Tampilkan postingan dengan label ALERGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ALERGI. Tampilkan semua postingan

Asma Boleh Berolahraga

Asma Boleh Berolahraga
Asma tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak berolahraga. Karena, olahraga rutin akan membantu anak Anda meminimalisir risikonya. Konsumsi HD Aller Bee-Gone secara teratur dan sediakan obat pelega asma, maka anak Anda tidak akan ketinggalan kegiatan olahraganya.

Walaupun olahraga itu baik untuk jantung, paru-paru, dan kesehatan, namun olahraga juga dapat memicu serangan asma, terutama karena menghirup udara yang sejuk dan dingin. Aktivitas berat, misalnya lari jarak jauh, juga berpotensi menimbulkan asma.

Bila memang anak Anda mempunyai gejala asma dan memiliki pemicu selain olahraga, dia akan dianjurkan untuk mengonsumsi obat pelega dan mendapatkan perawatan penuh.

Bagusnya, gejala asma karena olahraga tergolong mudah dirawat. Anak dapat melegakan asmanya dengan obat dan metode lainnya. Mengonsumsi obat pelega 20 atau 30 menit sebelum berolahraga biasanya akan mencegah asma.

Asma tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak berolahraga. Karena, olahraga rutin akan membantu Anda meminimalisir risikonya. Ada beberapa olahraga yang boleh dilakukan untuk para penderita asma.

Berenang dapat membantu memperbaiki saluran pernafasan penderita asma. Hal itu karena dengan berenang, seseorang dengan tidak sadar mengurangi frekuensi bernafas karena berada di dalam air.

Bersepeda. Mekanisme pernafasan pada berenang terjadi pula pada saat bersepeda. Gerakan cepat menekan udara yang masuk, menyebabkan berkurangnya volume udara dalam saluran pernafasan.

Pada setiap kegiatan fisik yang menguras tenaga, intensitas bernafas pun semakin meningkat menyebabkan semakin banyaknya karbondioksida yang dikeluarkan. Hal itu membuat tubuh secara otomatis melebarkan saluran pernafasan yang mana hal itu akan berdampak baik bagi para penderita asma.

Hanya saja, pada saat berolahraga, selalu sediakan pula perlengkapan untuk pertolongan pertama agar ketika tiba-tiba asmanya kambuh dapat langsung ditangani.

Umumnya penyebab asma adalah alergi, yakni alergi debu, serbuk bunga, bulu binatang, udara dingin, dan makanan tertentu. Oleh karena itu, selain menggunakan inhaler untuk membantu penderita pada saat asmanya kambuh, lebih diperlukan lagi adalah bagaimana agar asmanya tidak kambuh.

Tetapi apakah batuk ketika berolahraga sudah menandakan kalau si anak harus mulai mengonsumsi obat asma secara reguler?

Tidak! Walaupun batuk adalah salah satu gejala asma, belum tentu anak Anda akan didiagnosis memiliki asma. Dokter akan memastikan gejala-gejala lain untuk bisa menyimpulkan apakah anak Anda memiliki asma atau tidak.

Pencegahan Dengan Produk HDI

HDI Aller Bee-Gone adalah suplemen yang paling tepat membantu penderita asma untuk mengatasi gejala-gejalanya. HDI Aller Bee-Gone mampu meredakan reaksi alergi karena mengandung ekstrak bee pollen yang dikombinasikan dengan 27 jenis herbal yang telah teruji khasiatnya sebagai anti-alergen. 

Kandungan herbal yang akan membantu mengatasi gejala asma karena alergi adalah akar barberry dan mullein. Akar barberry memiliki sifat antihistamin sehingga dapat membantu mengurangi penyempitan saluran pernafasan dan produksi lendir sementara mullein dapat membantu menekan
pertumbuhan bakteri penyebab infeksi saluran pernafasan.

Dengan pemakaian teratur, HDI Aller Bee-Gone akan meningkatkan ketahanan tubuh Anda terhadap faktor-faktor penyebab alergi. Ini jelas berbeda dengan obat-obatan anti-alergi yang menimbulkan
ketergantungan dan menurunkan sistem kekebalan tubuh. Konsumsi HDI Aller Bee-Gone secara teratur dan sediakan obat pereda asma, maka anak Anda tidak akan melewatkan kegiatan olahraganya.

Kelola Alergi dengan Produk HDI

Kelola Alergi
Meskipun beberapa orang dapat sembuh dari alergi ketika mereka beranjak dewasa, tapi ada yang tetap menderita alergi selama hidupnya. Penyakit ini memerlukan penanganan khusus, pengobatan, dan daya tahan tubuh yang tinggi untuk mencegahnya kambuh kembali.

Untungnya High-Desert telah menyediakan produk jempolan demi mengelola agar alergi kian mudah ditangani. Serangkaian produknya terbukti secara klinis mampu meminimalkan alergi kembali lagi.

Produk yang dikhususkan untuk menangani alergi adalah HDI Aller Bee Gone.
HDI Aller Bee Gone berfungsi secara menyeluruh dalam mengelola alergi. Bukan hanya sekedar menghilangkan gejala alergi, tetapi juga meningkatkan kekebalan tubuh terhadap faktor penyebab alergi, membantu menormalkan kembali sistem kekebalan tubuh.

HDI Aller Bee Gone

Glutamine dalam produk ini merupakan unsur penting bagi sel-sel imun, serta membantu meningkatkan produksi zat-zat antibodi. Sementara itu, vitamin B6 juga memperkuat sistem kekebalan tubuh dengan meningkatkan produksi sel-sel imun.

HDI Aller Bee Gone juga sangat baik dalam mengatasi reaksi alergi. Produk ini membantu meredakan bersin-bersin, napas berdengik, pembengkakan, gatal-gatal, dan reaksi alergi lainnya.

Karena mengandung lebih dari 27 jenis herbal yang telah teruji khasiatnya dalam mengatasi alergi. Misalnya saja, slippery elm yang terbukti mengandung karbohidrat termasuk tepung dengan mucilago sebagai bagian utamanya. Slippery elm juga digunakan dalam mengatasi iritasi tenggorokan.

Kandungan akar Marshmallow yang digunakan untuk membantu mengurangi iritasi pada rongga mulut dan mukosa kerongkongan, serta iritasi akibat batuk kering. Sementara itu, batang pohon Oak terbukti bermanfaat untuk membantu mengatasi pembengkakan pada kulit, batuk, gejala-gejala infeksi, dan radang pada mulut dan kerongkongan.

Kandungan akar Barberry dalam HDI Aller Bee Gone dipercaya memiliki sifat antiradang dan dapat mengurangi penyempitan saluran pernapasan dan produksi lendir. Sementara itu, Mullein mampu menekan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi saluran pernapasan.

Selain itu konsumsi juga produk-produk yang mampu membangun sistem imunitas tubuh yang baik sehingga tidak rentan terhadap alergi. Produk-produk tersebut adalah HDI Bee Propolis dan HDI Bee Pollen.

HDI Bee Propolis yang merupakan sumber antioksidan yang tinggi dan bermanfaat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengatasi peradangan. Dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh maka kepekaan terhadap alergen penyebab alergi pun dapat berkurang.

HDI Pollenergy 520 selain kaya akan nutrisi yang lengkap, juga membantu meredakan alergi dan meningkatkan sistem imun secara alami.

Jika diperlukan, gunakan juga HDI Royal Jelly yang sangat baik untuk meredakan stres dan memperbaiki sistem metabolisme tubuh. Jangan ragu juga untuk mengonsumsi HDI Clover Honey. Produk ini terbuat dari madu asli dengan khasiat yang sangat banyak. Salah satunya adalah mampu menstabilkan pencernaan, aman dikonsumsi siapa saja termasuk penderita diabetes, dan merupakan sumber energi yang sangat baik.

Semuanya adalah produk-produk berbahan dasar produk perlebahan. Produk perlebahan adalah suplemen kesehatan. Tidak seperti obat yang memberikan hasil instan, produk perlebahan memerikan efek terapi jangka panjang.

Jadi produk perlebahan sangat aman untuk dikonsumsi dalam waktu yang lama dan tidak akan menimbulkan efek samping atau resistensi.

Dapatkan manfaat kesehatan sekaligus manfaat penghematan dari produk HDI.

Kendalikan Alergi

Kendalikan Alergi
Kesadaraan masyarakat yang masih relatif rendah terhadap penyakit alergi saat ini, seringkali menganggap alergi hanyalah penyakit biasa, padahal alergi dapat menimbulkan beban biaya serta ancaman lebih besar bila dibiarkan dan tidak ditangani dengan tepat. 

Alergi dapat mengenai siapa saja disegala usia. Seperti alergi kulit pada dermatitis atopik biasanya timbul pada anak, sedangkan asma acapkali mulai muncul juga pada usia anak, tetapi juga terjadi pada usia yang lebih tua. Bahkan jika anak mengalami alergi kulit bentuk dermatitis atopik, maka risiko mengalami asma di kemudian hari menjadi lebih besar.

Alergi jangan dianggap sepele karena berpotensi dapat memicu penyakit lain dari mulai yang kronis semisal asma, hingga yang bersifat fatal dan mematikan seperti anafilaksis syok atau Steven Johnson Syndrome yang timbul akibat alergi pada obat.

Alergi, juga dapat menimbulkan beban dan biaya yang besar bagi pasien apabila tidak segera melakukan penanganan yang tepat. Dalam pengelolaan penyakit alergi, penderita dapat melakukan berbagai upaya mulai dari menghidari pemicu alergi (alergen),  mencari dan mendapatkan informasi tentang alergi lewat kegiatan edukasi dan penyuluhan, mendapat pengobatan yang tepat atau bahkan terapi kekebalan (immunoterapi).

