapat menentukan aterosklerosis pada seseorang.

Perubahan gaya hidup berdampak besar pada perkembangan Aterosklerosis.

Mengobati Aterosklerosis

Karena Aterosklerosis tidak dapat dihilangkan, mengubah gaya hidup yang tidak sehat dapat membantu mencegah memburuknya kondisi. Perubahan gaya hidup yang positif seperti menghindari konsumsi makanan berlemak, membatasi konsumsi alkohol setiap hari, berolah raga dan berhenti merokok, semuanya membantu memperlambat dampak dan mencegah memburuknya Aterosklerosis.

Obat-obatan untuk mengobati kolesterol tinggi dapat memperlambat pembentukan plak di dinding arteri, sehingga memperlambat Aterosklerosis. Para dokter juga dapat meresepkan obat-obatan anti-trombosit yang mencegah pembentukan pembekuan darah. Obat-obatan ini dipadukan dengan gaya hidup sehat, dapat membantu orang menghindari masalah terkait seperti gagal jantung dan stroke.

Stroke

stroke
Stroke adalah gangguan fungsi otak yang terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung lebih dari 24 jam karena gangguan suplai darah ke otak. Gangguan suplai darah ini dapat berupa Iskemia (kekurangan suplai darah) yang diakibatkan oleh trombosit (emboli) atau pecahnya pembuluh darah otak yang menyebabkan pendarahan otak.

Sedikit berbeda, WHO mendefinisikan bahwa Stroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan syaraf yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak dan bukan oleh yang lain dari itu.

Gangguan suplai darah ini dapat mengakibatkan kerusakan sel-sel otak karena tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan sehingga daerah otak yang terlibat mengalami gangguan fungsi yang dapat berupa kelumpuhan separuh anggota tubuh, gangguan untuk mengerti dan mengucapkan perkataan serta gangguan penglihatan pada salah satu atau kedua mata.

Stroke berakibat kerusakan syaraf yang permanen, komplikasi dan kematian. Stroke adalah penyebab utama kecacatan pada dewasa di Amerika dan Eropa. Di dunia, Stroke merupakan penyebab kematian peringkat kedua setelah serangan jantung.

Walau demikian, Stroke menjadi sangat menakutkan karena efeknya yang membuat seseorang menjadi tidak bisa lagi hidup secara normal dan terbatas. Secara hitungan ekonomis, Stroke menjadikan biaya hidup menjadi sangat mahal. Dari aspek sosial, Stroke "memaksa" seseorang menjadi asosial kerena keterbatasan dalam berinteraksi dengan orang lain.

Berhulu pada Gangguan Pembuluh Darah

Otak merupakan sistem syaraf paling kompleks dan rumit. Bahkan, beberapa ahli mengatakan bahwa otaklah pusat kehidupan tubuh seseorang. Karenanya, peranan otak sangat vital. Di sisi lain, dengan kinerja seperti itu, otak membutuhkan asupan nutrisi, cairan dan oksigen sangat banyak. Semua itu bisa didapatkan otak dari darah yang mengalir melalui pembuluh darah. Nah akibat utama dari gangguan pembuluh darah otak tak lain adalah Stroke.

1. Transient Ischemic Attack (TIA)
Adalah gangguan fungsi otak sepintas yang biasanya permulaannya cepat, sementara, kurang dari 24 jam, biasanya 90% kurang dari 4 jam, tanpa meninggalkan kecacatan. Setelah otak mendapatkan suplai darah kembali, gejala dapat hilang sempurna.

2. Stroke Iskemik Trombotik dan Embolik
Adalah gangguan fungsi otak akibat gangguan aliran pembuluh darah otak yang permulaanya akut dan sub akut, lebih dari 24 jam yang menimbulkan gangguan fungsi syaraf yang dapat menetap atau sembuh dengan gejala-gejala sisa. Stroke biasanya terjadi saat bangun tidur, dapat didahului oleh serangan TIA. Gangguan aliran darah ke otak ini disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah akibat aterosklerosis (trombosis) atau penyumbatan pembuluh darah oleh bekuan lemak atau darah dari tempat lain, misalnya jantung (embolik).