Alergi merupakan suatu reaksi menyimpang dari tubuh berkaitan dengan peningkatan kadar imunoglobulin E (Ig E) yang merupakan suatu mekanisme sistem imun.
Alergi adalah penyakit atau kelainan yang tidak menular tetapi kecenderungan seseorang mengalami alergi akan dipengaruhi dua faktor yaitu genetika (keturunan) dan lingkungan sebagai faktor eksternal tubuh. Hal itu merupakan salah satu penjelasan mengapa terjadi peningkatan peluang terkena alergi.

Alergi terjadi karena adanya zat yang menimbulkan reaksi yang disebut alergen. Alergen dapat masuk dalam tubuh melalui saluran nafas (inhalan), percernaan (ingestan), suntikan (injektan) atau yang menempel pada kulit (kontaktan).

Masuknya alergen ke dalam tubuh, kemudian akan memicu respon kekebalan tubuh (imun) membentuk antibodi  yang berkaitan dengan alergen, dan hal inilah yang merangsang timbulnya reaksi alergi.

Gejala-gejala alergi bisa berupa gatal-gatal, bersin-bersin, sesak napas dan lain-lain. Jenis alergi pun banyak macamnya. Dua jenis penyakit alergi yang sering dijumpai adalah alergi yang terkait dengan pernafasan seperti asma dan rinitis alergi (bersin dan pilek berulang terutama pada pagi hari) dan penyakit alergi yang terkait dengan kulit seperti urtikaria (gidu-biduran / kaligata), dermatitis atopik (eksem).

Alergi rhinitis biasanya ditandai dengan bersin-bersin, hidung terasa gatal, hidung berair atau tersumbat dan sukar bernapas, sedangkan pada mata akan terasa gatal, kemerahan dan berair. Bila penyakit ini dibiarkan, kemungkinan akan berkembang menjadi sinusitis.

Urtikaria (gidu-biduran / kaligata) adalah kelainan kulit yang ditandai oleh, kemerahan, dan gatal. Meskipun gejalanya merupakan manifestasi penyakit alergi, tetapi penyebabnya seringkali bukan karena alergen. Gejala khusus urtikaria biasanya terlihat bentol, kemerahan dan rasa gatal. Bila penyebabnya telah diketahui, misalnya dari makanan (seperti susu, telur, ikan laut, kacang-kacangan) maka pasien harus menghindari konsumsi makanan tersebut.

Untuk menghindari alergi, sedapat mungkin mengontrol lingkungannya sehingga tak membahayakan. Misalnya menghindari tungau debu rumah seperti karpet, kapuk, bahan beludru pada sofa atau gordyn, ventilasi yang baik di rumah/ kamar, jauh dari orang yang sedang merokok, menghindari makanan yang diketahui sering menyebabkan alergi, seperti susu, telur, makanan laut, cokelat, serta menghindari kecoa dan serpihan kulit binatang peliharaan.

Anak-anak Rentan Terkena Alergi

Alergi sebagai bentuk reaksi menyimpang dari tubuh ternyata bisa menimpa siapa saja termasuk anak-anak. Kenyataannya, setiap orang memang memiliki risiko mengidap alergi meskipun tidak ada riwayat penyakit ini di dalam keluarga.

Seseorang yang dalam keluarganya tidak mempunyai riwayat alergi setidaknya berisiko mengalami penyakit ini antara 10 - 15%. Risiko seorang anak mengidap alergi, akan jauh lebih besar apabila dipicu oleh hadirnya faktor genetika di mana salah satu atau kedua orangtuanya mengidap alergi.

Jika salah satu orang tua ada yang alergi, kemungkinannya bisa mencapai 30%. Bilamana kedua orang tuanya alergi, risikonya menjadi hampir 50%. Bila dalam sebuah keluarga ada beberapa anak, tidak semua anak memiliki risiko yang sama. Jadi tidak tergantung pada jumlah.

Bentuk atau jenis alerginya pun tidak harus selalu identik atau sama dengan orang tuanya. Sebagai contoh, bila sang ibu mengidap alergi asma atau ayahnya alergi gatal karena udang, anaknya tidak harus selalu memiliki jenis alergi salah satu di antara alergi tersebut.

Jadi, mulai kini waspadalah agar hidup terbebas dari alergi.

Cara kelola Alergi Dengan Produk HDI

Jenis yang paling dikenal masyarakat adalah asma. Asma menyerang paru-paru dan saluran pernafasan, yang sesekali menyebabkan nafas berbunyi dan sesak. Pada umumnya, serangan asma terjadi ketika saluran nafas seseorang membengkak yang disebabkan oleh faktor pemicu alergi seperti debu, bulu binatang dan jamur.

Hal ini menyebabkan selaput lendir pada dinding-dinding saluran pernafasan menjadi membengkak dengan cairan. Lendir menutupi saluran udara dan membuat napas menjadi sulit. Suara berdengik terjadi ketika udara yang mengalir masuk dan keluar dari paru-paru terhambat.

Walaupun beberapa orang dapat sembuh dari asma ketika mereka beranjak dewasa, namun ada yang tetap menderita asma selama hidupnya. Penyakit ini memerlukan penanganan khusus, pengobatan tepat, dan daya tahan tubuh yang tinggi untuk mencegahnya kambuh kembali.
Untuk menjawabnya, maka hadirlah HDI Aller Bee-Gone, HDI Bee Propolis dan HDI Pollenergy 520.

HDI Aller Bee-Gone mengandung berbagai jenis herbal yang dapat dengan cepat dan efektif membantu meredakan reaksi alergi seperti asma, rhinitis, alergi terhadap makanan, serta alergi pada kulit. Produk ini juga membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap faktor penyebab alergi, sehingga alergi tidak lagi menjadi masalah yang besar bagi Anda.

HDI Aller Bee-Gone berfungsi secara menyeluruh dalam mengelola alergi. Bukan hanya sekedar menghilangkan gejala alergi, tetapi juga meningkatkan kekebalan tubuh terhadap faktor penyebab alergi. Glutamine dalam produk ini merupakan unsur penting bagi sel-sel imun, serta membantu meningkatkan produksi zat-zat antibodi. Sementara itu, vitamin B6 juga memperkuat sistem kekebalan tubuh dengan meningkatkan produksi sel-sel imun.

HDI Aller Bee-Gone juga sangat baik dalam mengatasi reaksi alergi. Produk ini membantu meredakan bersin-bersin, napas berdengik, pembengkakan, gatal-gatal, dan reaksi alergi lainnya. Karena mengandung lebih dari 27 jenis herbal yang telah teruji khasiatnya dalam mengatasi alergi. Misalnya saja, Slippery elm yang terbukti mengandung karblhidrat termasuk tepung dengan mucilago sebagai bagian utamanya. Slippery elm juga digunakan dalam mengatasi iritasi tenggorokan.

Kemudian, kandungan akar Marsmallow yang digunakan untuk membantu mengurangi iritasi pada rongga mulut dan mukosa kerongkongan, serta iritasi akibat batuk kering. Sementara itu, batangg pohon oak terbukti bermanfaat untuk membantu mengatasi pembengkakan pada kulit, batuk, gejala-gejala infeksi, dan radang pada rongga mulut dan kerongkongan.

Kandungan akar Barberry dan HDI Aller Bee-Gone dipercaya memiliki sifat anti-radang dan dapat mengurangi penyempitan saluran pernapasan dan produksi lendir. Sementara itu, Mullein mampu menekan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi saluran pernapasan.

Selain itu konsumsi juga produk-produk yang mampu membangun sistem imunitas tubuh yang baik sehingga tidak rentan terhadap alergi. Yang paling direkomendasikan karena memiliki kandungan antioksidan yang tinggi adalah HDI Bee Propolis dan HDI Pollenergy 520.

HDI Bee Propolis yang merupakan sumber antioksidan yang tinggi dan bermanfaat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengatasi peradangan. Dengan meningkatkan sisitem kekebalan tubuh maka kepekaan terhadap alergen penyebab alergi pun akan berkurang. Sementara itu HDI Popllenergy 520 selain kaya akan nutrisi yang lengkap, juga membantu meredakan alergi dan meningkatkan sistem imun secara alami.

Semuanya adalah produk-produk berbahan dasar produk perlebahan. Produk perlebahan adalah suplemen kesehatan. Tidak seperti obat yang memberikan hasil instan, produk perlebahan memberikan efek terapi jangka panjang. Jadi produk perlebahan sangat aman untuk dikonsumsi dalam waktu yang lama dan tidak akan menimbulkan efek samping atau resistensi.

Dengan kondisi tubuh yang fit, alergi lebih gampang dikendalikan.

Alergi Udara Dingin

Alergi Udara Dingin
Apakah Anda merasa selalu terkena flu pada saat musim hujan? Bisa jadi yang Anda derita itu bukanlah flu, melainkan alergi udara dingin.

Alergi udara dingin atau Allergic Rhinitis atau Hay Fever memang memiliki gejala-gejala yang sama dengan flu, tetapi dengan durasi yang berbeda. Tidak dapat membedakan keduanya bisa berakibat fatal, misalnya salah minum obat.


Gejala Flu Alergi
Batuk Biasanya Kadang-kadang
Pegal-pegal Kadang-kadang Tidak pernah
Kelelahan Kadang-kadang Kadang-kadang
Mata terasa gatal Jarang Biasanya
Bersin Biasanya Biasanya
Radang Tenggorokan Biasanya Kadang-kadang
Hidung berair Biasanya Biasanya
Hidung tersumbat Biasanya Biasanya
Demam Jarang Tidak pernah
Durasi
Mulai 1 - 3 hari setelah diserang virus Flu Segera setelah kontak dengan alergen
Durasi 5 - 7 hari Selama penderita kontak dengan alergen

Seperti yang terlihat di tabel, alergi udara dingin tidak disebabkan oleh virus, melainkan reaksi tubuh terhadap alergen (penyebab alergi) yang terbawa oleh udara, misalnya serbuk bunga, debu, atau bulu binatang. Reaksi ini umumnya bertambah parah pada musim dingin atau musim hujan.

Penelitian menyimpulkan, satu dari lima orang mengalami alergi ini, tetapi tingkat keparahannya berbeda untuk setiap individu. Semakin parah gejala-gejala yang ditunjukkan, maka aktivitas sehari-hari pun semakin terganggu.

Alergi Dingin

Penerjemahan Allergic Rhinitis atau Hay Fever menjadi alergi udara dingin dimaksudkan untuk membedakan dengan alergi dingin atau Cold Hives atau Urticaria. Jenis ini menunjukkan reaksinya di bagian kulit.

Ketika kulit bersentuhan dengan suhu dingin, tubuh beraksi dengan memproduksi histamin dan zat kimia lainnya ke area kulit tersebut. Reaksi tersebut kemudian membuat kulit memerah, gatal, dan membengkak. Kondisi ini kerap memburuk saat area kulit tersebut mulai menghangat.

Penyebab dan Cara Mengatasi Alergi

Seseorang menunjukkan gejala alergi karena sistem kekebalan tubuhnya menganggap substansi tertentu berbahaya, padahal sebenarnya tidak demikian. Sebagai reaksinya terhadap substansi yang dianggap berbahaya tersebut, sistem kekebalan tubuhnya kemudian memproduksi antibodi yang akan mengingatkan tubuh bila lain kali terkena subtansi tersebut.

Kali berikutnya, antibodi kemudian mengenali substansi tersebut, lalu memerintahkan sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi zat kimia tertentu, seperti histamin, ke aliran darahnya. Zat kimia itulah yang menyebabkan reaksi alergi pada bagian tertentu.

Ada 4 langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi alergi:
  1. Pencegahan. Penderita harus mengurangi kontak dengan alergen. Dalam kasus ini, tetap jaga tubuh Anda tetap hangat pada saat udara dingin, misalnya dengan menggunakan sweater atau mandi dengan air suam-suam kuku.
  2. Obat-obatan. Obat-obatan anti alergi bisa didapatkan dengan berkonsultasi dengan dokter. Tetapi, pada umumnya, obat-obatan hanya dapat mengurangi gejala saja, tidak mengobati alergi sampai tuntas.
  3. Immunotheraphy. Immunotheraphy dimaksudkan untuk mengurangi kepekaan sistem kekebalan tubuh terhadap alergen. Metode ini memiliki efek samping cukup besar sehingga hanya rumah sakit berpengalaman yang menyediakannya. Terapi ini bisa memakan waktu 3 - 5 tahun.
  4. HDI Aler Bee-Gone. Obat anti-alergi berpotensi menimbulkan efek ketergantungan karena tubuh tidak mampu mengembangkan kekebalan sendiri. Itu adalah alasan tepat untuk mengonsumsi HDI Aler Bee-Gone.


HDI Aller Bee-Gone bekerja efektif mengatasi gejala alergi sekaligus membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap alergen. Dengan konsumsi teratur, perlahan-lahan Anda pun akan terbebas dari alergi.

Hal tersebut dimungkinkan karena HDI Aller Bee-Gone mengandung 22 bahan aktif herbal, bee pollen, glutamine, dan vitamin B6 yang memberikan solusi jangka panjang untuk mengatasi gejala alergi sekaligus meningkatkan kekebalan tubuh.

Bila punya HDI Aller Bee-Gone, Anda tak perlu khawatir dengan reaksi alergi apapun!

Sinusitis

Sinusitis
Sinusitis adalah peradangan yang terjadi di rongga sinus paranasalis. Sinus, demikian namanya lebih dikenal, adalah rongga yang berada di bagian pipi, dekat mata, dan dahi. Rongga itu berjumlah empat pasang kiri dan kanan. Fungsinya adalah untuk membantu resonansi suara, membantu keseimbangan kepala, meredam perubahan tekanan udara dan kelembaban udara, serta membantu memproduksi lendir untuk membersihkan rongga-rongga hidung.

Sesuai dengan rongga sinus yang terkena, maka sinusitis dibagi menjadi 4 yaitu: sinusitis maksila, sinusitis etmoid, sinusistis frontal dan sinusitis sphenoid.
Bila mengenai beberapa sinus disebut sebagai multisinusitis sedangkan bila mengenai semua sinus paranasal disebut pansinusitis, dan yang paling sering ditemukan adalah sinusitis maksila dan sinusitis etmoid.

Ketika peradangan terjadi dan membuat lendir tertahan di rongga tersebut, akibatnya, penderita sinusitis akan sulit untuk bernafas melalui hidung. Bagian wajah dan mata terasa bengkak, bahkan disertai sakit kepala atau rasa sakit di wajah. Pada beberapa kali, penderitannya akan merasakan ada cairan kental menumpuk di dalam hidung atau mengalir ke tenggorokan.

Penyebab Sinusitis

Penyebab sinusitis itu beragam. Sinusitis akut biasanya disebabkan oleh infeksi virus flu, bakteri, jamur, atau alergi. Sinusitis kronis selain dapat disebabkan oleh infeksi, juga dapat disebabkan polip hidung atau penyimpangan sekat hidung. Bila sinusitis akut berlangsung kurang dari 4 minggu, maka sinusitis kronis dapat berlangsung lebih dari 8 minggu atau kambuhan.

Penderita sinusitis berpotensi untuk mengalami komplikasi, seperti asma, meningitis (peradangan di membran pelindung sistem syaraf pusat), gangguan penglihatan, atau aneurisma (penonjolan abnormal pada dinding pembuluh darah). Secara spesifik, penderita sinusitis akut juga berpotensi untuk mengalami sinusitis kronis dan infeksi telinga.

Untuk memperkecil resiko komplikasi, penderita sinusitis harus segera mendatangi dokter bila  mengalami gejala-gejala sinusitis tersebut.

Selain mendapatkan perawatan dokter, penderita sinusitis dianjurkan untuk:
  • Beristirahat dengan cukup.
  • Meminum air yang cukup. Ini akan mengencerkan lendir dan melancarkan alirannya. Hindari minuman yang mengandung kafein atau alkohol.
  • Hangatkan rongga sinus dengan cara menghirup uap air panas atau mandi air hangat. Ini akan membantu mengurangi rasa sakit dan membantu melancar lendir.
  • Kompres wajah dengan handuk hangat.
  • Besihkan lubang hidung.
  • Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi.

Mencegah Sinusitis

Untuk melakukan langkah pencegahan, sebaiknya Anda melakukan hal-hal berikut agar tidak terkena sinusitis. Berlaku juga bagi penderita sinusitis kronis, yakni agar gejala-gejalanya tidak datang lagi.
  • Hindari infeksi saluran pernafasan atas dengan cara meminimalisasi kontak dengan mereka yang sedang flu serta sering mencuci tangan dengan sabun dan air bersih, terutama sebelum makan.
  • Kendalikan alergi Anda, bila ada. Anda mungkin perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mengendalikan alergi Anda.
  • Hindari rokok dan udara terpolusi karena dapat mengiritasi paru-paru dan saluran hidung serta menimbulkan peradangan di bagian tersebut.
  • Gunakan alat pelembab udara bila rumah Anda memang membutuhkannya. Menambah kelembaban udara mampu mencegah sinusitis. Pastikan alat tersebut tetap bersih dan bebas jamur.
  • Konsumsila suplemen kesehatan yang akan membantu meningkatkan pertahanan tubuh Anda terhadap berbagai penyebab peradangan rongga sinus tesebut.

Produk HDI untuk Sinusitis

Salah satu cara pencegahan sinusitis adalah mengonsumsi suplemen kesehatan yang akan membantu meningkatkan pertahanan tubuh Anda terhadap berbagai penyebab peradangan di rongga sinus.

Suplemen apa sih yang tepat untuk penderita sinusitis, entah itu sinusitis akut ataupun sinusitis kronis? Tentu saja adalah yang bersifat antiperadangan. Suplemen itu juga harus bersifat antiviral, antibakteri, antijamur, serta dapat melindungi penderitanya dari serangan alergen. Dan satu-satunya suplemen yang memiliki keseluruhan sifat itu dalam satu butiran tablet atau kapsulnya adalah HDI Bee Propolis.

HDI Bee Propolis mengandung propolis yang murni dan berkualitas. Propolis dikenal sebagai antibiotik alami yang serta dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh secara alami. Propolis berbeda dengan obat antibiotik sintetik yang dapat membuat bakteri menjadi kebal dan melemahkan sistem kekebalan tubuh. Dengan demikian, HDI Bee Propolis dapat menstimulasi sistem kekebalan tubuh sekaligus menjadikannya lebih baik karena propolis mengandung zat-zat yang dibutuhkan untuk membangun kekebalan tubuh dan mengaktifkan kalenjar thymus yang merupakan bagian penting sistem imunitas tubuh.