3. Stroke Perdarahan
Adalah gangguan fungsi otak yang terjadi cepat/akut akibat pecahnya pembuluh darah di otak; baik pembuluh darah arteri, vena maupun kapiler secara spontan dan bukan akibat trauma (kecelakaan). Pecahnya pembuluh darah dapat terjadi karena hipertensi, kelainan dinding pembuluh darah dan kelainan faal koagulasi.

Jenis-Jenis Stroke

Stroke terbagi menjadi 2 yaitu: Stroke Iskemik dan Stroke Hemoragik.
Stroke Iskemik adalah tersumbatnya pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke otak sebagian atau keseluruhannya terhenti. 80% Stroke adalah Stroke Iskemik.
Stroke Iskemik ini dibagi menjadi 3 jenis yaitu:
Stroke Trombotik: Proses terbentuknya thrombus yang membuat penggumpalan darah.
Stroke Embolik: Tertutupnya pembuluh arteri oleh bekuan darah.
Hipoperfusion Sistemik: Berkurangnya aliran darah keseluruh bagian tubuh karena adanya gangguan denyut jantung.

Stroke Hemoragik adalah Stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah otak. Hampir 70% kasus Stroke Hemoragik terjadi pada penderita Hipertensi.
Stroke Hemoragik ada 2 jenis yaitu:
Hemoragik Intraserebral: Pendarahan yang terjadi di dalam jaringan otak
Hemoragik Subaraknoid: Pendarahan yang terjadi pada ruang subaraknoid (ruang sempit antara permukaan otak dan lapisan jaringan yang menutupi otak).

Tanda dan Gejala-Gejala Stroke

Seperti penanganan Penyakit Jantung Koroner (PJK)Stroke juga harus ditangani dengan cepat. Karenanya, melihat tanda dan gejala menjadi modal utama untuk memberikan penanganan yang memadai bagi penderita Stroke.

Berdasarkan lokasinya tubuh, gejala-gejala Stroke terbagi sebagai berikut:
  1. Bagian sistem syaraf pusat: Kelemahan otot (hemiplegia), kaku, menurunnya fungsi sensorik.
  2. Batang otak, dimana terdapat 12 syaraf kranial: Penurunan kemampuan membau, ekspresi wajah terganggu, pernafasan dan detak jantung terganggu, lidah lemah.
  3. Cerebral cortex: aphasia, apraxia, daya ingat menurun, hemineglect, penderita menjadi mudah kebingungan.
Jika tanda-tanda dan gejala tersebut hilang dalam waktu 24 jam, dinyatakan sebagai Transient Ischemic Attack (TIA), dimana merupakan serangan kecil atau serangan awal Stroke.

Faktor Risiko Tertinggi

Faktor risiko Stroke adalah kondisi, penyakit atau kelainan yang terdapat pada seseorang yang memiliki potensi untuk memudahkan orang tersebut mengalami serangan Stroke pada suatu saat.
  • Usia. Semakin bertambah tua usia, semakin tinggi risikonya. Tetapi itu tidak berarti bahwa Stroke hanya terjadi pada orang lanjut usia karena Stroke dapat menyerang semua kelompok umur.
  • Keturunan. Penelitian membuktikan bahwa ternyata Stroke terkait dengan keturunan. Faktor genetik yang sangat berperan antara lain adalah tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes dan cacat pada pembuluh darah. Cacat pada pembuluh darah (cadasil) mungkin merupakan faktor genetik paling berpengaruh dibandingkan faktor risiko Stroke lainnya.
  • Jenis Kelamin. Fakta menunjukkan bahwa lebih banyak perempuan meninggal setiap tahun karena Stroke daripada laki-laki. Namun di usia muda, insiden Stroke pada pria justru lebih tinggi daripada wanita.