Anda dapat menemukan banyak produk suplemen yang mengandung propolis di pasaran. Tetapi HDI Bee Propolis tetap yang terbaik karena diproses dengan metode ekstraksi khusus yang menggunakan temperatur rendah yang secara efektif dapat menghilangkan semua bahan yang tidak murni di dalam propolis sehingga menghasilkan propolis yang murni dan berkualitas.

HDI Bee Propolis juga memiliki kandungan polifenol yang tinggi. Semakin tinggi kandungan polifenolnya, maka semakin tinggi pula kandungan antioksidannya. HDI Bee Propolis memiliki level polifenol yang jauh lebih tinggi daripada produk dan buah-buahan antioksidan lainnya, seperti jeruk, anggur, apel merah, dan strawberry.

Baik untuk pencegahan ataupun untuk membantu proses penyembuhan sinusitis Anda, HDI Bee Propolis adalah suplemen terbaik untuk Anda!

Asma

Penyakit Asma
Asma merupakan sebuah penyakit paru-paru yang tergolong kronis. Asma terjadi ketika jalur udara menyempit sehingga penderitanya akan sulit bernafas.

Pada penderita asma, penyempitan itu bisa disebabkan oleh 2 hal.
Pertama adalah peradangan sehingga menimbulkan iritasi dan membuat jalur udara membengkak.
Kedua adalah bronchoconstriction, yaitu penyempitan saluran udara karena otot-otot disekitarnya mengencang. Bronchoconstriction juga bisa disebabkan oleh penumpukan lendir di saluran udara tersebut.

Entah karena peradangan atau karena bronchoconstriction, penyakit asma biasanya akan menunjukkan gejala-gejala:
  • Sesak napas
  • Dada terasa sakit atau terjepit.
  • Tidur terganggu karena sesak napas, batuk, atau bersin.
  • Ada suara seperti bersiul atau bersin ketika menghela nafas.
  • Batuk dan/atau bersin semakin parah bila saluran pernafasan terinfeksi virus, misalnya ketika flu atau pilek.
Ada banyak hal yang bisa memicu kemunculan gejala-gejala tersebut, namun tidak semua penderita memiliki reaksi yang sama pada setiap pemicu gejala asma.

Pemicu gejala asma yang biasa teridentifikasi adalah:
  • Alergen, baik yang dibawa oleh udara (seperti bulu binatang atau debu), makanan tertentu (misalnya makanan laut atau kacang), maupun udara yang dingin.
  • Infeksi saluran pernafasan, seperti pilek.
  • Jenis olahraga tertentu.
  • Stres dan kondisi emosi yang sedang lemah atau kuat.
  • Pencernaan terganggu, yakni  ketika asam lambung naik ke tenggorokan.
  • Siklus menstruasi.
Tingkat keparahan gejala-gejala itu berbeda pada setiap penderitanya. Tetapi, bila gejala-gejala semakin lama semakin sering terjadi dan penderitanya semakin bergantung pada bronchodilator (obat-obatan untuk melegakan saluran pernafasan, misalnya inhaler), maka penderitanya harus semakin berhati-hati karena kedua hal tersebut biasanya mengindikasikan kalau kondisi asma sudah semakin memburuk.

Sebelum keadaan asma memburuk, penderitanya harus menghindari pemicu asmanya. Ini dapat dilakukan dengan cara menghindari alergen, membersihkan lingkungan sekitar, mengurangi kontak dengan hewan dan udara berpolusi, menggunakan masker saat berada di luar ruangan, dan yang tak kalah penting, mengonsumsi HDI Aler Bee-Gone.

HDI Aller Bee-Gone Kendalikan Asma

Asma berkaitan dengan faktor genetik yang dikombinasikan dengan kondisi lingkungan sekitar si penderita. Tetapi sampai saat ini, tidak diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab asma. Karena penderita biasanya dianjurkan untuk menghindari pemicunya, mengendalikan gejala-gejalanya, dan bila perlu menggunakan bronchodilator di saat asma menyerang.

Untuk mengendalikan asma, penderitanya membutuhkan satu produk suplemen kesehatan yang berasal dari bahan alami dan telah terbukti secara ilmiah. Produk itu bernama HDI Aller Bee-Gone yang akan membantu penderita asma mempertahankan diri dari serangan pemicu-pemicu gejala asma.

HDI Aller Bee-Gone mampu meredakan reaksi alergi karena mengandung ekstrak bee pollen yang dikombinasikan dengan 27 jenis herbal yang telah teruji khasiatnya sebagai anti-alergen.

Salah satu jenis herbal yang digunakan adalah akar barberry yang memiliki sifat antihistamin. Sifat antihistamin ini sangat membantu untuk melonggarkan saluran pernafasan dan mengurangi produksi lendir yang dipicu oleh alergen-alergen tertentu.

Selain barberry, ada pula mullein. Ini adalah jenis herbal yang mampu menekan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi saluran pernafasan. Memang, alergen dan infeksi saluran pernapasan adalah pemicu paling umum yang dialami oleh penderita asma.

Dalam jangka panjang, HDI Aller Bee-Gone akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam menghadapi alergen pemicu asma. Ini bukan pepesan kosong karena HDI Aller Bee-gone memiliki kandungan glutamine yang membantu pembentukan sel-sel imun, vitamin B6 yang meningkatkan produksi sel-sel imun, dan bee pollen yang mampu meredakan alergi sekaligus meningkatkan sistem kekebalan tubuh secara alami.

HDI Aller Bee-Gone tidak akan membuat Anda mengalami ketergantungan. Ini jelas berbeda dengan obat-obatan antihistamin yang cenderung membuat imunitas tubuh menurun.

Untuk mendapatkan hasil maksimal, Anda dapat mengonsumsi HDI Aller Bee-Gone bersama HDI Bee Propolis atau produk HDI lainnya, sesuai dengan anjuran konsultan medis. Pastikan Anda telah berdiskusi dengan konsultan medis High-Desert untuk mengetahui dosis yang dibutuhkan oleh penderita asma.

Dengan HDI Aller Bee-Gone, mari meminimalisasi pemicu gejala asma akibat alergi!

Atasi Alergi

Alergi, cegah alergi, pengobatan alergi, menyembuhkan alergi, aller bee gone, propolis, propolis cream
Menghindari alergen memang cara yang paling gampang diucapkan. Namun pada prakteknya, cara ini sangat sulit dilakukan, apalagi kualitas kesehatan lingkungan semakin hari semakin menurun. Polusi semakin merajalela menjanjikan debu dan zat-zat kimia semakin berlimpah di udara. Makananpun semakin banyak yang menggunakan bahan-bahan kimia tambahan yang dapat menjadi alergen. Kualitas air, terutama di kota-kota besar juga semakin menurun sehingga dapat memicu terjadinya alergi pada kulit. 

Melihat kondisi-kondisi yang sangat menyulitkan kita untuk menghindari alergen, langkah paling bijak yang dapat dilakukan adalah dengan memperkuat ketahanan tubuh terhadap faktor-faktor penyebab alergi. Yang paling mudah dilakukan untuk memperkuat daya tahan tubuh adalah dengan mengkonsumsi suplemen makanan yang bisa mencegah terjadinya alergi. Selain itu secara spesifik memang ada beberapa obat-obatan kimia yang dapat menghilangkan gejala alergi. Tapi sifat obat-obatan itu adalah sebatas meredakan gejala alergi, bukan menyembuhkan.

Perawatan Terhadap Reaksi Alergi

Kenali pencetus alergi yang Anda derita. Jika Anda reaktif terhadap kacang, jangan makan kacang dengan mengurangi atau menghindar dari faktor penyebab sehingga akan terbebas dari alergi.

Perawatan sendiri dirumah tidak cukup untuk menghilangkan reaksi alergi, perlu dilakukan pengobatan darurat. Hal-hal yang perlu diperhatikan:
  1. Jangan menunda untuk berobat ke dokter. Memutuskan sendiri cara pengobatan dan jenis obat apa yang dikonsumsi bisa memperparah alergi tersebut.

  2. Jika Anda mengendarai mobil atau motor, usahakan menghindari mengemudi sendiri sehabis mengkonsumsi antihistamin yang menimbulkan efek ngantuk.

  3. Patuhi apa yang direkomendasikan oleh dokter. Kelalaian Anda dalam mengikuti prosedur pengobatan akan menjadikan hasil perawatan mundur.


Efek Samping Obat Alergi

Karena alergi sulit untuk disembuhkan, penderita alergi tidak bisa lepas dari obat alergi, seperti antihistamin dan pseudoephedrine. Efek dari mengkonsumsi obat alergi yang langsung terlihat adalah rasa kantuk. Tetapi selain itu, ada banyak efeknya dan intensitas efek samping obat alergi bisa berbeda pada tiap orang.

Menurut Javed Sheikh, MD, Dosen Harvard Medical school, ada beberapa efek lanjut dari mengkonsumsi obat alergi yaitu sebagai berikut:

Meningkatnya Nafsu Makan.

Dari penelitian diketahui bahwa mengkonsumsi obat yang mengandung antihistamin dapat merangsang nafsu makan. Jadi, jika Anda mengkonsumsi obat-obat ini secara teratur dalam jangka panjang, maka tentu saja berat badan Anda akan bertambah.

Hasrat Seksual Menurun

Setiap obat alergi memiliki efek depresi yang bisa menurunkan hasrat seksual. Jika hasrat seksual menurun setelah Anda mengkonsumsi obat alergi segera berkonsultasi dengan dokter. Jangan biarkan terlalu lama karena berpotensi menjadi disfungsi seksual menetap.

Perubahan Sensitifitas dan Indera Penciuman

Jika Anda menyadari bahwa makanan favorit tidak seenak biasanya, masalahnya mungkin bukan karena kehilangan selera. Pengawet dan wewangian yang ditambahkan pada nasal spray yang diresepkan, terkadang dapat mengubah rasa dan aroma. Anda mungkin tidak sensitif atau mungkin justru sebaliknya, yaitu mencium aroma makanan yang lebih tajam dari biasanya.

Kecemasan

Jika Anda sering merasa lelah, sulit tidur atau mudah cemas setelah mengkonsumsi obat alergi, kandungan pseudoephedrin mungkin jadi penyebabnya. Obat ini memiliki efek yang sama dengan konsumsi kopi berlebihan. Sifat stimulan pada obat ini memberikan efek pada beberapa orang seperti jantung berdebar-debar, insomnia dan kecemasan.

HDI Aller Bee-Gone

Melihat efek negatif obat anti alergi yang beragam, pertanyaan yang muncul adalah obat atau suplemen apa yang jitu mengendalikan dan meredakan gejala alergi. Jawabannya adalah HDI Aller Bee-Gone, produk alami yang terbukti efektif melawan alergi dan gejalanya.

HDI Aller Bee-Gone mengandung 22 jenis herbal yang dapat dengan cepat dan efektif membantu meredakan reaksi alergi seperti asma, rhinitis, alergi terhadap makanan, serta alergi pada kulit. Slippery Elm yang terkandung di dalamnya digunakan untuk mengatasi iritasi tenggorokan. Akar Marshmallow untuk mengurangi iritasi pada rongga mulut dan kerongkongan serta iritasi akibat batuk kering.

HDI Aller Bee-Gone juga mengandung ekstrak batang pohon Oak yang bermanfaat untuk membantu mengatasi pembengkakan pada kulit, batuk, gejala-gejala infeksi, dan radang pada rongga mulut dan kerongkongan. Kandungan Mullein-nya juga mampu menekan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi saluran pernafasan. Produk ini juga terbukti membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap faktor penyebab alergi.

Anjuran Konsumsi HDI Aller Bee-Gone:
Untuk anak usia 2 - 7 tahun : 3 x 1 tablet / hari
Untuk anak usia 8 - 12 tahun : 3 x 2 tablet / hari
Untuk dewasa diatas 13 tahun : 3 x 2 - 4 tablet / hari

HDI Bee Propolis

HDI Bee Propolis terbuat dari bahan-bahan yang dikumpulkan lebah dari tanaman kemudian dicampur dengan air liur lebah. Khasiat propolis sebagai anti peradangan, antioksidan, dan antimikroba sangat baik bagi penderita alergi yang seringkali kekambuhan alerginya akibat radang atau infeksi, serta radikal bebas. HDI Bee Propolis juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga dapat mengurangi kambuhnya alergi karena infeksi.

Anjuran Konsumsi HDI Bee Propolis:
Untuk anak usia 2 - 7 tahun : 3 x 1 tablet / hari
Untuk anak usia 8 - 12 tahun : 3 x 2 tablet / hari
Untuk dewasa diatas 13 tahun : 3 x 2 - 4 tablet / hari

HDI Aloe Propolis Cream (Perawatan Atopik)

Problema kulit yang diakibatkan oleh reaksi alergi juga terbantu dengan mengoleskan krim ini pada daerah yang bermasalah. Kandungan utama Aloe Propolis Cream berupa Propolis yang memiliki sidat antibakteri yang akan membantu mengurangi peradangan dan gatal-gatal karena alergi.

Sementara itu, kandungan Aloe Vera (tanaman lidah buaya) dalam produk ini akan memicu pertumbuhan sel baru sehingga membantu menanggulangi masalah kulit secara efektif. Kombinasi Aloe Vera dan Propolis secara sinergis berfungsi sebagai krim antiseptik yang cocok untuk segala usia dan segala jenis kulit.

Alergi Kombinasi

Alergi, kombinasi, terapi, Bicom 2000
Seorang penderita alergi kombinasi atau campuran biasanya menderita salah satu jenis alergi, entah itu alergi makanan, obat, cuaca ataupun lingkungan. Tetapi tidak jarang juga ditemui seseorang yang menderita alergi terhadap beberapa unsur alergen dalam suatu periode yang sama. Kami menggolongkan penderita dengan bermacam alergi ini sebagai penderita alergi kombinasi. 

Penderita alergi kombinasi mempunyai reaksi terhadap beragam alergen. Misalnya seseorang menderita alergi terhadap makanan laut, udara dingin dan obat. Memang, lebih susah mendeteksi jenis alergen pada penderita alergi kombinasi karena dibutuhkan penelitian yang lebih spesifik dan kompleks.

Berdasarkan cara masuknya, alergen dibagi atas:

  • Alergen Inhalan, yang masuk bersama dengan udara pernafasan, misalnya debu rumah, tungau, serpihan epitel dari bulu binatang serta jamur.
  • Alergen Ingestan, yang masuk ke saluran cerna, berupa makanan, misalnya susu, telur, coklat, ikan dan udang.
  • Alergen Injektan, yang masuk melalui suntikan atau tusukan, misalnya penisilin atau sengatan lebah.
  • Alergen Kontaktan, yang masuk melalui kontak dengan kulit atau jaringan mukosa, misalnya bahan kosmetik atau perhiasan.

Gejala

Gejala alergi kombinasi bisa merupakan kombinasi beragam alergi dalam satu waktu, tetapi dapat pula bergantian. Dan tidak jarang yang baru muncul ketika seseorang menjumpai alergen-alergen yang merangsang autoimunnya sehingga menimbulkan alergi.

Gejala alergi yang muncul pada setiap orang berbeda-beda. Jika menyerang kulit, biasanya akan timbul bercak merah, urticaria atau biduran, gatal-gatal. Sedangkan alergi yang menyerang selaput lendir, biasanya menyebabkan mata merah, bengkak berair, hidung berlendirm bersin-bersin. Sementara itu, alergi yang menyerang paru-paru akan menimbulkan gejala batuk, sesak nafas, asma dan alergi pada saluran cerna yang ditandai dengan gejala mual-mual, muntah, dan diare.

Menelusuri Penyebabnya

Secara garis besar, alergi disebabkan oleh 3 hal; yaitu faktor keturunan; faktor psikologis, seperti rasa cemas, stres, depresi, dan faktor lingkungan. Dengan menelusuri garis besar penyebab alergi tersebut, dokter bisa menentukan tes alergi selanjutnya.

Saat ini, ada bermacam-macam tes alergi seperti Skin Prick Test (tes tusuk kulit), Patch Test (tes tempel), RAST (Radio Allergo Sorbent Test), Skin Test (tes kulit), Tes Provokasi dann terakhir dengan metoda Biofisika.

Tes Metoda Biofisika

Diantara beragam tes tersebut, tes alergi metode biofisika lebih diminati karena tanpa obat, tanpa suntikan, dan relatif aman. Pasien hanya diminta untuk duduk kemudian di depannya ada alat seperti tongkat kecil yang ujungnya berbentuk lingkaran dari logam. Dokter atau terapis memegang tongkat kecil tersebut di sebelah tangan dann tangan satunya lagi memegang botol kecil berisi sampel alergen yang akan diteskan. Bila pasien tersebut alergi terhadap suatu jenis alergen, tongkat tersebut akan bergerak naik turun dan bila tidak, akan bergerak maju mundur.

Setelah diketahui alergen penyebabnya, alergi tersebut bisa disembuhkan dengan Terapi Gelombang Bioresonansi. Pasien cukup berbaring di dekat alat yang disebut BICOM 2000, dimana alat tersebut akan menjulur kabel yang dihubungkan ke elektroda yang dipegang pasien. Dan di pembaringan pasien terdapat kabel lain yang terhubung ke mesin tersebut. Kemungkinan sembuh melalui terapi ini bisa mencapai 80%.

Seorang penderita alergi kombinasi membutuhkan kesabaran ekstra dalam berobat. Pasien seringkali menyerah dalam menjalani terapi karena tidak sabar dan teratur minum obat. Akibatnya penyakit alergi menjadi kambuh kembali.

Alergi Kulit

Alergi, kulit, bersisik, melepuh, gatal, biduran
Alergi kulit atau yang kerap disebut sebagai radang kulit atau eksema kulit adalah reaksi alergi yang terjadi dibagian kulit dan dapat meliputi semua bagian kulit tubuh, tanpa terkecuali. Alergi kulit kerap ditandai dengan gejala berupa gatal atau ruam. Jika berlangsug lebih lama, gejala tersebut sering disertai dengan infeksi bakteri, terutama jika terdapat luka akibat digaruk. 

Penyakit ini tidak menular, tapi cenderung diturunkan dalam keluarga. Alergi ini muncul jika terjadi kontak langsung dengan alergen atau zat penyebab alergi. Dermatitis kontak ini terbagi menjadi dua macam, yaitu iritan dan elergik. Dermatitis kontak iritan adalah alergi kulit yang terjadi karena adanya efek kimiawi akibat zat tertentu yang dirasakan langsung oleh kulit. Sedangkan Dermatitis kontak alergik adalah alergi yang terjadi karena seseorang terlalu peka terhadap sesuatu zat yang biasa dipakai sehari-hari, seperti perhiasan, logam, aksesoris, dan sebagainya.

Gejala Alergi Kulit

  • Muncul lepuhan gatal berwarna merah diatas kulit, jika pecah, akah mengeluarkan cairan. Bila cairan itu mengering, menyebabka kulit bersisik dan sangat gatal.
  • Muncul sisik dan ruam pada kulit.
  • Kelopak mata, alat kelamin, atau mulut membengkak.
  • Kulit mengering, meradang, bahkan melepuh.