Mencegah Stroke

Selain faktor risiko diatas, Stroke juga disebabkan oleh beberapa gangguan kesehatan dan gaya hidup tidak sehat.
Agar terhindar dari risiko Stroke, faktor-faktor tersebut harus dikendalikan, yaitu:
  • Tekanan Darah Tinggi. Tekanan darah tinggi adalah penyebab utama Stroke dan yang paling penting untuk dikendalikan. Pengobatan yang efektif pada tekanan darah tinggi merupakan alasan utama untuk mempercepat penurunan angka kematian Stroke.
  • Rokok. Racun dalam rokok mengurangi jumlah oksigen dalam darah, menyebabkan jantung bekerja lebih keras dan memudahkan terbentuknya gumpalan darah. Nikotin dan karbon monoksida dalam asap rokok merusak sistem kardiovaskular dalam banyak cara. Cara satu-satunya adalah berhenti merokok.
  • Diabetes Mellitus. Diabetes merupakan faktor risiko independen untuk Stroke  Banyak orang dengan diabetes juga mengalami tekanan darah tinggi, kolesterol dan obesitas (kelebihan berat badan) yang hal ini dapat meningkatkan risiko. Walaupun diabetes dapat diobati, kehadiran penyakit ini masih akan meningkatkan risiko Stroke.
  • Atrial Fibrilasi atau penyakit jantung dengan denyut jantung tidak teratur di bilik kiri atas. Gangguan irama jantung ini meningkatkan risiko Stroke  Pada orang-orang berusia di atas 80 tahun. Atrial Fibrilasi merupakan penyebab utama kematian pada 1 diantara 4 kasus Stroke.
  • Kolesterol. Orang dengan kolesterol darah yang tinggi memiliki risiko Stroke.  Memperbaiki tingkat kolesterol dengan menu makan yang sehat dan olahraga yang teratur dapat menurunkan risiko aterosklerosis dan Stroke.  Dalam kasus tertentu, dokter dapat memberikan obat untuk menurunkan Kolesterol.
  • Pola Makan yang buruk. Makanan yang tinggi lemah jenuh, trans lemak dan kolesterol dapat meningkatkan kadar kolesterol darah. Makanan tinggi natrium (garam) juga berkontribusi pada peningkatan tekanan darah. Sebaliknya, diet yang mengandung lima atau lebih porsi buah-buahan dan sayuran per hari dapat mengurangi risiko Stroke.
  • Kurang Aktivitas Fisik dan Obesitas. Kurangnya aktivitas fisik dan Obesitas dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, Kolesterol darah tinggi, Diabetes, penyakit Jantung dan Stroke.

Penanganan Stroke

Ada beberapa tindakan atau prosedur medis bisa dilakukan pada saat masih berupa gejala ataupun saat sudah menjadi Stroke.
  • Jika ada gejala "prodromal" seperti pusing, sakit kepala dan insomnia maka segera periksakan diri ke dokter. Jika gejala prodromal tersebut dapat tertangani sedini mungkin, harapannya adalah serangan Stroke bisa dihindari.
  • Jika sudah terjadi stroke, penderita harus segera dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan penanganan intensif. Semakin cepat penderita Stroke mendapatkan pengobatan akan semakin baik prognosa dari penderita tersebut.
  • Rehabilitasi. Perhatian dari keluarga dan orang terdekat adalah kunci keberhasilan dari tahap rehabilitasi. Melalui rehabilitasi, penderita Stroke belajar ketrampilan dasar kembali, seperti berbicara, makan, berpakaian dan berjalan. Tujuannya adalah untuk memperbaiki fungsi sehingga penderita Stroke menjadi mandiri.
Mahalnya Penyakit Stroke: Dampak Ekonomi dan Sosial Penyakit Stroke

Stroke menimbulkan dampak yang sangat besar dari segi ekonomi dan sosial karena biaya pengobatan dan perawatan sangat tinggi.

Disamping itu Stroke juga menimbulkan dampak sosial akibat dari gejala sisa sehingga penderita tidak dapat lagi bekerja kembali seperti sediakala dan sosialisasinya dapat juga terhambat.

Penderita paska Stroke dengan gejala sisa permanen dapat menjadi beban ekonomi bagi keluarganya dan beban sosial bagi masyarakatnya karena tidak produktif lagi. Oleh sebab itu, pencegahan Stroke dengan paradigma sehat merupakan uapaya terbaik harus menjad salah satu program prioritas dalam kampanye penanggulangan Stroke.

Stroke dapat diobati dengan konsep mutakhir. Penderita Stroke akan dapat diselamatkan dari kematian dan cacat apabila dilakukan pengobatan yang cepat, tepat dan akurat pada waktu terjadi serangan, khususnya Stroke yang bukan pendarahan.

Data dari penelitian menunjukkan bahwa penderita yang dalam waktu kurang dari 12 jam setelah serangan Stroke  penyembuhannya lebih baik dibandingkan dengan penderita yang datang dalam waktu lebih dari 12 jam setelah serangan.