Jenis Alergen

Alergen pada kulit sangat rentan dicetuskan oleh bahan/senyawa, seperti dari kosmetik yang mengandung kimia, detergen, sabun mandi, perhiasan imitasi, kain yang kasar, pakaian yang lembab, atau gesekan akibat pakaian yang terlalu ketat sehingga menimbulkan gatal. Selain itu, jenis makan-makanan juga dapat menjadi alergen yang kerap menyebabkan alergi kulit, seperti misalnya telur dan seafood.

Pencegahan

Hindari kontak langsung dengan bahan atau senyawa yang membuat iritasi pada kulit. Satu-satunya cara untuk mengetahui jenis alergen apa yang menyebabkan alergi pada pasien adalah dengan melakukan tes alergi. Ada tiga cara tes alergi kulit yang biasa digunakan, yaitu tes tusuk kulit (skin prick test), tes tempel (patch test), dan tes darah (blood test). Tes tersebut sudah lazim ditemukan di rumah sakit-rumah sakit atau balai kesehatan lainnya.

Pada prinsipnya, mengatasi alergi kulit sama dengan mengatasi alergi jenis lainnya, yaitu bukan untuk menyembuhkan, tetapi meringankan gejalanya. Bahkan, jika alergi masih dalam tahap ringan, tidak perlu dilakukan tindakan medis karena gejalanya akan hilang dengan sendirinya.

Alergi Lingkungan

Alergi, lingkungan, debu, serbuk, cuaca, hawa, rhinitis, asma
Alergi akibat lingkungan merupakan penggolongan jenis alergi berdasarkan alergen yang ada di lingkungan. Banyak faktor lingkungan yang dapat memancing tubuh bereaksi menjadi alergi. Yang paling kerap menjadi alergen utama dari faktor lingkungan adalah debu, asap kendaraan, asap rokok, air hujan, serta cuaca atau suhu. 

Kita tahu, alergen merupakan benda yang dianggap asing oleh tubuh. Dalam kasus alergi karena faktor lingkungan, yang paling sering terserang adalah kulit dan saluran pernafasan. Namun demikian, alergi juga dapat terjadi di jaringan pembuluh darah, sistem pencernaan, dan organ-organ tubuh bagian dalam lainnya.

Alergi Debu dan Asap

Saat terserang alergi, di dalam tubuh kita terjadi pengaktifan dan pelepasan zat-zat yang disebut mediator dari sel Mast. Zat-zat itu menyebabkan pembuluh darah melebar, otot polos viseral berkontraksi, dan pengeluaran lendir terus menerus. Jika hal ini terjadi di saluran pernafasan (bronkhus) maka penderita akan mengalami sesak nafas (asma) karena aliran udara di bronkhus menyempit.

Gangguan karena debu termasuk reaksi cepat biasanya tidak berlangsung lama, begitu paparan debu tersebut hilang maka dalam beberapa saat keluhan tersebut juga akan menghilang. Reaksi ini dapat terjadi hanya dalam beberapa menit setelah tubuh terpapar alergen, namun dapat juga muncul beberapa jam kemudian.

Alergi Suhu atau Cuaca

Seperti namanya, alergi suhu atau cuaca adalah alergi yang dipicu karena perubahan suhu, entah itu terlalu panas atau terlalu dingin. Gejala yang paling kentara ketika orang orang mengalami alergi cuaca adalah timbulnya bentol-bentol gatal pada kulit (biduran) atau bersin-bersin.

Timbulnya biduran akibat alergi dingin diakibatkan oleh mekanisme pertahanan tubuh yang beraksi secara berlebihan dalam mengeluarkan histamin, suatu senyawa kimia yang menyebabkan timbulnya gejala keluhan subjektif gatal, rasa terbakar atau tertusuk. Pada kulit tampak bercak-bercak kemerahan dan bengkak (edema) setempat, berbatas tegas, dan kadang-kadang bagian tengah nampak lebih pucat. Bentuknya dapat berupa papular atau bisa juga melebar berbentuk plakat.

Penanganan Alergi Akibat Lingkungan

Cara terbaik untuk mengatasi alergi jenis ini adalah dengan menghindari bahan pemicunya. Reaksi alergi akan lebih mudah dicegah jika kita mengetahui benda apa yang dianggap alergen bagi tubuh. Obat-obatan seperti CTM. loratadine, pseudoefedrin, maupun kortikostreroit dapat digunakan untuk mengurangi keluhan akibat reaksi alergi. Melakukan tes alergi (hiposensitisasi) juga dapat digunakan untuk mengatasi rhinitis alergi. Tes ini biasanya dilakukan dengan menyuntikkan bahan-bahan yang merupakan alergen terhadap penderita, dimulai dengan dosis tertentu selama beberapa kali secara periodik.

Lingkungan Bersih, Alergi Justru Meningkat?

Semakin baik sanitasi suatu lingkungan dan taraf kebersihan penduduk sehingga infeksi nyaris tidak ada, makin tinggi pula angka kejadian alergi seperti asma. Alergi merupakan respon sistem daya tahan tubuh secara berlebihan terhadap substansi yang biasanya tidak berbahaya, seperti makanan atau debu.

Dalam beberapa dekade terakhir ini terjadi peningkatan kasus alergi, seiring dengan penurunan angka penyakit infeksi, seperti TBC atau Campak. Ada sebuah teori menarik tentang makin meningkatnya kasus alergi, yaitu di negara yang tingkat infeksinya tinggi, maka kejadian alerginya lebih rendah. Tak jarang di negara maju yang serba bersih dan steril, angka kejadian alergi sangat tinggi. Sebagai contoh, anak-anak yang punya infeksi cacing, biasanya jarang terkena alergi. Mengapa hal itu terjadi? infeksi membuat sistem imun tubuh sibuk sehingga tidak sempat mengembangkan alergi.

Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa muncul tidaknya alergi terkait dengan sel-T, yakni sejenis sel yang berperan dalam respon kekebalan tubuh, terutama dalam mengenali benda asing yang masuk kedalam tubuh dan mungkin menyebabkan penyakit. Sel-T ada 2, yang disebut Sel T Helper 1 (TH 1) dan Sel T Helper 2 (TH 2). Sel TH 1 meningkat bila terjadi infeksi, sedangkan TH 2 meningkat bila seseorang alergi. Dalam kondisi sehat, maka TH 1 dan TH 2 dalam tubuh seimbang. Makin sering sesorang terkena infeksi, sel TH 1 yang bekerja dan sel TH 2 akan tertekan sehingga alergi tidak akan muncul. Inilah yang menjelaskan mengapa lingkungan yang bersih kasus alerginya justru tinggi.

Rhinitis Alergi

Rhinitis alergi adalah radang pada hidung yang ditandai dengan bersin-bersin, pengeluaran lendir (ingus), dan penyumbatan pada rongga hidung. Rhinitis alergi juga memungkinkan timbulnya rasa gatal pada mata dan tenggorokan sehingga menyebabkan mata berair atau sinusitis.

Ada dua jenis rhinitis alergi, pertama seasonal rhinitis alergy yang biasaya dipicu oleh alergen yang berbentuk serbuk; misalnya dari rumput, kayu, atau jamur. Sedangkan reaksi alergi yang disebabkan oleh debu rumah tangga (yang mengandung antigen dari kutu/tungau) atau bulu binatang disebut Perennial rhinitis alergy.

Alergi Makanan

Alergi, alergen, makanan, susu, seafood, kedelai, telur
Alergi makanan merupakan reaksi hipersensivitas sistem kekebalan tubuh terhadap atau jenis bahan makanan tertentu. Makanan yang sering menyebabkan alergi adalah susu sapi, sereal, kacang-kacangan, putih telur, udang dan ikan. Alergi juga bisa disebabkan oleh sulfida atau salisilat dalam makanan dan obat, penyedap masakan, zat pengawet dan pewarna sintetis. 

Alergi makanan mempengaruhi sekitar 3 - 10% anak-anak. Pada beberapa bayi, protein tidak dapat dicerna secara optimal karena aktivitas enzim pencernaan belum sepenuhnya berkembang. Selain itu mereka memiliki permeabilitas mukosa untuk makromolekul lebih besar daripada orang dewasa. Akibatnya, protein yang belum dipecah lebih banyak diserap oleh usus kecil sehingga menimbulkan alergi.

80% kasus alergi makanan menghilang di tahun-tahun awal kehidupan. Hanya 1% - 2% orang dewasa yang memiliki alergi (wanita dua kali lebih banyak dari pria). Alergi terhadap makanan tertentu seperti susu sapi dan putih telur cenderung menghilang ketika anak tumbuh dewasa. Sedangkan, alergi udang, ikan, kerang, dan kacang-kacangan, cenderung berlanjut seumur hidup.

Penyebab

Tubuh kita memproduksi sejenis protein yang disebut antibodi untuk menandai kuman yang menyebabkan infeksi. Ada berbagai jenis antibodi, dan yang menyebabkan reaksi alergi disebut Imonoglobulin E (IgE). Antibodi IgE biasanya dihasilkan sebagai respon terhadap infeksi parasit, seperti pada malaria. Namun, beberapa orang yang memproduksi IgE sebagai respon terhadap makanan tertentu.

Saat pertama kali memakan makanan penyebab alergi, sistem kekebalan tubuh kita merespon dengan membuat IgE. IgE dalam hal ini bertindak sebagai penanda molekul makanan penyebab alergi (Alergen). Ketika memakan makanan itu lagi, tubuh akan mengeluarkan antibodi IgE dan bahan kimia lainnya, termasuk histamin, untuk mengusir "protein musuh" dari tubuh. Histamin adalah bahan kimia kuat yang dapat mempengaruhi sistem pernafasan, saluran pencernaan, kulit, atau sistem kardiovaskular.

Sebagai akibat respon ini, gejala alergi makanan terjadi. Gejala yang dirasakan tergantung pada bagian tubuh mana histamin dilepaskan. Jika dilepaskan di telinga, hidung, dan tenggorokan, penderita mungkin merasakan hidung dan mulut gatal, atau kesulitan bernafas atau menelan. Jika histamin dilepaskan di kulit, penderita dapat mengembangkan gatal-gatal atau ruam. Jika histamin dilepaskan di dalam saluran pencernaan, maka memungkinkan terjadinya sakit perut, kram, atau diare. Bahkan banyak yang mengalami kombinasi gejala-gejala tersebut.

Kemungkinan salah satu jenis makanan yang menyebabkan alergi adalah karena beberapa protein dalam makanan sangat mirip dengan protein yang terdapat dalam virus dan bakteri. Oleh karena itu, alergi biasanya adalah kecenderungan genetik dimana sistem kekebalan tubuh seseorang tidak mampu membedakan protein makanan dengan virus atau bakteri.

Gejala

Gejala alergi dan tingkat keparahannya bervariasi pada tiap orang, Makanan berbeda dapat memicu gejala yang berbeda pula. Reaksi terhadap makanan biasanya muncul dalam waktu satu jam setelah makan atau kurang.

Berikut adalah beberapa gejala alergi yang mungkin timbul:

  • Kulit: Ruam kulit kemerahan (biduran/urtikaria) yang gatal dan menghilang dalam beberapa hari.
  • Hidung: Hidung meler, bersin.
  • Mata: Edema, konjungtivitis alergi
  • Tubuh: Pembengkakan tubuh (angioneurotik edema).
  • Mulut: Radang di mulut, lidah dan langit-langit.
  • Saluran Pernafasan: Batuk, asma, sesak nafas.
  • Saluran Pencernaan: Diare, muntah, perut kram, keras, dan kembung.

Penanganan

Diagnosis alergi biasanya dilakukan kombinasi penelaahan riwayat medis pasien, pemeriksaan klinis dan tes untuk mendeteksi antibodi IgE. Cara yang lebih sederhana untuk mengidentifikasi reaksi makanan adalah rotasi diet yang terdiri dari hanya mengkonsumsi makanan tertentu yang diganti setiap 3-4 hari sekali dalam dua atau tiga siklus. Cara ini dapat mengidentifikasi makanan penyebab alergi.

Setelah mengetahui makanan yang menyebabkan alergi, penderita harus menghindarinya. Namun, terkadang hal ini bisa sulit karena ada bahan tersembunyi seperti zat aditif, kacang, kedelai, protein susu, dan lain sebagainya, yang mungkin tidak disebutkan dalam kemasan suatu produk. Dalam hal ini, penderita sebaiknya selalu membeli produk dari merk yang sama, sehingga sudah diketahui tidak menimbulkan alergi. Pada kebanyakan kasus, penggunaan obat antihistamin dapat mengurangi pembengkakan dan gatal-gatal pada alergi.

Kenali Alergi

Alergi, alergen, asma, biduran, gatal, sinus, sesak nafas, flu, sakit kepala, kulit
Alergi merupakan suatu reaksi abnormal dalam tubuh yang disebabkan zat-zat yang tidak berbahaya. Alergi timbul bila ada kontak terhadap zat tertentu yang biasanya pada orang normal tidak menimbulkan reaksi. 

Saat ini penduduk dunia yang terkena alergi mencapai 20%. Jumlah tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun. Tak pelak lagi, kualitas hidup dan produktivitas kerja penderita alergi menurun saat alergi mereka kambuh.

Jelas bahwa Penyakit Alergi ini sangat mengganggu kualitas hidup, prestasi belajar anak-anak, produktivitas kerja, sampai kepada gangguan kejiwaan. Bahkan menurut data, dari 150 juta orang di seluruh dunia yang menderita Asma sebagai salah satu gejala alergi. 180.000 orang diantaranya meninggal setiap tahunnya!

Karena semakin serius persoalan alergi ini, dari suatu pertemuan berkaitan dengan Konggres Alergi Sedunia yang berlangsung di Muenchen, Jerman, 26 Juni - 1 Juli 2005, para pakar kemudian mencetuskan bahwa tanggal 8 Juli sebagai peringatan Hari Alergi Sedunia.

Faktor Genetik Plus Lingkungan

Secara garis besar, penyebab alergi dapat diklarifikasikan menjadi beberapa faktor.
Pertama adalah faktor genetik, yaitu alergi yang terjadi akibat turunan genetika dari orang tua. Kedua, faktor psikologis yang berupa kecemasan, stres, depresi dan faktor yang paling sering menyebabkan alergi, yaitu Faktor lingkungan luar, baik dari lingkungan tempat tinggal atau makanan yang kita makan.

Hal-hal yang menyebabkan alergi antara lain tungau debu rumah, binatang piaraan, kecoa, karpet, dan lingkungan kerja yang tidak sehat. Pengaruh asap rokok juga sangat membahayakan penderita alergi, termasuk para ibu hamil karena bayinya nanti bisa menderita asma, Zat-zat yang dapat menimbulkan beragam jenis alergi tersebut dinamakan sebagai alergen.

Alergen bisa berasal dari berbagai jenis senyawa atau materi dan masuk ketubuh dengan berbagai cara. Bisa saja melalui saluran pernafasan, berasal dari makanan, melalui suntikan, atau bahkan bisa juga timbul akibat adanya kontak dengan kulit, seperti kosmetik, logam perhiasan atau jam tangan, dll.

Pada orang yang menderita alergi, sistem kekebalan tubuhnya memandang alergen sebagai benda asing. Saat antigen memasuki tubuh secara otomatis seluruh jaringan akan melakukan suatu proses kompleks untuk mengenali benda asing tersebut. Sel darah putih menghasilkan antibodi spesifik untuk melawan antigen. Proses ini disebut sensitisasi. Antibodi bekerja dengan mendeteksi dan merusak substansi yang menyebabkan penyakit. Pada reaksi alergi, antibodi dikenal sebagai Imonnoglobulin E atau IgE. Kemudian, antibodi ini memerintahkan para mediator untuk memproduksi semacam zat yang mampu mengurangi kadar kimia dan hormon yang dimiliki antigen.

Tidak hanya zat-zat asing dari luar tubuh yang dapat menimbulkan alergi, obat, susu, bahkan sperma dari pasangan pun bisa menimbulkan reaksi alergi. Setelah raksi alergi ini, kemudian timbullah gejala alergi di berbagai tubuh.

Di hidung, alergi bisa mengakibatkan pilek, bersin-bersin; dimata mengakibatkan merah dan berair; di kulit mengakibatkan biduran atau eksim; sementara di usus bisa mengakibatkan rasa mulas, buang air terus menerus, dan muntah. karena itu, untuk menghindari alergi adalah dengan menghindari alergen ini. Biasanya timbul satu atau beberapa gejala pengiring yang mengikuti alergi. Dalam kasus tertentu, reaksi alergi diidap si penderita sepanjang hidupnya.

Menentukan Penyebab Alergi

Zat (alergen) yang paling sering menyebabkan alergi adalah serbuk tanaman; jenis rumput tertentu; jenis pohon yang berkulit halus dan tipis; serbuk spora; penisilin; seafood; telur; kacang panjang; kacang tanah, kacang-kacangan lainnya; susu; jagung dan tepung jagung; sengatan insekta; bulu binatang; kecoa; debu dan kutu. Yang juga tidak kalah sering adalah zat adiktif pada makanan, penyedap, pewarna dan pengawet.

Menentukan penyebab alergi dapat dilakukan dengan cara berikut:

  • Menghindari zat yang dicurigai sebagai alergen. Jika kemudian gejala hilang cobalah kembali berinteraksi dengan zat tersebut. Bila yang dicurigai sebagai alergen adalah salah satu jenis makanan, maka sebaiknya berhenti memakan makanan tersebut. Setelah gejalanya hilang, coba kembali memakannya dan melihat apakah terjadi reaksi yang sama.

  • Melakukan tes alergi dan melihat riwayat keluarga serta riwayat frekuensi serangan terjadi. Bila salah satu dari orang tua menderita alergi, maka kemungkinan resiko penyakit tersebut diturunkan pada anak sekitar 25% - 30%. Sementara itu, bila kedua orang tua adalah penderita, maka resiko meningkat menjadi 60% - 70%. Selain itu perlu dilakukan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang antara lain tes alergi pada kulit, foto rontgen, pemeriksaan laboratorium, dan pemeriksaan lebih lanjut bila dibutuhkan.

  • Tes pada kulit merupakan pemeriksaan yang sangat sederhana untuk mendiagnosa alergi. Dengan memberikan zat-zat tertentu pada kulit seseorang, dapat diketahui zat yang merupakan alergen pada orang tersebut. Caranya adalah dengan menyuntikkan suatu zat dalam jumlah kecil. Bila terjadi pembengkakan pada bagian yang diberi suntikkan, maka zat tersebut adalah merupakan alergen.