Produk HDI Untuk Stroke

Produk perlebahan HDI merupakan salah satu solusi yang bisa kita manfaatkan dalam fase preventif (pencegahan), terapi maupun rehabilitasi. Karena selain kandungan produk perlebahan banyak kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh kita, seperti asam amino esensial, protein, vitamin dan mineral, juga banyak mengandung antioksidan untuk menetralisir bahaya radikal bebas misalnya Polyfenol, Flavonoid, CAFE. Telah banyak penelitian yang membuktikan bahwa kandungan nutrisi tersebut mampu mengatasi dan menetralisir bahaya radikal bebas dan sekaligus membantu mempercepat pemulihan Stroke itu sendiri.

Produk HDI yang disarankan:

HDI Pollenergy 520
HDI Pollenergy 520 mengandung bee polllen. Seperti telah kita ketahui bersama di dalam bee pollen, terkandung nutrisi yang sangat lengkap. Salah satu fungsinya adalah menghambat proses degenarasi sel, memperbaiki metabolisme sel dan mempercepat pemulihan fisik. Bee pollen ini akan mempercepat pulihnya sel-sel syaraf akibat Stroke.
Anjuran pakai: 2 x 1 tablet/hari

HDI Bee Propolis
HDI Bee Propolis ini berfungsi mengurangi edema atau pembengkakan otak yang sering terjadi pada penderita Stroke  Edema otak pada Stroke menambah berat gejala yang terjadi pada penderita serangan Stroke  Bee Propolis juga berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh secara alamiah, memperbaiki gangguan pencernaan dan bersifat sebagai antioksidan.
Anjuran pakai: 3 x 1 tablet/hari

HDI Royal Jelly Liquid
HDI Royal Jelly sangat dianjurkan untuk penderita Stroke karena fungsinya adalah mempercepat regenerasi sel syaraf, sehingga sel-sel syaraf yang rusak saat serangan Stroke dapat segera pulih. Selain itu, HDI Royal Jelly juga bersifat menenangkan sehingga dapat meringankan gejala stres, seperti kecemasan dan depresi paska Stroke  HDI Royal Jelly juga bersifat neuroleptik sehingga meningkatkan kualitas tidur.
Anjuran pakai: 2 x 1 cth/hari

HDI Clover Honey
HDI Clover Honey merupakan larutan gula yang jenuh, yang sebagian terdiri dari fruktosa (38.5%) dan glukosa (31%). Selain karbohidrat, madu juga mengandung protein, asam amino, enzim, vitamin dan mineral. Madu kaya akan kandungan antioksidan seperti vitamin C, flavonoid, alkaloid dan kaya akan kandungan enzim.
Anjuran pakai: 2 - 3 x sendok makan.

Manfaat Produk HDI untuk penderita Stroke
  1. Meningkatkan stamina tubuh
  2. Membantu mengurangi faktor risiko Stroke
  3. Membantu melancarkan aliran darah
  4. Membantu memulihkan fungsi syaraf dan otot
  5. Mempercepat proses pemulihan kesehatan secara umum

Jantung

jantung
Jantung adalah organ tubuh vital yang berguna untuk memompa darah dari dan ke seluruh tubuh. Jantung tersusun dari jaringan otot yang sangat kuat dan elastis. Tapi karena kerjanya yang tidak pernah mengenal istirahat, jantung juga mempunyai "masa capek" dan rentan terhadap penyakit, apalagi ditambah gaya hidup tidak sehat. Akhirnya jantungpun terkena penyakit.

Ragam Penyakit Jantung

  • Gangguan pada pembuluh darah koroner (penyakit jantung koroner)
    penyakit ini adalah penyakit pada jantung yang paling umum diderita.
  • Hyperlipidemia
    Adalah peningkatan kolesterol dan trigliserida yang melebihi batas normal. Peningkatan tersebut bisa sebagai pemicu terbentuknya arterosklerosis yang membentuk plak aterosklerosis yang berlanjut dengan penyempitan lumen pembuluh darah, sehingga berpengaruh terhadap suplai oksigen pada otot jantung.
  • Penyakit Jantung Bawaan
    Kelainan (abnormalitas) dari jantung yang terdapat waktu lahir, seperti lubang didalam jantung.
  • Penyakit Otot Jantung
    Penyakit yang terutama menyerang otot jantung dari pada pembuluh darah.
  • Penyakit Klep Jantung
    Kerusakan atau kelainan dari salah satu dari 4 katup yang mengontrol aliran darah di jantung.
  • Penyakit Gangguan Irama Jantung
    Denyut jantung tidak teratur yang dapat menyebabkan debar jantung (palpitasi) dan sesak napas.

Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit jantung yang disebabkan oleh terganggunya aliran darah pada sistem koroner sehingga otot jantung mengalami gangguan sesuai dengan berat/ringannya sumbatan arteri koroner.

Dahulu, penyakit jantung koroner memang dianggap sebagai monopoli mereka yang berusia 60 tahun keatas, maklum usia merupakan salah satu faktor resiko PJK. Namun dari tahun ke tahun, penyakit tersebut "turun kelas", Mereka yang berusia produktif pun punya resiko yang sama, bahkan dilaporkan cenderung meningkat. Ini disebabkan oleh adanya perubahan pola makan dan perilaku manusia yang tidak sehat.

Gejala dan tanda-tanda PJK:
  1. Nyeri pada dada
    Lokasinya tidak bisa ditunjuk dengan jari, dirasakan seperti menyebar keseluruh dada. Bisa menjalar ke lengan kiri, rahang, seperti di cengkeram atau terbakar. Bila sudah terjadi serangan jantung, rasa nyeri bisa lebih dari 1 menit.
  2. Berkeringat dingin
    hal ini berkaitan dengan meningkatnya aktifitas syaraf simpatis yang aktif saat manusia mengalami stres baik fisik maupun psikis.
  3. Pingsan
    Hal ini terjadi karena kegagalan jantung untuk memompa darah dalam jumlah yang optimal ke otak, sehingga kehilangan kesadaran atau pingsan.
  4. Berdebar
    Sensasi berdebar timbul apabila jantung berdenyut dengan frekuensi diluar batas normal (denyut jantung normal manusia berkisar antara 60 - 100 kali per menit).
  5. Sesak Nafas
    Gejala di atas terjadi karena jantung tidak dapat memompakan seluruh isinya keluar, sehingga aliran darah dari paru yang akan kembali ke jantung mengalami hambatan. Akibatnya terjadi penimbunan darah di paru yang dapat menimbulkan sensai sesak napas.
Jika terjadi serangan, segera hentikan segala aktivitas agar denyut jantung menurun dan kebutuhan oksigen otot jantung berkurang. Diharapkan kebutuhan oksigen otot terpenuhi kembali dan jantung kembali normal.

Penyebab Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah penyempitan dan penyumbatan pembuluh arteri koroner yang disebabkan oleh penumpukan zat-zat lemak (kolesterol dan trigliserida).

Makin lama makin banyak dan menumpuk di bawah lapisan terdalam (endotelium) dari dinding pembuluh nadi. Akibatnya aliran darah ke jantung pun berkurang karena jalannya sempit atau tersumbat. Kerja jantung sebagai pemompa darah terganggu dan penderita kekurangan oksigen (dan juga zat-zat gizi) karena aliran darah ke jantung berkurang. Itu sebabnya ketika seseorang penderita mendapatkan serangan jantung biasanya akan mengalami sesak nafas.

Ada faktor-faktor yang menyebabkan seseorang diusia produktif menjadi rawan kena PJK dan Stroke. Faktor itu berkaitan dengan pola hidup kita.
  1. Pola Makan
    Zaman sekarang banyak kita jumpai makanan siap saji (fast food) yang mengandung kadar lemah jenuh tinggi. Kolesterol atau lemak tersebut akan membuat penumpukan dan menghambat pembuluh darah jantung, akhirnya terjadilah PJK dan atau Stroke.
  2. Stres
    Stres berkaitan dengan aktivitas adrenalin. Ketika seorang mengalami stres, zat adrenalin dalam tubuh meningkat. Dampaknya bisa meningkatkan manifestasi penyakit jantung di tandai dengan degup jantung yang meningkat serta dinding pembuluh darah yang kaku.
  3. Lingkungan
    Udara yang tercemar akibat asap polusi kendaraan akan terhirup oleh kita dan larut dalam darah sehingga merusak dinding dalam pembuluh darah dan keadaan ini akan rentan terjadinya PJK.

Produk HDI Untuk Kesehatan Jantung

Seperti yang telah kita ketahui, penyakit jantung dapat dipicu oleh banyak hal, diantaranya hipertensi, dimana tekanan darah yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya arterosklerosis.

HDI Royal Jelly dapat membantu mengurangi hipertensi karena mengandung asam amino yang bekerja menghambat kerja ACE (Angiotensin-1 Converting Enzyme), sumber pemicu naiknya tekanan darah. Royal jelly juga mengandung vitamin B3 yang dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. HDI Clover Honey dapat membantu mencegah terjadinya serangan jantung, karena dapat membantu menurunkan tekanan darah. Selain Royal Jelly dan Madu, HDI Bee Propolis yang kaya akan kandungan polifenolnya dapat membantu melawan radikal bebas yang disebabkan oleh faktor lingkungan.

Ketika ada gejala PJK, segera periksakan diri ke dokter. Ikuti anjuran dokter dan minumlah obat yang diberikan.

Kolesterol

kolesterol
Kolesterol diproduksi 80% dari dalam tubuh, sebagian orang memproduksi kolesterol lebih banyak dibanding yang lain. Ini disebabkan oleh faktor genetik dan juga oleh faktor makanan.
Seseorang dianggap mengidap Hipertensi bila secara berulang hasil pemeriksaan tekanan darahnya melebihi 140/90 mm Hg. Hipertensi dapat meningkatkan risiko kematian dan berbagai penyakit.

Kolesterol didefenisikan sebagai jenis zat lemak yang beredar dari dalam darah, diproduksi oleh hati dan sangat diperlukan oleh tubuh. Tetapi kolesterol berlebih justru akan menimbulkan masalah, terutama pada pembuluh darah jantung dan otak.

Setiap orang memiliki kolesterol di dalam darah, 80%-nya diproduksi oleh tubuh sendiri, sedangkan sisanya berasal dari makanan.

Kolesterol yang diproduksi terdiri dari 2 jenis yaitu HDL (High Density Lipoprotein) dan kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein). Kolesterol LDL adalah kolesterol jahat, yang bila jumlahnya berlebih di dalam darah akan mengendap pada dinding pembuluh darah dan membentuk bekuan yang dapat menyumbat pembuluh darah. Sedangkan kolesterol HDL adalah kolesterol baik yang nmempunyai fungsi membersihkan pembuluh darah dari kolesterol LDL yang berlebihan.

Selain itu, ada juga senyawa lemak yang bernama trigliserida. Lemak ini terbentuk sebagai hasil metabolisme makanan. Kadar trigliserida ini akan meningkat bila kita mengkonsumsi kalori berlebihan, lebih besar daripada kebutuhan kita.

Kolesterol darah yang tinggi merupakan salah satu faktor resiko yang dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah jantung dan pembuluh darah otak.

Kadar trigliserida yang tinggi akan memperburuk resiko terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah jantung dan otak, jika bersamaan dengan didapatkan kadar kolesterol LDL yang tinggi dan kadar HDL yang rendah.

Cara Memantau Kadar Kolesterol

Untuk menilai apakah kadar Kolesterol seseorang tinggi atau rendah, semuanya harus mengacu pada pedoman umum yang telah disepakati dan dipergunakan diseluruh dunia yaitu pedoman NCEP ATP III (National Cholesterol Education Program, Adult Panel Treatment III), yang menetapkan antara lain bahwa:
  1. Total Kolesterol:
    Nilai Normal < 200 mg/dl
    Pembatasan tinggi 200 - 239 mg/dl
    Tinggi > 240 mg/dl
  2. LDL Kolesterol:
    Optimal < 100 mg/dl
    Mendekati optimal 100 - 129 mg/dl
    Perbatasan tinggi 130 - 159 mg/dl
    Tinggi 160 - 189 mg/dl
    Sangat tinggi > 190 mg/dl
  3. HDL Kolesterol:
    Rendah < 40 mg/dl
    Tinggi 50 mg/dl
  4. Trigliserida:
    Normal < 150 mg/dl
    Perbatasan tinggi 150 - 199 mg/dl
    Tinggi 200 - 499 mg/dl
    Sangat tinggi > 499 mg/dl
Selain aturan diatas, pada pedoman tersebut juga ditentukan batasan nilai LDL Kolesterol berdasarkan banyaknya faktor resiko pada seseorang terhadap penyakit jantung koroner, antara lain:
  1. Seseorang yang memiliki faktor resiko 0 - 1 maka target penurunan LDL yang harus dicapai adalah < 160 mg/dl.
  2. Seseorang yang memiliki faktor resiko 2 maka target penurunan LDL yang harus dicapai adalah < 130 mg/dl.
  3. Seseorang yang memiliki faktor PJK atau resiko PJK ekivalen seperti diabetes, maka target yang harus dicapai adalah < 100 mg/dl