Kelompok orang yang mudah terjangkiti reaksi alergi:

  • Pernah mengalami alergi tertentu pada masa sebelumnya.
  • Penderita asma.
  • Orang yang mengalami gangguan pada saluran pernafasannya.
  • Penderita polip.
  • Penderita infeksi sinus, telinga atau pangkal tenggorokan.
  • Orang yang memiliki kulit sensitif.

Beragam Gejala Alergi

Gejala yang mungkin terjadi akibat alergi adalah rasa gatal pada tenggorokan, gatal pada mulut; gatal pada mata; gatal pada kulit atau bagian tubuh lainnya; sakit kepala; hidung tersumbat atau hidung meler; sesak nafas; bengek; kesulitan menelan; mendadak pilek dan bersin-bersin, dll.

Pengobatan alergi tergantung pada jenis dan berat gejalanya. Tujuan pengobatannya bukanlah menyembuhkan melainkan mengurangi gejala dan menghindari serangan yang lebih berat di masa yang akan datang.

Gejala yang ringan biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus. Gejala akan menghilang beberapa saat kemudian. Pemberian Antithistamin dapat membantu meringankan berbagai gejala. Penanganan alergi yang paling tepat bukanlah dengan obat-obatan melainkan dengan cara menghindari alergen.

Secara teoritis, alergi memang tidak bisa dihilangkan, tetapi dapat dikurangi frekuensi dan berat serangannya. Namun, sering sekali dalam keseharian, alergen sulit dihindari. Untuk itu, diperlukan sistem kekebalann tubuh untuk mencegah alergi. Jadi optimalkan asupan nutrisi Anda agar sistem kekebalan tubuh tetap terjaga atau justru meningkat.

Beberapa Tips Ringan Mencegah Alergi:

  • Menjaga Kelembaban ruangan dengan mengatur sirkulasi angin dan udara.
  • Menjaga kebersihan pakaian dan mengganti sprei sedikitnya seminggu sekali.
  • Membersihkan pekarangan dan memastikan tidak ada tumpukan sampah dan genangan air yang akan menjadi tempat timbulnya jamur.
  • Konsultasi dengan dokter dan melakukan tes alergi untuk mengetahui alergen-alergen yang harus dihindari.

Alergi

alergi, asma, gatal, bentol, bengkak
Ada banyak sekali ragam dan bentuk alergi, antara lain adalah alergi kulit yang kerap disertai gatal-gatal dan iritasi. Alergi terbukti menurunkan produktivitas kerja, bahkan dapat mengakibatkan gangguan kejiwaan. Menurut data, dari 150 juta orang di seluruh dunia yang menderita asma, 180.000 orang di antaranya meninggal dunia setiap tahunnya.

Secara garis besar, penyebab alergi dapat diklasifikasikan menjadi beberapa faktor.
Pertama adalah faktor genetik, yaitu alergi yang terjadi akibat turunan genetika dari orang tua;
Kedua, faktor psikologis yang berupa kecemasan, stres, depresi; dan, faktor yang paling sering menyebabkan alergi, yaitu faktor lingkungan luar, baik dari lingkungan tempat tinggal atau makanan yang kita makan.

Pada orang yang menderita alergi, sistem kekebalan tubuhnya memandang allergen (penyebab alergi) sebagai benda asing. Tidak hanya zat-zat asing dari luar tubuh yang dapat menimbulkan alergi, obat, susu, bahkan sperma dari pasangan pun bisa menimbulkan reaksi alergi. Setelah reaksi alergi ini kemudian timbullah gejala alergi di berbagai bagian tubuh.

Alergi Tidak Kenal Situasi

Sangatlah sulit menghindari alergen yang membuat kita alergi, apalagi kualitas lingkungan semakin tidak baik dengan semakin masifnya polutan. Melihat kondisi-kondisi yang sangat menyulitkan kita untuk menghindari allergen, langkah paling bijak yang dapat dilakukan adalah dengan memperkuat ketahanan tubuh terhadap faktor-faktor penyebab alergi.

Yang paling mudah dilakukan untuk memperkuat daya tahan tubuh adalah dengan mengonsumsi makanan yang bergizi tinggi dan mengonsumsi suplemen makanan yang bisa mencegah terjadinya alergi.

HDI Aller Bee-Gone

Mengandung 22 jenis herbal yang dapat dengan cepat dan efektif membantu meredakan reaksi alergi seperti asma, rhinitis, alergi terhadap makanan, serta alergi pada kulit. Slippery elm yang terkandung di dalamnya digunakan untuk mengatasi iritasi tenggorokan. Akar Marshmallow untuk mengurangi iritasi pada rongga mulut dan kerongkongan serta iritasi akibat batuk kering.

HDI Aller Bee-Gone juga mengandung ekstrak batang pohon Oak yang bermanfaat untuk membantu mengatasi pembengkakan pada kulit, batuk, gejala-gejala infeksi, dan radang pada rongga mulut dan kerongkongan. Kandungan Mullein-nya juga mampu menekan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi saluran pernafasan Produk ini juga terbukti membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap faktor penyebab alergi.

Jangan sepelekan gejala alergi yang Anda alami. Dengan HDI Aller Bee-Gone, atasi gejala akibat alergi yang sangat mengganggu dan mengurangi kualitas hidup Anda.

Asma, Alergi, Sinusitis, Pernafasan

asma
Alergi adalah suatu gangguan pada tubuh yang menjadikannya teramat sensitif terhadap suatu bahan/senyawa, yang bagi orang lain tidak menimbulkan gangguan.

Asma adalah penyakit yang menimbulkan penyempitan pada saluran pernafasan. Akibatnya sedikit udara yang dapat bergerak keluar masuk ke dalam paru-paru sehingga penderita mengalami sesak nafas. Serangan Asma dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Penyakit ini mempunyai banyak faktor penyebab dimana yang paling sering terjadi karena faktor atopi atau Alergi.

Alergi bisa disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya makanan, obat, parfum, serangga, suhu udara dan polusi.

Selain menimbulkan serangan Asma, Alergi juga dapat menyebabkan gatal-gatal, bersin-bersin, pilek dan masih banyak lagi.

Reaksi Alergi dapat diatasi dengan berbagai cara seperti:
  • Menghindari atau menjauhkan diri dari zat penyebab Alergi.
  • Menggunakan obat anti-alergi (antihistamin). Tetapi perlu di fahami bahwa obat anti-alergi hanya berfungsi untuk mengatasi reaksi Alergi sesaat, bukan menyembuhkan. Obat antihistamin hanya digunakan bila perlu dan tidak dianjurkan untuk digunakan dalam jangka waktu yang panjang.
  • Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyebab Alergi dengan menggunakannya sedikit demi sedikit secara bertahap.
Sinusitis terjadi karena peradangan pada rongga-rongga udara di sekitar hidung yang diikuti oleh infeksi saluran pernafasan. Infeksi pada rongga sinus tersebut mengakibatkan membentuknya lendir sehingga tersumbatnya saluran udara melalui hidung. Penumpukan lendir merupakan tempat berkembang biaknya bakteri. Sinusitis biasanya terjadi di sekitar area mata, tulang pipi dan rongga hidung.

Gejala Sinusitis biasanya sakit kepala, sakit dalam telinga, hilang indra penciuman, sakit pada tulang pipi, kadang-kadang disertai demam. Sinusitis kronik biasanya disebabkan oleh faktor struktur tulang di dalam hidung yang menghalangi jalur keluar masuknya udara melalui hidung sehingga mudah terjadinya penumpukan lendir dan berkembang biaknya bakteri.

Herbal untuk Sinusitis bersifat anti bakteri dan antiseptik sehingga dapat membunuh bakteri dan menyembuhkan infeksi pada rongga sinus. Herbal oil tersebut juga membantu pengeluaran lendir pada rongga sinus sehingga melegakan saluran pernafasan melalui rongga hidung.

Peran Produk HDI

Membangun sistem imunitas tubuh yang baik sehingga tidak rentan terhadap Alergi bisa didapatkan melalui produk perlebahan untuk membantu meredakan Alergi sambil meningkatkan kekebalan tubuh secara alami.

Produk perlebahan adalah suplemen kesehatan, tidak seperti obat yang memberikan hasil instan, produk perlebahan memberi efek terapi jangka panjang. 

Jadi produk perlebahan sangat aman untuk dikonsumsi dalam waktu yang lama dan tidak menimbulkan efek samping atau resistensi.

HDI Bee Propolis yang merupakan sumber antioksidan yang tinggi dan HDI Aller Bee-Gone bermanfaat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengatasi peradangan. Kandungan glutamine dan vitamin B6 dalam HDI Aller Bee-Gone juga memberikan solusi jangka panjang dalam mengatasi Alergi.

Dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh maka kepekaan terhadap alergen penyebab Alergi pun akan berkurang. Bee Pollen selain kaya akan nutrisi yang lengkap juga membantu meredakan Alergi dan meningkatkan sistem imun secara alami.

COVID-19 Masih Mengintai

Meski berbagai aktivitas di ruang publik perlahan diperbolehkan dengan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), kita harus tetap waspada karena a...

PROMO BULAN INI!

Dapatkan Diskon harga yang menarik!
===============
GRATIS ONGKIR (GOSEND/GRAB, DLL) SETIAP BELANJA MINIMAL 800 RIBU
===============
INFO CEPAT
Hub. Tlp/WA 0821 9496 6109







  1. Promo-Promo lain yang tersedia (EASI STARTER SET), bisa langsung menghubungi WA Admin:

POPULAR POSTS

Recent Comments

DAFTAR MEMBER HDI Scan / klik disini:

Panduan Registrasi Online:
Cara Mendaftar Menjadi Member HDI