Penyebab Peningkatan Kolesterol Dalam Darah

  • Faktor Genetik
    Tubuh banyak meproduksi kolesterol, 80% dari kolesteroldi dalam darah diproduksi oleh tubuh sendiri. Ada sebagian orang yang memproduksi kolesterol lebih banyak dibandingkan yang lain. Ini disebabkan karena faktor keturunan.
  • Faktor Makanan
    Dari beberapa faktor makanan, asupan lemak merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Lemak merupakan bahan makanan yang sangat penting. Bila tidak makan lemak yang cukup, maka tenaga kita akan berkurang. Tetapi, bila kita makan lemak yang berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan pembuluh darah. Sumber asupan jenis lemak dapat dibedakan menjadi 2, yaitu lemak jenuh (daging, minyak kelapa) dan lemak tidak jenuh (asam lemak omega 3, 6 dan 9).

Pengobatan Hipekolesterolemia

Mulailah dengan memperbaiki pola hidup kita sehari-hari seperti:
  1. Diet Rendah Lemak
    Dalam makanan ada 3 macam lemak, yakni saturated (lemak jenuh), monoubsaturated (lemak tidak jenuh, dengan satu rantai tunggal). polyunsaturated (lemak tidak jenuh ganda). Ikan berasal dari laut dalam (tenggiri, tuna) yang mengandung lemak tak jenuh ganda dan omega 3 hendaknya banyak dikonsumsi karena dapat membantu menaikkan HDL kolesterol (kolesterol baik). Konsumsilah makanan berkolesterol kurang dari 300 mg/hari.
  2. Hentikan kebiasaan merokok karena dapat memicu penebalan atau penyempitan pembuluh darah.
  3. Menjaga berat badan yang seimbang.
  4. Olah Raga yang teratur.
    Olah raga yang melibatkan otot-otot besar tubuh seperti paha, lengan atas serta pinggul, seperti senam aerobik, jalan kaki, berenang, jogging atau bersepeda; sangat efektif menurunkan kadar kolesterol.
  5. Obat-obatan.
    Saat ini, obat kolesterol yang mengandung "statin" sangat populer. Kelompok obat ini dapat menghambat kerja enzim yang mengatur bio-sintesa kolesterol.

Produk HDI Untuk Kolesterol

Banyak orang melakukan diet yang ketat dengan harapan bisa menurunkan kolesterol dan Hipertensi, akibatnya kekurangan vitamin dan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

HDI Pollenergy 520, HDI Bee Propolis dan HDI Royal Jelly membantu melengkapi kekurangan vitamin, mineral dan fitonutrien yang dibutuhkan oleh tubuh tersebut. HDI Royal Jelly mengandung vitamin B juga dapat menurunkan kadar kolesterol terutama kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Kandungan chitosan dalam HDI Trimee II bersifat mengikat lemak dari makanan serta meningkatkan pengeluaran lemak dari tubuh. Namun tidak cukup hanya menggunakan Trimee II tapi juga harus dibarengi dengan pola makan dan pola hidup seperti berolah raga, mengurangi lemak dan karbohidrat dan menambah konsumsi makanan berserat (buah dan sayur).

COVID-19 Masih Mengintai

Meski berbagai aktivitas di ruang publik perlahan diperbolehkan dengan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), kita harus tetap waspada karena a...

PROMO BULAN INI!

Dapatkan Diskon harga yang menarik!
===============
GRATIS ONGKIR (GOSEND/GRAB, DLL) SETIAP BELANJA MINIMAL 800 RIBU
===============
INFO CEPAT
Hub. Tlp/WA 0821 9496 6109







  1. Promo-Promo lain yang tersedia (EASI STARTER SET), bisa langsung menghubungi WA Admin:

POPULAR POSTS

Recent Comments

DAFTAR MEMBER HDI Scan / klik disini:

Panduan Registrasi Online:
Cara Mendaftar Menjadi Member HDI